MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:29
Lihat Nih, Tumpukan Sampah di Hake Babu, BIKIN NGERI
DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tumpukan sampah-sampah yang berada di TPA Hake Babu Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat yang over kapasitas, ternyata berimbas ke masyarakat sekitar. Kondisi ini tentu membuat warga sekitar tidak nyaman dan bisa saja kondisi kesehatan akan terganggu.

Hal tersebut diungkapkan, salah seorang dokter di Tarakan, dr. Tri Astuti Sugiatmi bahwa masyarakat yang lama tinggal di sekitar TPA tentu bisa terpengaruh kesehatannya karena banyak faktor. Terutama  lingkungannya yang banyak sekali lalat-lalat yang berkumpul.

“Jikalau sudah begitu, lalu saat makan tidak cuci tangan pakai sabun, sementara makanan terbuka, maka banyak yang dapat ditularkan oleh lalat,” katanya.

Lalat dan juga nyamuk juga datang bukan tanpa sebab, tumpukan sampah-sampah seperti botol air mineral, gelas plastik yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk dan bisa jadi penularan nyamuk semakin tinggi.

“Kalau sampah ditumpuk terus apalagi jika sudah hujan turun terus menerus, pasti bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat,” ujarnya.

Selain itu juga, bisa terjadi beberapa penyakit kulit, jika kurang dalam penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Rata-rata akan terjangkit penyakit berbasis lingkungan. Karena memang, tinggal di daerah TPA harus diimbangi dengan penerapan PHBS yang ketat.

“PHBS harus ditingkatkan, kalau sampai tidak dilakukan pasti akan gampang terjangkit oleh penyakit,” tuturnya.

PHBS sendiri dapat dipraktekkan melalui kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan, mengola makanan, maupun sehabis buang air. Selain itu juga pengelolaan air minum dan makanan yang memenuhi syarat, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair yang memenuhi standar, dan memberantas jentik nyamuk.

“Mereka harus paham, bahwa lingkungan mereka itu sangat rentan terjangkit. Jadi kalau sampai lengah, bisa gampang terjangkit,” ungkapnya.

Penerapan yang ketat maksudnya yakni salah satu cara adaptasi dengan situasi dan kondisinya yang sudah beresiko. Dalam arti, jika memang belum memungkinkan untuk mengubah pola hidup seperti itu, minimal ada cara untuk mengurangi risikonya. (*/naa/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .