MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 April 2018 10:53
Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

KARTINI BIKERS: Mouzza Zee di tengah perjalanan touring menjalankan misi sosialnya. INT

PROKAL.CO, Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan hadirnya para lady bikers. Mouzza Zee salah satunya. Tidak hanya sekedar suka, wanita berusia 27 tahun ini bahkan telah melakukan touring antar pulau di Indonesia sejak tiga tahun lalu. Membawa misi kebudayaan dan sosial, pengagum R.A Kartini ini pun menamakan touringnya sebagai Ekspedisi Kartini.

MEGA RETNO WULANDARI

SETIAP peringatan Hari Kartini, wanita bernama lengkap Siti Muzainah ini selalu menjalankan Eekpedisinya di lokasi berbeda. Tahun ini merupakan ekspedisinya yang ke-4. Tujuannnya Pulau Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Mouzza tiba di Tarakan setelah menempuh perjalanan selama 46 hari.  Perjalanannya pun dimulai dari Kota Pontianak, lalu Pangkalan Bun, Sampit, Palangkaraya, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Berau, Tanjung Selor, lalu sampai di Tarakan.

Rehat beberapa hari di Bumi Paguntaka, Mouzza akan melanjutkan kembali perjalanannya ke Nunukan, dan Sebatik. Setelah itu melanjutkan kembali ke Pulau Sulawesi, dan finish di Merauke, Papua.

Diakuinya, inspirasi Ekspedisi Kartini karena kekagumannya dengan Ekspedisi Merah Putih yang digawangi almarhum aktor Sofan Sofyan. Selain itu, jiwa sosialnya yang begitu tinggi, meski seorang wanita tidak lantas membuatnya terhalang oleh keinginan besarnya mengenal lebih dekat setiap keberagaman di Indonesia. Membantu pendidikan, dan permasalahan perempuan di Indonesia.

“Sebenarnya saya dulu juga tergabung dengan club touring, tapi hanya sebatas kumpul-kumpul dan merayakan anniversary. Saya pikir touring ini tidak hanya sebatas itu saja, tapi harus ada tujuan sosialnya. Makanya saya mencetuskan Ekspedisi Kartini, dan melakukan solo touring, dengan membawa misi sosial dan kebudayaan,” ujarnya.

Ekpedisi Kartini pertama dilakukan Mouzza dengan berkeliling Pulau Jawa pada 2015 lalu. Di tahun berikutnya, 2016, dirinya menuju Sabang, dan 2017 ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Selama menjalankan ekspedisinya, perjalanan ke NTT menurutnya yang paling berkesan. “Karena di sana saya membagikan bantuan bangku sekolah, dan mengenalkan kebudayaan Malang tempat daerah asal saya, beruntungnya setiap daerah yang saya kunjungi selalu disambut dengan ramah,” ungkapnya.

Berasal dari keluarga kurang mampu justru semakin membuat kuat pribadi Mouzza, anak kedua dari tiga bersaudara ini. Diakuinya sejak kecil dirinya sudah mulai berwirausaha dengan berjualan sendal, hingga akhirnya Mouzza sempat membuka kafe sekaligus perpustakaan baca, dan sanggar tari di daerah asalnya, Malang, Jawa Timur. Namun sayang, usaha yang dibangunnya harus bangkrut.

“Dulu itu punya kafe ada perpustakan, dan sanggar tarinya, tapi sekarang udah bangkrut karena saya terlalu egois. Jadi hasilnya kafe itu hanya untuk kegiatan sosial, apalagi saya enggak kerja. Nah, dari situ saya sadar kalau membantu orang lain kita juga harus punya financial yang cukup, makanya sekarang saya sudah kerja juga,” tambahnya.

Sebelumnya, Mouzza yang merupakan sarjana ilmu hukum ini ditentang keras oleh keluarganya melakukan touring. Terlebih, wanita yang lahir 27 Juni 1991 ini merupakan sosok yang cukup tomboi, dan berteman dengan banyak laki-laki sesama pecinta motor.

“Saya sangat ditentang orang tua, apalagi hobi saya yang suka membantu orang. Pernah dibilangi kamu urus diri sendiri saja, enggak usah orang lain, tapi hal itu tidak membuat semangat saya surut. Justru dengan ini saya semakin semangat membuktikan sama orang tua saya kalau ini sebuah prestasi yang membanggakan, sampai akhirnya dikenal banyak orang sekarang sudah enggak pernah diprotes lagi. Cuma diprotes aja kalau mau touring, kan lama tuh baru pulang,” ceritanya.

Tahun depan Mouzza berencana umrah ke tanah suci, dengan menggunakan motor pink kesayangannya. Tidak tahu pasti kapan Mouzza akan berhenti touring keliling Indonesia. Yang pasti, dirinya berharap akan ada banyak orang yang terinspirasi dengan apa yang dilakukannya.

“Saya berharap akan ada Mouzza yang lain, karena saya tidak ingin misi ini berhenti di saya. Kalau ditanya kapan saya akan berhenti, mungkin sampai saya tidak lagi kuat menarik pedal gas,” tutupnya. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:48

Ditolak Negeri, Menyerah di Swasta

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan pada Selasa…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Koalisi Diprediksi Berubah Total

TARAKAN – Peta koalisi dari Pilgub 2015 diprediksi bakal berubah…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Nuansa Berbagi Hangatkan Buka Puasa Bersama

Marhaban ya Ramadan. Suasana syahdu dan penuh keceriaan mewarnai buka…

Jumat, 24 Mei 2019 10:45

MMT Berbagi dan Beri Promo Ramadan

Kebersamaan karyawan dan para pimpinan PT Motor Mega Tano (MMT)…

Jumat, 24 Mei 2019 10:44

Hindari Calo Uang Kecil, BI Siapkan Kas Keliling

SELASA (21/5) pukul 16.00 WITA, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia…

Jumat, 24 Mei 2019 10:29

PH Minta Tersangka Dibebaskan

TARAKAN – Sidang praperadilan perkara sabu tangkapan Badan Narkotika Nasional…

Jumat, 24 Mei 2019 10:28

Wanita Pemilik H5 Dituntut Satu Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita pemilik dua butir pil Happy Five (H5)…

Jumat, 24 Mei 2019 10:25

Menanti Jalan Disemenisasi

TARAKAN – Sembari menunggu bantuan perbaikan melalui program Musyawarah Perencanaan…

Jumat, 24 Mei 2019 10:25

Malam Ini Cari Keringat di Rute Perkotaan

TARAKAN – Malam ini (24/5) para goweser akan kembali menguras…

Kamis, 23 Mei 2019 13:59
Pilkada Kaltara

Karena Faktor Ini, Udin Hianggio Masih Pikir-Pikir Maju Lagi

TARAKAN - Wakil Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), H. Udin Hianggio…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*