MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 April 2018 10:50
Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama
MISKANAH - Ibu Rumah Tangga

PROKAL.CO, MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan, Raden Ajeng Kartini, sang pahlawan nasional.

Konon, zaman penjajahan, Kartini memperjuangkan hak-hak para perempuan. Maka dari itu, setiap 21 April yang merupakan tanggal lahirnya untuk mengenang jasa Kartini.

Tak sampai di situ, wanita-wanita Indonesia pun terus berjuang. Seperti Miskanah (46), sangat besar keinginannya untuk menimba ilmu hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun apa daya, karena kedua orang tuanya hanya buruh tani, harapannya pun redup.

Tetapi ia tak ingin keempat anaknya mengalami hal serupa. Meski harus banting tulang menyekolahkan anak-anaknya, ia pun tetap berusaha. “Saya bilang, cukup sampai saya saja yang tidak berpendidikan. Anak-anak harus sukses dan membanggakan, supaya tidak dipandang sebelah mata,” tutur wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Baginya, orang tidak berpendidikan selalu saja diremehkan. Dalam mendidik anak-anaknya pun ia cukup keras. Jika salah harus ditegur, tetapi jika membanggakan, maka harus dipuji. Hal tersebut dapat membuat anak-anak merasa diperhatikan.

Ia tak ingin anak-anaknya merasakan pengalaman pahitnya. Karena senang berorganisasi, terkadang ia merasa minder dengan pendidikan hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP). “Kalau kami mau memberikan pendapat, pasti ada saja yang bilang apa sih pendidikannya. Jadi kalau ngumpul itu saya minder kalau ditanya pendidikan,” ucap wanita kelahiran 13 Juli 1971 ini.

Ia pun kerap kali menanyakan jika anaknya ingin kuliah, harus bersungguh-sungguh. Ia pun tak ingin anak-anaknya menjadi nelayan. Sering kali ia mengingatkan, jika tidak berpendidikan harus mempunyai modal tenaga yang ekstra. Tetapi dengan pendidikan tinggi dan keahlian, setidaknya mempunyai peluang besar untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

“Saya bilang, kamu tidak bisa jadi nelayan seperti bapak. Butuh tenaga dan ke laut. Tapi kalau berpendidikan dan punya keahlian, tidak keras kerjanya. Paling tidak bisa kerja di kantoran,” lanjut wanita berhijab ini.

Meski latar belakang yang awalnya hanyalah seorang nelayan dan usaha kecil-kecilan, tetapi dengan usaha keras, lambat laun ia dan suaminya dapat membalikkan keadaan dan mampu menyekolahkan keempat anaknya.

Bahkan anak pertamanya, Sam Sam Eka Bada berhasil meraih gelar magister dan merupakan lulusan terbaik di Universitas Airlangga. Anak keduanya, Ananta Dwi Sambada pun tengah menuntut ilmu di Sekolah Tinggi Transportasi Darat dengan beasiswa Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara). Ia pun terus memacu anak-anaknya agar tetap menimba ilmu.

“Anak ketiga kelas 3 SMP dan anak keempat kelas 2 SD. Orang tua sudah tidak berpendidikan, tapi anak harus berpendidikan,” tukasnya. (*/one/lim)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:29

Masih Pada Tahan ‘Napas’

Usai pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif serentak pada…

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*