MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 14:17
Sanitasi Buruk, Buluh Perindu Dijadikan Pilot Project
PERCONTOHAN: Buluh Perindu direncanakan menjadi daerah percontohan perbaikan sanitasi yang anggarannya berasal dari Pemprov Kaltara. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Untuk menjamin kualitas air di sungai-sungai besar di Kalimantan Utara (Kaltara) seperti Sungai Kayan dan sungai di Sesayap, Sembakung dan Sebuku tetap aman. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara rutin melakukan pemeriksaan air yang sebagaian masyarakat manfaatkan untuk kehidupan sehari-hari dan sebagai air baku PDAM.

Sekretaris DLH Kaltara Nurhamdi mengatakan, pemeriksaan itu dilakukan per triwulan. Pasalnya, jangka waktu itu menurutnya sangat tepat dilakukan pemeriksaan. “Kita pemeriksaan rutin.Ya, per tiga bulan itu,” ungkapnya saat ditemui Radar Kaltara di ruang kerjanya.

Apalagi, lanjutnya, untuk di Sungai Kayan, pihaknya meyakini bahwa sungai itu masih aman dan tidak tercemar. Meski, diakui adanya beberapa kayu yang kerap memenuhi sungai tersebut. “Di sini tercemar bukan masalah kayunya. Namun, masalah kandungan zat kimianya,” jelasnya.

Hanya, tambahnya, pihaknya tetap memikirkan bagaimana sungai itu sejatinya tak hanya aman dari pencemaran. Melainkan, sampah-sampah kayu juga dapat diatasinya. “Soal sampah kayu memang kalau dari segi transportasi mengganggu. Mungkin nanti akan dikoordinasikan ke OPD lainnya untuk bersama menanganinya,” katanya.

Disinggung mengenai soal dana pemeriksaan, Nurhamdi mengatakan bahwa pihaknya dibantu dua sumber dana. Baik melalui APBN dan APBD. Artinya, meskipun tak secara rinci dijelaskan besaran anggarannya. Pihaknya meyakini pemeriksaan akan tetap aman. “Kita ada dana dari APBN dan APBD,” bebernya singkat.

Sementara, sebelumnya terkait pembersihan sungai sempat juga dilontarkan Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid. Di mana pihaknya saat ini tengah menganalisa tentang penanganan sampah-sampah yang bertebaran di sepanjang Sungai Kayan tersebut.

Diakuinya, keberadaan sampah tentu memberikan dampak luar biasa terhadap transportasi laut dan sungai. Pasalnya, semakin banyaknya sampah tentu motoris akan semakin sulit dalam memilih alur perjalanan. “Soal sampah di Sungai Kayan, saat ini kita sudah melakukan analisa. Analisa ini tentunya mempelajari tentang bagaimana sistem penganggaran dan metode dalam pembersihannya nanti,” ungkap Taupan.

Apalagi, lanjutnya, sumber sampah yang ada di Sungai Kayan bisa datang dari mana saja. Oleh karenanya, jangan sampai dalam pelaksanaan nanti tak sesuai dengan yang diharapkan. “Intinya di sini jangan sampai juga anggaran yang ada sampai sia-sia atau terbuang percuma. Sebab, semua harus ada pertanggung jawabannya,” ujarnya.

Di sisi lain, tambahnya, dalam proses analisa yang waktunya masih belum bisa diprediksi berapa lama. Taupan mengatakan bahwa bisa saja pihaknya akan meminta konsultan untuk menghitung tentang estimasi biaya yang akan dikeluarkannya dalam program pembersihan sungai tersebut. “Kita juga tak bisa sendiri dalam hal program kali ini. Tentunya, dengan mengajak instansi terkait lainnya untuk terlibat,” katanya.

“Atau bisa saja dalam pelaksanaan nanti minimal sebulan sekali dilaksanakan bersih-bersih sungai,” sambungnya.

Di samping itu juga, pihaknya menekankan kepada masyarakat ataupun perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan lainnya agar memiliki rasa peduli terhadap lingkungan. Salah satunya, tidak membuang sampah atau sisa kayu di sungai.

“Kejadian yang kemarin dapat menjadi pelajaran bersama. Mudahan dengan langkah tersebut nantinya dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan sungai,” harapnya. (omg/eza)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 16:50

Kursi Kepala Bappeda Tak Diminati

TANJUNG SELOR - Pendaftaran dua jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:49

Pekan Depan KUA-PPAS Dibahas

TANJUNG SELOR - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara), Marten Sablon…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:48

Nilai Ekspor SDA Akan Ditingkatkan

TANJUNG SELOR – Pemprov Kaltara melalui Biro Perekonomian akan memproyeksikan jumlah produksi…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:47

DPRD Minta Hasil Uji Beras Segera Dibeberkan

TANJUNG SELOR – Belum dibeberkannya hasil uji sampel dugaan beras plastik dari inspeksi mendadak…

Selasa, 21 Agustus 2018 16:46

KPU Belum Terima Laporan Masyarakat

TANJUNG SELOR – Hampir 10 hari pasca ditetapkannya bakal calon legislatif (bacaleg) sebagai daftar…

Selasa, 21 Agustus 2018 11:24

Bravo...!!! Polda Berhasil Ungkap Jaringan Perampok Tambak

TANJUNG SELOR - Jajaran Kepolisian Polda Kaltara berhasil mengungkap pelaku perampokan di wilayah Kaltara,…

Senin, 20 Agustus 2018 20:48

KNKT Rekomendasikan Mesin Tempel Diganti

TANJUNG SELOR - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merekomendasikan kapal yang mengangkut…

Senin, 20 Agustus 2018 20:43

Bandara Jadi Terhambat, Pemilik Lahan Bantah Tak Miliki Sertifikat

TANJUNG SELOR – Permasalahan pembebasan lahan masyarakat yang bersinggungan dengan proyek perpanjangan…

Senin, 20 Agustus 2018 17:18

Tambang Emas Ilegal Sekatak Masih Beroperasi

TANJUNG SELOR - Masalah pertambangan emas ilegal di Kecamatan Sekatak yang hingga kini masih beroperasi…

Senin, 20 Agustus 2018 17:17

Libatkan Akademisi Kembangankan Sektor Pertanian

TANJUNG SELOR - Sebagai upaya membuat dan menciptakan petani yang memiliki wawasan dan intelektual yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .