MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:33
JIJIK..!! Sampah Ditumpuk meski Melebihi Kapasitas

Pengerjaan Proyek TPA yang Baru Terhenti

MENGGUNUNG: Aktivitas TPA Hake Babu tumpukan yang semakin hari semakin meninggi, terlihat salah satu alat berat yang ada di lokasi mengeruk tumpukan sampah, Minggu (15/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, align="left">TARAKAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan Tak punya pilihan lain. Sampah-sampah tetap akan ditumpuk di tempat pemrosesan akhir (TPA) Hake Babu Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat. Meski sudah over kapasitas. Akibatnya, sampah yang ditumpuk merembet ke badan jalan hingga ke rumah-rumah warga sekitar.

Kepala UPT TPA Hake Babu, Abdul Muin membenarkan kondisi over kapasitas tempat dikumpulnya sampah-sampah di Bumi Paguntaka. Namun karena belum tersedianya TPA baru, sehingga berapa banyak pun sampah yang masuk ke TPA  tetap harus ditampung.

“Rerata hasil sampah masyarakat itu hampir 120 ton per hari, kami harus siap tampung. Karena mau di buang ke mana lagi, kalau bukan ke TPA Hake Babu,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Luas lahan TPA Hake Babu ini hanya sekitar empat hektare, itu pun tidak sepenuhnya semata-mata hanya untuk menampung sampah. Dua hektare di antaranya diperuntukkan untuk menampung sampah, sisanya penghijauan dan bangunan kantor termasuk dan juga lahan parkiran.

Dari pantauan Radar Tarakan, jika melintas di daerah TPA ini, terlihat tumpukan sampah yang menjulang tinggi. Hal tersebut salah satu upaya untuk mengatasi agar sampah-sampah yang masuk setiap harinya tetap dapat tertampung.

“Kalau ada space kosong, kami kerahkan ke sana. Tapi memang sangat terbatas, pintar-pintar mengatur. Entah itu dinaikkan terus dengan ditinggikan atau bagaimana supaya tetap muat,” bebernya.

Apalagi sampah dari masyarakat terus meningkat. Tahun sebelumnya hanya kisaran 100 ton per hari. Namun saat ini hampir mendekati angka 120 ton per hari. Tentu sudah saatnya pemerintah menyediakan TPA baru.

Diakui Muin, rencananya pemerintah memang akan dibangun satu TPA di Juata Laut, yang pembangunannya bertahap. Dalam tahap pertama digunakan lahan seluas 9,5 hektare. “TPA kita yang sekarang saja bisa digunakan bertahun-tahun, apalagi seluas TPA yang baru,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan TPA Hake Babu, TPA yang sementara dalam tahap pengerjaan ini akan dirancang sedemikian rupa agar lebih ramah lingkungan. Namun pengerjaan TPA baru ini, mulai dikerjakan sehak tahun lal dan rencananya dilanjutkan tahun ini. Tetapi karena keterbatasan anggaran  tahun ini pengerjaan proyek dihentikan. Sebab dana yang dikucurkan melalui  APBN. “Kita sudah mengajukan anggaran ke pusat, disetujui atau tidak pusat yang menentukan,” katanya.

Rencananya pembuatan TPA baru, akan dilanjutkan pada  2019 mendatang. Sehingga pihaknya lebih fokus dan mengupayakan agar sampah-sampah masyarakat tetap bisa tertampung di TPA Hake Babu  lebih dulu hingga nantinya TPA di Juata Laut selesai dan siap pakai.

“Berarti masih satu tahun ke depan, kami tetap berupaya bagaimana sampah-sampah bisa tetap tertampung,” bebernya.

Menyoal upaya daur ulang sebenarnya sudah dikerahkan petugas penjemput sampah dengan memilah sampah. Sehingga sampah yang masuk di TPA sebanyak 120 ton itu, sebagian besar merupakan residu. Sementara di TPA pun dilakukan pengelolaan sampah kisaran 300 hingga 400 kilogram per hari menjadi pupuk kompos.

“Sudah ada pengelolaan tapi belum maksimal. Di depo juga petugasnya inisiatif memilah sampah,” jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Muin juga menuturkan permasalahan sampah bukan semata-mata hanya tanggung jawab dari pemerintah. Tetapi masyarakat pun ikut terlibat dengan mengurangi sampah. Dengan harapan meskipun TPA sudah over kapasitas, tetapi tetap dapat dimanfaatkan lebih lama.

“Jadi harus  bersinergi antara pemerintah dan masyarakat karena lahan kita terbatas. Kita imbau penggunaan 3R yakni, reuse, reduce dan recycle,”  tuturnya.

DAMPAK PROYEK TPA BARU MERESAHKAN WARGA

Pembangunan TPA  di Bukit Indah Kelurahan Juata Laut ini masih menuai pro dan kontra masyarakat setempat. Sebab mereka hingga kini belum menemukan solusi dan tanggapan dari Pemkot Tarakan, terutama persoalan yang dialami warga RT 13, Kelurahan Juata Laut.

Persoalan ini sebenarnya sudah mencuat sejak wacana pembuatan TPA di Jalan Bukit Indah, Juata Laut. Seiring berjalannya waktu, warga pun mulai pasrah dengan beberapa solusi yang ditawarkan pemkot.

Ketua RT 13, Kelurahan Juata Laut, Mathius Pongsibidang mengatakan, akibat proyek TPA baru yang sudah berjalan ditakutkan akan mencemari mata air yang selama ini digunakan warga. Sehingga Pemkot Tarakan menyarankan untuk melakukan pemasangan PDAM khususnya warga RT 13 dan RT 19. Namun sejauh ini, khusus RT 13 baru 30 rumah yang sudah terpasang PDAM, dari 350 rumah.

Tak hanya itu, dampak lainnya yang dirasakan warga juga saat hujan. Pasir dari lahan proyek, merembet turun dan memenuhi lahan perkebunan  milik warga bahkan memenuhi badan jalan. Sejak lama keluhan tersebut disampaikan ke pemerintah, hingga saat ini belum mendapatkan jawaban beserta solusinya. “Tanaman kami jadi mati, jalanan tidak bisa dilewati kendaraan. Warga sejak dulu minta solusi, tapi dari pemerintah belum memberikan solusi,” beber Mathius.

Sebelumnya pemerintah berkomitmen siap bertanggung jawab jika ke depannya ada dampak yang ditimbulkan dari proyek ini. Namun hingga saat ini, pemerintah belum dapat memberikan solusi dari dampak proyek pembangunan TPA ini.

“Kami bilang tidak apa-apa dibangun di sini, kami cium baunya. Tapi penggantian kerusakan karena dampak dari proyek belum direalisasikan pemerintah,” terangnya.

Tak kunjung mendapatkan solusi membuat warga kecewa. Sebagian ingin segera mendapatkan penggantian atau solusi, sebagian pula meminta proyek segera ditutup.

“Terserah dari pemerintah mau lanjut atau tidak, atau disetop. Tapi kan sudah ada warga yang menikmati air, jadi semoga lah cepat ada solusinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan TPA baru memang masih dalam pekerjaan. Tetapi jika memang TPA yang lama masih dapat digunakan, maka pihaknya tetap memakainya. “Jika memang belum dalam keadaan emergensi, tentu masih bisa digunakan,” ujarnya.

Tetapi jika memang sangat darurat, dan telah ditetapkan TPA baru, mau tidak mau harus ditinggalkan dan menggunakan yang baru. Jika masih memungkinkan lalu bisa didaur ulang, posisinya ke yang baru, tetap harus menggunakan yang lama.

“Menggunakan TPA baru tentu harus di kaji terlebih dahulu, jika posisi yang baru ini beroisiko tetap harus gunakan yang lama dahulu,” ujarnya. (*/one/*/naa/nri)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:46

XC Race Lombakan Empat Kelas

DALAM pelaksanaan XC Race pada Desember mendatang di Bumi Paguntaka, akan ada dua kategori. Yakni kategori…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:53

Segarkan Harimu dengan Manisnya Es Krim

Siapa sih yang tidak kenal dengan es krim? Meski sudah ada sejak dahulu, sensasi es krim tidak pernah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:51

Sate Es Krim

Tidak hanya daging dan buah yang dibuat sate. Ternyata es krim juga bisa loh. Selain bentuknya yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:50

Es Krim Cokelat

Nah biasanya untuk mendapatkan rasa cokelat, kita menggunakan perasa cokelat. Tapi pada es krim cokelat…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:47

Jalur Sepeda Harus Dihidupkan Kembali

TARAKAN – Jalur sepeda di Bumi Paguntaka perlu dihidupkan kembali. Hal itu pula yang disampakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:43

Road Race di PON Papua Masih Tanda Tanya

TARAKAN – Sekitar 50 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:41

Tim YFR Naik Podium Pertama di Latber Time Rally

TARAKAN –Latihan Bersama (Latber) Time Rally Wisata 2018 yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .