MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:29
Lihat Nih, Tumpukan Sampah di Hake Babu, BIKIN NGERI
DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tumpukan sampah-sampah yang berada di TPA Hake Babu Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat yang over kapasitas, ternyata berimbas ke masyarakat sekitar. Kondisi ini tentu membuat warga sekitar tidak nyaman dan bisa saja kondisi kesehatan akan terganggu.

Hal tersebut diungkapkan, salah seorang dokter di Tarakan, dr. Tri Astuti Sugiatmi bahwa masyarakat yang lama tinggal di sekitar TPA tentu bisa terpengaruh kesehatannya karena banyak faktor. Terutama  lingkungannya yang banyak sekali lalat-lalat yang berkumpul.

“Jikalau sudah begitu, lalu saat makan tidak cuci tangan pakai sabun, sementara makanan terbuka, maka banyak yang dapat ditularkan oleh lalat,” katanya.

Lalat dan juga nyamuk juga datang bukan tanpa sebab, tumpukan sampah-sampah seperti botol air mineral, gelas plastik yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk dan bisa jadi penularan nyamuk semakin tinggi.

“Kalau sampah ditumpuk terus apalagi jika sudah hujan turun terus menerus, pasti bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat,” ujarnya.

Selain itu juga, bisa terjadi beberapa penyakit kulit, jika kurang dalam penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Rata-rata akan terjangkit penyakit berbasis lingkungan. Karena memang, tinggal di daerah TPA harus diimbangi dengan penerapan PHBS yang ketat.

“PHBS harus ditingkatkan, kalau sampai tidak dilakukan pasti akan gampang terjangkit oleh penyakit,” tuturnya.

PHBS sendiri dapat dipraktekkan melalui kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan, mengola makanan, maupun sehabis buang air. Selain itu juga pengelolaan air minum dan makanan yang memenuhi syarat, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair yang memenuhi standar, dan memberantas jentik nyamuk.

“Mereka harus paham, bahwa lingkungan mereka itu sangat rentan terjangkit. Jadi kalau sampai lengah, bisa gampang terjangkit,” ungkapnya.

Penerapan yang ketat maksudnya yakni salah satu cara adaptasi dengan situasi dan kondisinya yang sudah beresiko. Dalam arti, jika memang belum memungkinkan untuk mengubah pola hidup seperti itu, minimal ada cara untuk mengurangi risikonya. (*/naa/nri)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .