MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 21 April 2018 10:26
Warga Harus Segera Pindah

Minta Pemkab Nunukan Berikan Ganti Rugi

SEGERA DIPINDAHKAN: Warga yang bermukim sekitar pasar tradisional terpadu segera akan berpindah ke tempat lain. Karena pasar tersebut segera akan difungsikan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area sekitar pasar tradisional terpadu karena segera diresmikan. Warga yang masih berada di area pasar diminta untuk pindah.

Lurah Nunukan Barat Sudiasih mengungkapkan, sebelumnya pemerintah telah memberitahukan ke warga yang masih berada di area pasar tradisional terpadu untuk bergeser ke tempat lain. Karena tempat tersebut segera akan dibersihkan.

“Kamis (19/4) rencana ingin dibersihkan, namun belum sempat dilakukan karena pihak yang ditunjuk untuk turun ke lapangan sementara tidak ada di tempat,” kata Sudiasih kemarin.

Selanjutnya, area pasar tradisional akan dibersihkan pada Senin (23/4) mendatang. Bagi warga yang masih berada di area pasar dipastikan tidak ada yang mempermasalahkan. Karena pembersihan yang akan dilakukan dalam waktu dekat secara bertahap.

Ia menjelaskan, untuk tahap awal yang dilakukan hanya pembersihan, lahan yang tidak dimanfaatkan masyarakat maka itu yang akan dibersihkan. Termasuk jalan utama yang akan dilalui masyarakat nantinya jika ingin ke pasar.

“Rumah warga yang berada di area jalan tentu dibongkar, tapi tidak seluruhnya. Hanya yang ingin digunakan dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga yang berada di aera pasar masih ada yang ingin bertahan, karena belum mendapatkan tempat. Kemungkinan Juni mendatang baru akan meninggalkan area pasar. Jika telah mendapatkan tempat yang baru.

Warga yang berada di area pasar tradisional, telah menyampaikan beberapa hal, termasuk pergantian. Namun yang dapat memutuskan adalah Pemkab Nunukan dalam hal ini Bupati. Untuk di kelurahan hanya menampung aspirasi warga.

“Semua aspirasi dan keinginan warga yang berada di area pasar telah saya sampaikan kepada yang lebih berkompeten mengambil keputusan,” tambahnya.

Sementara, salah seorang warga yang bermukim di sekitar pasar tradisional terpadi, Abidin mengatakan, warga yang akan pindah dari area pasar. Namun, Pemkab Nunukan tidak menyiapkan tempat tinggal sementara. Hanya diminta untuk membersihkan area pasar.

“Perlu ganti rugi, karena warga ada yang telah mendirikan bangunan tentu menggunakan biaya yang sangat banyak,” kata Abidin.

Warga yang tinggal di sekitar pasar ini merupakan semua korban kebakaran. Saat ingin dibangun pasar tradisional terpadu, ada sekira 100 warga yang harus digusur, sekarang ingin diresmikan lagi kembali diminta untuk pindah.

Sebelum pasar tradisional terpadu dibangun, mayoritas warga memiliki rumah, bahkan ada yang telah membangun menghabiskan uang sekira Rp 35 juta. Namun pemerintah belum memberikan ganti rugi kepada masyarakat. “Cukuplah jalan masuk yang diperbaiki saja, tidak perlu rumah warga yang dibersihkan,” ujarnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*