MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:29
Lihat Nih, Tumpukan Sampah di Hake Babu, BIKIN NGERI
DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tumpukan sampah-sampah yang berada di TPA Hake Babu Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat yang over kapasitas, ternyata berimbas ke masyarakat sekitar. Kondisi ini tentu membuat warga sekitar tidak nyaman dan bisa saja kondisi kesehatan akan terganggu.

Hal tersebut diungkapkan, salah seorang dokter di Tarakan, dr. Tri Astuti Sugiatmi bahwa masyarakat yang lama tinggal di sekitar TPA tentu bisa terpengaruh kesehatannya karena banyak faktor. Terutama  lingkungannya yang banyak sekali lalat-lalat yang berkumpul.

“Jikalau sudah begitu, lalu saat makan tidak cuci tangan pakai sabun, sementara makanan terbuka, maka banyak yang dapat ditularkan oleh lalat,” katanya.

Lalat dan juga nyamuk juga datang bukan tanpa sebab, tumpukan sampah-sampah seperti botol air mineral, gelas plastik yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk dan bisa jadi penularan nyamuk semakin tinggi.

“Kalau sampah ditumpuk terus apalagi jika sudah hujan turun terus menerus, pasti bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat,” ujarnya.

Selain itu juga, bisa terjadi beberapa penyakit kulit, jika kurang dalam penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Rata-rata akan terjangkit penyakit berbasis lingkungan. Karena memang, tinggal di daerah TPA harus diimbangi dengan penerapan PHBS yang ketat.

“PHBS harus ditingkatkan, kalau sampai tidak dilakukan pasti akan gampang terjangkit oleh penyakit,” tuturnya.

PHBS sendiri dapat dipraktekkan melalui kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan, mengola makanan, maupun sehabis buang air. Selain itu juga pengelolaan air minum dan makanan yang memenuhi syarat, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair yang memenuhi standar, dan memberantas jentik nyamuk.

“Mereka harus paham, bahwa lingkungan mereka itu sangat rentan terjangkit. Jadi kalau sampai lengah, bisa gampang terjangkit,” ungkapnya.

Penerapan yang ketat maksudnya yakni salah satu cara adaptasi dengan situasi dan kondisinya yang sudah beresiko. Dalam arti, jika memang belum memungkinkan untuk mengubah pola hidup seperti itu, minimal ada cara untuk mengurangi risikonya. (*/naa/nri)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 20:38

Berbahaya bagi Kesehatan dan Tumbuh Kembang

Tidak lagi bisa dipungkiri, saat ini gadget sudah jadi bagian dari gaya hidup. Tanpa gadget, bagai sayur…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:50

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:48

UMK Akan Dibahas Awal November

TARAKAN - Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, upah akan selalu…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:44

Baliho Tak Sesuai Aturan Bisa Memicu Konflik

TARAKAN – Ramai ditemui baliho calon legislatif yang tidak sesuai aturan, tidak hanya merusak…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:35

Rasa Sedikit Asam dan Lebih Segar

Letak dan kondisinya sangat cocok dengan habitat lebah kelulut. Dinas Lingkungam Hidup (DLH) Tarakan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:08

Pemuda Wajib Kontrol Hoaks

TARAKAN - Tahun depan Indonesia kembali akan menggelar pemilu serentak. Jauh sebelum berlangsungnya…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:06

Parkir di Gorong-Gorong, Truk Terperosok

TARAKAN - Jumat (19/10) sekira pukul 09.00 WITA, sebuah truk di Jalan Kamboja RT 43, Kelurahan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:01

Legitnya Khas Bandung dari Olahan Ikan Tenggiri

BEBERAPA makanan nusantara yang menggunakan bahan utama dari ikan tenggiri. Di antaranya batagor, siomay,…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:58

Siomay

Siomay ini disajikan bersama dengan bahan lainnya seperti kol, kentang, pare, telur, tahu bakso, yang…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:57

Batagor

Bakso tahu goreng alias batagor, yang di atasnya disiram dengan bumbu saus kacang. Dilengkapi dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .