MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:29
Lihat Nih, Tumpukan Sampah di Hake Babu, BIKIN NGERI
DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Tumpukan sampah-sampah yang berada di TPA Hake Babu Kelurahan Karang Harapan Tarakan Barat yang over kapasitas, ternyata berimbas ke masyarakat sekitar. Kondisi ini tentu membuat warga sekitar tidak nyaman dan bisa saja kondisi kesehatan akan terganggu.

Hal tersebut diungkapkan, salah seorang dokter di Tarakan, dr. Tri Astuti Sugiatmi bahwa masyarakat yang lama tinggal di sekitar TPA tentu bisa terpengaruh kesehatannya karena banyak faktor. Terutama  lingkungannya yang banyak sekali lalat-lalat yang berkumpul.

“Jikalau sudah begitu, lalu saat makan tidak cuci tangan pakai sabun, sementara makanan terbuka, maka banyak yang dapat ditularkan oleh lalat,” katanya.

Lalat dan juga nyamuk juga datang bukan tanpa sebab, tumpukan sampah-sampah seperti botol air mineral, gelas plastik yang bisa menjadi tempat perindukan nyamuk dan bisa jadi penularan nyamuk semakin tinggi.

“Kalau sampah ditumpuk terus apalagi jika sudah hujan turun terus menerus, pasti bisa menjadi sarang nyamuk dan lalat,” ujarnya.

Selain itu juga, bisa terjadi beberapa penyakit kulit, jika kurang dalam penerapan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). Rata-rata akan terjangkit penyakit berbasis lingkungan. Karena memang, tinggal di daerah TPA harus diimbangi dengan penerapan PHBS yang ketat.

“PHBS harus ditingkatkan, kalau sampai tidak dilakukan pasti akan gampang terjangkit oleh penyakit,” tuturnya.

PHBS sendiri dapat dipraktekkan melalui kebiasaan mencuci tangan dengan sabun setiap kali akan makan, mengola makanan, maupun sehabis buang air. Selain itu juga pengelolaan air minum dan makanan yang memenuhi syarat, menggunakan air bersih, menggunakan jamban sehat, pengelolaan limbah cair yang memenuhi standar, dan memberantas jentik nyamuk.

“Mereka harus paham, bahwa lingkungan mereka itu sangat rentan terjangkit. Jadi kalau sampai lengah, bisa gampang terjangkit,” ungkapnya.

Penerapan yang ketat maksudnya yakni salah satu cara adaptasi dengan situasi dan kondisinya yang sudah beresiko. Dalam arti, jika memang belum memungkinkan untuk mengubah pola hidup seperti itu, minimal ada cara untuk mengurangi risikonya. (*/naa/nri)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 14:19

Buruh Migran Dicegat via Jalur Seksi

ASRIDADI (25) tergiur dengan iming-iming gaji dari salah seorang calo buruh migran di Sebatik.…

Senin, 22 Oktober 2018 14:17

Memicu Pelanggaran Hukum

PELAKU kejahatan yang ditangani Polres Tarakan tidak hanya melibatkan orang dewasa saja, namun terdapat…

Senin, 22 Oktober 2018 14:16

Lepas Stres, Pendatang Diberi Pilihan Ikut atau Tidak

Hubei Polytechnic University di Negeri Tirai Bambu, memang memiliki ragam mahasiswa yang berasal dari…

Senin, 22 Oktober 2018 14:14

Delapan Tahun Putus Komunikasi dengan Orangtua

TARAKAN – Sebanyak 88 buruh migran Indonesia, Kamis (18/10) dipulangkan melalui Pelabuhan Tunon…

Senin, 22 Oktober 2018 13:49

Oknum Polres Terancam Dipecat

TARAKAN- Akibat terjerat kasus narkotika, salah seorang oknum Polres Tarakan berinisial SS saat ini…

Senin, 22 Oktober 2018 13:45

Enam Speedboat Disiagakan

TARAKAN - Jelang tahapan tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dilakukan oleh Pemprov Kaltara,…

Senin, 22 Oktober 2018 13:40

Krisis SMP Negeri

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tarakan nampaknya masih memikirkan krisisnya…

Senin, 22 Oktober 2018 13:37

Jembatan Alternatif Terancam Putus

TARAKAN – Tak hanya jalan di Gang Punti yang disoroti warga RT 16, Kelurahan Karang Harapan. Melainkan…

Senin, 22 Oktober 2018 13:34

Solar Tumpah, Jalan Licin Makan Korban

TARAKAN – Kemarin (21/10) pagi sekira pukul 09.00 Wita masyarakat RT 13 Kelurahan Kampung Empat…

Senin, 22 Oktober 2018 13:31

Bantuan Terakhir dari Kaltara Akhirnya Dikirim

TARAKAN - Sebanyak 19 ton bantuan masyarakat Kaltara yang terdiri atas sembako dan pakaian dikirim pada…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .