MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:27
Tidak Temukan Tersangka, Sebaiknya Ditutup
TIDAK DIBUKA: Kantin yang berada di SMPN 2 Tarakan tidak buka seperti biasanya, Jumat (13/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Kasus keracunan siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Tarakan masih misteri. Kepolisian tak kunjung menemukan penyebab atau asal muasal keracunan. Garis polisi telah dilepas di kantin sekolah. Walau begitu, kasus ini belum ditutup.

Dosen Hukum Universitas Borneo Syafruddin mengatakan kasus tersebut tetap harus diselidiki kepolisian. Korbannya tak tanggung-tanggung 60 orang siswa.  “Penyelidikan tentu tetap harus dilakukan, bagaimana pun ini melibatkan siswa dan mencapai puluhan orang,” katanya.

Walaupun tetap harus dilanjutkan, tentu harus sesuai dengan fakta yang ada. Juga sesuai bukti yang ditemukan, dan jika memang tidak terbukti, diharapkan untuk tidak dilakukan pemaksaan. Apalagi sampai saat ini pemeriksaan dari sampel makanan dinyatakan negatif.

“Kasus bisa dilanjutkan, asalkan jangan dipaksakan. Harus juga sesuai dengan bukti yang konkret,” ujarnya.

Penyelidikan juga diharapkan jangan sampai tidak sesuai dengan fakta, harus berdasarkan bukti yang didapatkan. Jika memang tidak ditemukan tersangka, kasus bisa saja ditutup. Jangan sampai, penjual yang tidak bersalah dijadikan tersangka hanya karena kasus seperti ini.

“Kalau memang tidak dapat tersangka, apa boleh buat. Ditutup saja. Jangan sampai orang tidak bersalah yang kena,” tegasnya.

Waktu penyelidikan tidak dibatasi. Hanya andaikan tidak ada bukti yang kuat maka lebih baik kasus ditutup. “Selidiki saja sesuai bukti, karena ini semua anaknya sudah sehat dan tidak ada korban jiwa. Kalau memang tidak terdapat tersangka, mau tidak mau harus ditutup,” jelasnya.

Sebelumnya, dalam investigasi awal dari Dinas Kesehatan didapatkan 55 orang, dan ternyata setelah turun kembali ke lapangan menjadi 65 korban. Dugaan keracunan karena gejala yang muncul tidak langsung bersamaan. Pihaknya juga sudah mengirimkan sampel kepada BPOM Samarinda dengan sampel makanan yakni nasi uduk, mi goreng, daging ayam, sambal dan juga kerupuk. Setelah dua pekan uji laboratorium, BPOM menyatakan hasil dari sampel makanan yang dikirim semuanya negatif. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*