MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 April 2018 15:33
NGANCAM..!! Nihil Transaksi, BPNT Bakal Dicabut

Pendukung Gerakan Non Tunai

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN - Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Eko P Budisantoso menegaskan, jika selama 30 hari keluarga penerima manfaat (KPM) tidak melakukan transaksi sejak masuknya bantuan dana ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), maka akan dicabut penggunaannya.

Hal ini merujuk dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/2016 tentang Ketentuan Hibah Bantuan Sosial. “Jadi, KPM yang tidak menggunakan dengan baik, akan kita evaluasi. Dan kita maunya penerima ini tepat sasaran, karena bantuan ini secara stimulan diberikan setiap tanggal 25. Dan bantuan ini tentunya untuk membantu prekonomian KPM dalam kebutuhan sehari-hari. Dan jika tidak ada transaksi, yah akan dicabut dan mencari KPM lain, atau yang sangat membutuhkan,” tegas Eko.

Tak adanya penggunaan dana sesuai ketentuan, lanjut Eko, dicurigai dana tersebut tidak tersalurkan. Dampaknya akan menjadi temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Makanya saya selalu mengedukasi para KPM sebanyak 5.900 kuota dan disarankan sebaiknya setiap ada dana yang masuk ke KKS untuk digunakan membeli beras maupun telur,” jelasnya.

Dan jika ada KPM, yang tidak mau menggunakan semua dana yang masuk. Dalam artian selalu meyimpan atau menumpuk dana tersebut maka itu yang bisa jadi temuan. “Misalnya dana masuk Rp 110 ribu. Lalu beli telur Rp 10 ribu. Itu tidak apa-apa. Karenakan nominal pemberiannya Rp 110 ribu. Karena jika tidak ada transaksi, diduga mereka sudah meninggal dunia, atau tidak sungguh-sungguh memanfaatkan KKS BNPT dengan baik,” katanya.

Jika ditemukan tidak ada transaksi, maka selanjutnya Dinsos akan melakukan pergantian terhadap penerima KKS BNPT. “Untuk kepesertaan setiap bulan kita update terus. Jadi, setiap bulan itu kalau mereka tidak menaati aturan kita langsung coret. Dan daftar penggantinya akan dicari,” imbuhnya.

Tarakan akhirnya menjadi satu-satunya daerah di Kaltara, yang dipercaya Kementerian Sosial dalam program pemerintah pusat, berupa bantuan pangan non tunai (BPNT) tahun ini, dengan kuota sebanyak  5.900 untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

BPNT sendiri mulai disosialisasikan sejak Selasa (17/4). Program dari Kementerian Sosial ini merupakan pengganti beras sejahtera (rastra) yang sudah ditiadakan sejak April.

Adapun program KKS BNPT ini, di mana pemerintah pusat memberikan voucher setiap bulannya kepada KPM sebesar Rp 110 ribu per rumah tangga. Yang dapat ditukarkan dengan bahan pangan seperti beras dan telur. Ada pun besaran, disesuaikan dengan harga beras rastra yang diterima sebelumnya sebanyak 10 kilogram setiap KPM per bulan.

Bantuan itu dapat diambil di 17 E-Warung yang tersebar di seluruh Tarakan. (lihat grafis).

Sementara itu di sisi lain,  Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan akan ketersediaan beras yang akan dinikmati KPM BNPT ini. Mulai dari beras medium maupun premium.

“Kalau persiapannya, kami sudah siap. Kami menunggu perintah saja karena kami sebagai regulator. Jadi memang di Kaltara BPNT ini dimulai bulan empat. Kalau Januari sampai Maret kan masih beras,” tutur Kepala Kantor Bulog Sub Divre Tarakan, Pengadilan Lubis, Rabu (18/2).  

Menurutnya, stok beras yang ada di gudang Bulog Tarakan, lebih dari cukup. Bahkan, diperkirakannya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltara dalam jangka waktu hingga dua tahun. Sehingga KPM tidak perlu khawatir akan ketersediaan beras.

Ia berharap program ini bisa segera berjalan. Karena tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tapi juga bisa menekan inflasi harga beras menjelang Ramadan dan hari raya Idul Fitri. “Kalau sudah dibagi ini, KPM tidak beli beras lagi. Jadi Insya Allah bisa menekan harga inflasi,” harapnya.

Mengenai harga, pihaknya memberlakukan sesuai ketetapan pemerintah. Misalnya untuk beras medium seharga Rp 9.950 per kg. Sedangkan untuk beras premium Rp 11.500 per kg.

Sementara itu, bank Bank BNI selaku penyedia kartu keluarga sejahtera bantuan pangan non tunai (KKS-BPNT) juga memastikan telah menyiapkan kartunya untuk didistribusikan kepada BPM. Hanya saja yang masih diantisipasi yakni jaringan internet yang tidak stabil. Karena penggunaan KKS BPNT sangat bergantung pada penyediaan jaringan telekomunikasi oleh provider.

“Tarakan ini kan terkait dengan jaringan. Sedangkan kami ini basisnya sangat bergantung dengan jaringan,” kata Kepala Bank BNI Cabang Tarakan, Novacristo.

Mengenai penggunaan kartunya, Novacristo memastikan cukup mudah untuk digunakan. Sebab, penggunaannya kurang lebih seperti kartu anjungan tunai mandiri (ATM). Hanya saja ia meminta masyarakat tidak lupa dengan nomor PIN, karena selalu digunakan setiap transaksi.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Kaltara, Hendik Sudaryanto mendukung progam ini sebagai bagian dari program BI dalam mendukung program pembayaran non tunai (e-money).

“Ini adalah mendukung program non tunai itu sendiri. Kami sedang dalam proses dengan Pemerintah Daerah untuk melakukan kerjasama mengenai kegiatan non tunai di Kaltara ini,” tuturnya

PKH KINI GUNAKAN REKENING

Program Keluarga Harapan (PKH) tahun ini telah didapatkan sebanyak 3.298 peserta, dengan jumlah reguler sebanyak 2.058 dan perluasan sebanyak 1.240 peserta. Perserta reguler merupakan data awal, dan setelah ditambahkan didapati jumlah kuota bertambah.

“Pemerintah menambahkan kuota dari kuota awal itu. Jadi memang jumlahnya mencapai 3 ribu peserta,” kata Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Tarakan Eko P Budisantoso.

PKH memang setiap tiga bulannya dilakukan evaluasi dan verifikasi dan validasi (verivali) data kepesertaan. Data ini bersifat dinamis, dan sewaktu-waktu bisa berubah sesuai dengan kondisi yang terjadi di lapangan. “Penyalurannya harus by name by adress, sesuai dengan ketentuan. Kalau tidak bisa jadi berpotensi menjadi suatu temuan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator PKH Kota Tarakan Musdalifah mengatakan pihaknya mendapatkan dana bantuan sebesar Rp 1.890.000 setiap keluarga dalam satu tahun dan dibagi dalam empat tahapan. Tahap pertama telah disalurkan, dan tahap kedua rencananya dalam Juli mendatang.

“Tahap satu sudah, tinggal menunggu tahap tiga. Kalau dibagi empat tahap, berarti satu tahapnya dapat Rp 472.500,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala PT Pos Indonesia Cabang Tarakan Ujang Samsul Bahri mengatakan, tahun ini pihaknya tidak lagi ikut dalam penyaluran dana tersebut. Pihaknya tidak mengikuti tender penyaluran PKH. Kewenangan penyaluran PKH sudah tidak lagi menggunakan PT Pos Indonesia. “Mulai tahun ini, kami tidak ikut tender ke pemerintah untuk ikut pembayaran,” tuturnya.

Jadi penyaluran sekarang memang sudah lewat bank mitra, karena kemungkinan ada kendala. Karena ingin programnya menggunakan rekening, untuk memudahkan. Yang berada di daerah pedalaman juga kemungkinan akan sangat repot jika harus datang lagi ke kantor Pos.

Kan menghitung ongkosnya lagi, jadi mungkin lebih mudah kalau langsung lewat rekening,” tambahnya.

Pihaknya memang awalnya menggunakan rekening, tetapi yang tidak berbunga. Padahal sudah tiga tahun Pos melayani penyaluran PKH, dan terakhir pada bulan Januari ini harus mengembalikan dana sisa beserta bunganya. Padahal pihaknya memiliki rekening tanpa bunga.

“Itu memang menjadi kendalanya, jadi kami memang tidak mengikuti tender tahun ini,” pungkasnya. (eru/*/shy/*/naa/lim/nri)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .