MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 April 2018 14:52
Modal Rp 400 Ribu, Pelaku Upal Untung Rp 13 Juta
TERDAKWA: Tampak kedua pelaku pemalsuan uang rupiah saat berada di kursi pesakitan di PN Tanjung Selor Kelas II, mendengarkan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). SAMSUL UMARDHANY/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dua pelaku pembuat dan pengedar uang palsu (upal), yakni Rudianto (23) dan Edi Rianto (24) yang berhasil diungkap Polres Bulungan Januari lalu akhirnya menjalani sidang perdananya.

Sidang yang digelar Rabu (18/4) itu bertempat di Ruang Sidang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dikatakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulungan Erich Folanda melalui Kasi Intelejen Denny Iswanto, kedua warga Kalimantan Timur (Kaltim) itu didakwa telah melakukan dan mengedarkan, serta membelanjakan rupiah yang diketahuinya merupakan rupiah palsu. Dalam dakwaan yang dibacakan JPU, pelaku dijerat pasal 26 ayat (3).

“Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 36 ayat (3) juncto pasal 26 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang juncto pasal 55 ayat (1) kesatu KUHP,” sebutnya saat dikonfirmasi usai persidangan.

Pemalsuan tersebut kata dia, mulai dilakukan sekira September 2017 lalu. Saat terdakwa Edi Rianto yang diketahui warga Desa Lebak Mantan, RT 002, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim itu berada di rumah indekosnya di Balikpapan dalam kondisi tidak mempunyai pekerjaan.

“Saat itu ia memiliki ide memalsukan uang rupiah dengan awal membeli sebuah printer yang ia temukan di Facebook dengan harga Rp 400 ribu, kemudian setelah itu terdakwa mencoba membuat upal dengan cara mencetak, yaitu memfotokopi uang asli dengan mode warna pada kertas HVS warna putih,” bebernya.

Setelah melihat hasilnya yang cukup baik, kata Denny, terdakwa menggunting hasil fotokopi tersebut dengan ukuran yang sama dengan uang rupiah asli. Setelah merasa puas, terdakwa kemudian menghubungi Rudianto warga Dusun Pulomas, RT 011 Buana Jaya Tenggarong Seberang, Kabupaten Kukar, Kaltim, untuk bersepakat membuat upal yang lebih banyak.

“Saat itu disetujui oleh Rudianto. Mulai saat itu mereka memalsukan uang asli nominal Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu untuk difotokopi dengan printer, yang mana hasilnya digunting meyerupai uang asli, hingga mereka membuat upal sebanyak Rp 50 juta,” bebernya.

“Kemudian mereka berniat menggunakannya untuk berbelanja, dengan cara melakukan perjalanan dari Balikpapan hingga Malinau dan sebaliknya, dalam perjalanan mereka berbelanja barang kecil pada warung-warung kecil yang ada di sepanjang perjalanan. Dengan demikian mereka mendapat keuntungan dari kembalian,” sambungnya.

Lanjut dikatakannya, sebagaimana kesepakatan awal, keduanya yang saat itu telah sampai di Malinau, telah mendapatkan keuntungan uang asli sekira Rp 13 juta. “Sekira Rp 5 juta untuk biaya perjalanan mereka, sisanya sekira Rp 7 juta disimpan dalam tas yang dibawa oleh terdakwa Rudianto,” sebutnya.

Setelah selesai di Malinau, tepatnya 29 Januari 2018, keduanya hendak kembali ke Kota Balikpapan. Dalam perjalanan pulang, tetap mereka lakukan aksi yang sama seperti sebelumnya, yaitu berbelanja di warung kecil.

“Mereka sempat mampir di warung yang ada di Jalan Poros Desa Panca Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara. Saat di sinilah mereka ketahuan, pemilik warung yaitu Roimah menyadari uang yang ia dapatkan adalah upal. Sempat dipanggil, tapi Rudianto yang membeli saat itu keburu lari menaiki sepeda motor yang di atasnya sudah siap Edi Rianto untuk tancap gas,” bebernya.

Akhirnya, saksi langsung menginformasikan kepada pihak kepolisian, yang selanjutnya berhasil mendapatkan ciri sepeda motor yang kedua pelaku gunakan. Tak berselang lama, dilakukan razia kendaraan di sekitar Tanjung Palas.

“Beberapa lama datang kendaraan roda dua, merek Satria FU 150 warna hitam dengan KT 3867 YE yang dikendarai para terdakwa, melihat ciri-ciri keduanya berdasarkan informasi masyarakat dan diminta berhenti untuk dilakukan pemeriksaan,” urainya.

Setelah pemeriksaan, petugas berhasil menemukan 13 lembar upal  pecahan Rp 50 ribu dengan seri ECK491540, 13 upal pecahan Rp 50 ribu dengan seri ECK491541, 12 lembar upal pecahan Rp 50 ribu seri OAN252417, 166 lembar upal pecahan Rp 50 ribu dengan seri EBQ946199, 85 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dengan seri BAD677753, 87 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dengan seri BAD677641 dan 85 lembar upal pecahan Rp 100 ribu dengan seri DAK019942.

“Mereka pun diproses oleh pihak kepolisian dan berlanjut hingga ke persidangan, karena hari ini (kemarin, Red) belum ada saksi yang dihadirkan, maka saksi akan kita hadirkan pada persidangan berikutnya. Setidaknya ada tiga saksi yang akan dihadirkan,” tutupnya.

Sementara itu, dikatakan Majelis Hakim PN Tanjung Selor yang diketui Ahmad Syarif mengatakan, dikarenakan belum ada saksi yang dihadirkan, maka persidangan ditunda selama sepekan. “Jadi 25 April 2018 sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi,” pungkasnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:50

Kursi Kepala Bappeda Tak Diminati

TANJUNG SELOR - Pendaftaran dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:49

Pekan Depan KUA-PPAS Dibahas

TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:48

Nilai Ekspor SDA Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian akan memproyeksikan jumlah produksi…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan

TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:46

KPU Belum Terima Laporan Masyarakat

TANJUNG SELOR – Hampir 10 hari pasca ditetapkannya bakal calon legislatif (bacaleg) sebagai daftar…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:24

Bravo...!!! Polda Berhasil Ungkap Jaringan Perampok Tambak

TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Polda Kaltara berhasil mengungkap pelaku perampokan di wilayah Kaltara,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:48

KNKT Rekomendasikan Mesin Tempel Diganti

TANJUNG SELOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut…

Senin, 20 Agustus 2018 20:43

Bandara Jadi Terhambat, Pemilik Lahan Bantah Tak Miliki Sertifikat

TANJUNG SELOR – Permasalahan pembebasan lahan masyarakat yang bersinggungan dengan proyek perpanjangan…

Senin, 20 Agustus 2018 17:18

Tambang Emas Ilegal Sekatak Masih Beroperasi

TANJUNG SELOR - Masalah pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak yang hingga kini masih beroperasi…

Senin, 20 Agustus 2018 17:17

Libatkan Akademisi Kembangankan Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR - Sebagai upaya membuat dan menciptakan petani yang memiliki wawasan dan intelektual yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .