MANAGED BY:
RABU
20 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 13:27
Semangat Hidup, Jarum Infus Tak Berasa

Aryaquna, Penderita Infeksi Usus

ARYAQUNA: Bayi berusia 7 bulan ini tengah berjuang melawan sakitnya untuk bisa sembuh sediakala. MEGA RETNO WULANDARI/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Cobaan berat tengah menghampiri keluarga kecil Andi Baso dan Nita. Ya, putra semata wayang mereka Andi Agus Aryaquna kini tengah berjuang melawan sakit infeksi usus yang mengharuskan bayi berusia tujuh bulan ini dirawat intensif di RSUD Tarakan. Tubuh mungilnya kini tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik, sehingga Arya harus dibantu dengan cairan infus setiap hari. Berikut kisah lengkapnya.

MEGA RETNO WULANDARI

SEBELUMNYA Arya lahir dengan kondisi normal dan sehat, sebelum akhirnya didiagnosa menderita jantung bocor pada usia dua bulan, karena bayi Arya masih belum disarankan untuk melakukan tindakan operasi. Berbagai upaya pengobatan pun ditempuh Nita dan Andi guna kesembuhan Arya. Belum menunjukkan hasil maksimal, pada usia tiga bulan Arya kembali menderita sakit. Kali ini perubahan fisik Arya makin jelas, perutnya kembung dan berat badannya menurun.

Arya kembali didiagnosa menderita infeksi usus, yang diakibatkan usus terjepit sehingga mengganggu saluran pencernaannya. Tidak sanggup melihat kondisi Arya yang kian memburuk, Nita bersama suaminya memutuskan membawa anak kesayangannya ke Tarakan, untuk mendapatkan penanganan di RSUD Tarakan. 

“Sudah empat bulan Arya dirawat di RSUD Tarakan. Pertama dia didiagnosa jantung bocor tapi tidak disarankan operasi sama dokter, karena sebelum enam bulan biasanya itu bakal menutup sendiri karena masih bayi. Tapi karena perutnya tuh kembung sampai 40 centimeter, jadinya fokusnya menangani itu dulu, ” ujar Nita.

Infeksi usus yang diderita Arya mengakibatkan sebagian ususnya menghitam, sehingga dokter harus mengambil tindakan operasi. Selama empat bulan ini, Arya sudah melewati enam kali operasi. Sampai akhirnya pada tubuh mungilnya, dokter membuatkan saluran colostomy di perutnya guna membantu pencernaan Arya pasca operasi pemotongan tiga ruas usus yang menghitam.

“Arya dibuatkan colostomy saluran pembuangan lewat perut. Arya punya anus hanya saja karena kembung jadi ususnya terlilit, jadi ada tiga ruas usus yang dipotong karena penyerapannya dikit, tapi untuk sementara aja,” tambahnya.

Selama perawatan di rumah sakit Arya hanya terbaring di kasurnya, meski  sudah berusia tujuh bulan sejauh ini Arya belum bisa bergerak seperti bayi seusianya. Meski saat ini menderita sakit yang cukup parah, bayi yang lahir 24 Agustus 2017 ini seolah bersemangat untuk sembuh. Tubuhnya seolah tidak merasa sakit meski ditusuk jarum infus berulang kali.

“Saya sudah serahkan semua perawatan terbaik untuk Arya kepada dokter, bahkan di operasinya yang ketiga saya hanya diberi harapan 20 persen, karena saat itu kondisi Arya sangat drop , tapi alhamdulilah dia bisa melewatinya, bahkan dia sudah terbiasa dengan jarum infus, tidak pernah rewel sama sekali itulah yang jadi semangat saya untuk Arya kembali sembuh,” curhatnya.

 

Layaknya bayi normal, nafsu makan Arya tidak sedikitpun berkurang, Arya selalu dengan lahap memakan buburnya dan minum susu, sayangnya hal itu tidak berdampak pada bobot tubuhnya yang masih berkisar 5 kilogram. Sebab, tubuh Arya saat ini tidak maksimal dalam menyerap nutrisi yang masuk, hal itulah yang memaksanya sementara bergantung dengan cairan infus.

“Dia enggak bisa dia tanpa infus, kalau enggak pakai infus dia ngedrop lagi, jadi apa yang dia minum, makan, enggak nyerap di tubuhnya. Makanya setiap dia minta susu kami pasti bikinkan, dalam seminggu bisa habis tiga kotak, begitupun dengan makannya,” ungkap wanita berusia 25 tahun ini.

Berasal dari Nunukan, membuat Nita dan suaminya harus turut tinggal di rumah sakit. Sebab keduanya tidak memiliki saudara di Kota Tarakan. Terlebih selama Arya sakit, ayahnya Andi Baso tidak lagi bekerja untuk menemani istri dan anaknya di Tarakan. Selama empat bulan tinggal di rumah sakit, segala aktivitasnya dilakukan di rumah sakit. Tidak jarang mereka mendapat bantuan dari para pegawai rumah sakit.

“Sementara bapaknya enggak kerja dulu karena saya enggak bisa sendirian juga di sini, jadi untuk biaya pengobatan Arya yang tidak di-cover BPJS. Kita cuma mengandalkan tabungan aja. Karena saya di sini juga enggak bawa barang banyak, kadang bapaknya tidur di bawah alas kardus, tapi alhamdulilah kita selalu dibantu sama perawatnya baik semua,” tambahnya.

Meski demikian, keduanya tidak pernah berhenti berharap akan kesembuhan Arya. Bahkan harus turut tinggal di rumah sakit, dan meninggalkan pekerjaannya di Nunukan. Meski keduanya tidak tahu pasti entah sampai kapan Arya mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. (***/lim)


BACA JUGA

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…

Selasa, 19 Maret 2019 11:30

Sukses Ungkap 10 Kg Narkoba, Kapolres Beri Target Baru

KAPOLRES Tarakan AKBP Yudhistira Midyahwan mengapresiasi terhadap kinerja Satreskoba Polres…

Selasa, 19 Maret 2019 10:39

Sebagian Ekspor Masih Singgah Surabaya

TARAKAN- Meski ekspor plywood di Bumi Paguntaka saat ini telah…

Selasa, 19 Maret 2019 10:37

TNI Siap Bantu Polri Mengamankan Pemilu

TARAKAN – Komandan Kodim (Dandim) 0907 Tarakan  Letkol Inf Eko…

Selasa, 19 Maret 2019 10:33

Warga di Sini Harap Banget Pengaspalan Tahun Ini

TARAKAN - Jalan yang masih bertekstur tanah dan pasir selalu…

Senin, 18 Maret 2019 11:00

BLARRRR...!! Satu Pekerja Tewas di Stasiun G-8 Medco E&P

TARAKAN – Sudarman (35) dan Boy (40) berada di sekitar…

Senin, 18 Maret 2019 10:58

KUMAT LAGI..!! Pemadaman Listrik Bergiliran 4 Jam

PEMADAMAN yang direncanakan selama 14 jam meleset jauh dari jadwal…

Senin, 18 Maret 2019 10:57

14 Jam Gas PGN Terhenti

KEPOLISIAN masih melakukan penyelidikan terhadap ledakan di area Stasiun Pengumpul…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*