MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 20 April 2018 12:16
Zona Merah, Aset Pemprov Kaltim
DIDUGA BERMASALAH: Kantor BKPSDM Nunukan masuk dalam zona merah, bahkan belum bersertifikat. DOK/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Warga yang bermukim di  Rukun Tetangga (RT) 14 Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan Tengah masuk zona merah sehingga sulit mengantongi sertifikat tanah dari Badan Pertanahan Nasional (BPN). Salah seorang warga Jalan Antasari, Firman yang lahan miliknya masuk zona merah mengaku jika lahan tersebut diklaim sebagai milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim). “Alasannya dari BPN Nunukan, tidak dapat mengeluarkan sertifikat karena masuk zona merah,” kata Firman.

Warga sangsi dengan status kepemilikan Pemprov tersebut. Jika sebelumnya disampaikan bahwa lahan tersebut masih milik Pemprov Kaltim, tentu tidak akan ada yang membangun rumah.

Lahan tersebut diketahui masuk zona merah, setelah ingin diajukan pembuatan sertifikat tanah. Uniknya, beberapa warga yang lain sebelumnya mendapatkan sertifikat dari BPN Nunukan. “Sepertinya tidak adil, karena ada tetangga rumah bisa mendapatkan sertifikat tanah. Kenapa yang lain tidak bisa,” ujarnya.

Bahkan, BPN Nunukan hingga saat ini belum dapat menunjukkan area yang masuk zona merah. Hanya disampaikan bahwa, di sekitar Jalan Antasari ada lahan sekira 3 hektar (ha) masuk zona merah. Sehingga tidak dapat diganggu.

Namun saat ini, di sekitar Jalan Antasari mayoritas telah berdiri bangunan rumah. Bahkan ada kantor pemerintahan seperti BKPSDM, Disdukcapil dan Dishub Nunukan. Selama ini, pemerintah daerah belum pernah menyampaikan bahwa ada lahan warga yang masuk zona merah. “Harus diperjelas mulai saat ini, sebelum nantinya terjadi masalah yang lebih besar. Karena lahan yang dimaksud masuk zona merah mayoritas telah berdiri bangunan rumah masyarakat,” tuturnya.

Sementara, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha BPN Nunukan Sugi Mulyono mengatakan, untuk lahan yang dimaksud zona merah di Jalan Antasari masih dilakukan pembahasan dengan masyarakat. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan pernah mewadahi pembahasan kedua pihak.

“Lahan yang dimaksud masuk zona merah tersebut, masih sementara tahap pembahasan, sehingga belum dapat disampaikan secara detail,” kata Sugi Muyono, kemarin.

Lanjut dia, saat ini masih berlangsung pembahasan yang kedua terhadap lahan yang masuk zona merah di DPRD Nunukan, untuk hasil pembahasan segera akan disampaikan. Sedangkan untuk keputusan akhir tentu diserahkan kepada pimpinan. “Saya masih sementara rapat di kantor DPRD Nunukan, hasilnya segera akan disampaikan nanti,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*