MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:24
DILEMA !!! Biaya Naik, Kuota Tidak Bertambah
NAIK LAGI: Biaya haji tahun ini naik dari tahun sebelumnya, namun kuota tidak ditambah oleh Kemenag. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN- Biaya haji telah ditetapkan naik sejak awal April 2018 lalu, dan ini berlaku untuk wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang merupakan embarkasi Balikpapan. Biaya sendiri naik sebesar Rp 400 ribuan. Berbeda dengan daerah lainnya yang hanya naik sebesar Rp 250 ribuan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan, H. M. Shaberah mengatakan, sekitar 148 haji di Tarakan yang akan berangkat tahun ini harus membayar Rp 13,5 juta untuk pembayaran setoran kedua, karena mengikuti harga haji yang telah naik. Pelunasan pembayaran haji setoran kedua ditargetkan lunas minggu depan.

“Untuk embarkasi di Balikpapan tahun ini harganya memang naik menjadi Rp 38.525.445, dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya Rp 38,1 juta saja,” katanya.

Yang berbeda di tahun ini, untuk tim petugas haji daerah (TPHD) tidak lagi disubsidi dari pemerintah. Untuk embarkasi Balikpapan sendiri seharga Rp 66.232.290, jadi harga per embarkasi memang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan jarak dan juga kondisi yang ada.

Di seluruh Indonesia terdapat 12 embarkasi, dan yang termahal berada di Makassar yang mencapai Rp 39.507.741 juta dan yang termurah berada di Aceh. Kenaikan haji ini resmi diputuskan oleh Kementerian Agama sejak awal April dan telah ditandatangani Presiden pada 7 April 2018 lalu. Selain itu, bersamaan dengan kenaikan biaya haji, tahun ini juga ditetapkan aturan baru.

“Masyarakat yang berangkat haji harus yang benar-benar sehat dan mampu untuk berangkat pergi haji,” ungkapnya.

Dari awal para calon jamaah dicek Dinas Kesehatan, dan ketentuannya semakin ketat. Dikarenakan ada beberapa kasus, orang yang telah sampai di embarkasi Balikpapan dan akan berangkat ke Arab ternyata ditemukan tidak sehat.

Walaupun biaya haji telah naik, tetapi untuk tahun ini kuota haji tidak bertambah. Padahal, hampir setiap tahunnya kuota haji Tarakan mengalami pertambahan. Seperti tahun lalu yang mendapatkan jatah pertambahan sebanyak sepuluh kursi. Namun, hingga memasuki pertengahan bulan keempat tahun ini, Kemenag Tarakan belum juga mendapatkan informasi atau surat edaran dari pusat.

“Kami tidak bisa memastikan, kalau usulan sudah kami sampaikan,” ungkapnya.

Sesuai dengan jumlah penduduk, Kota Tarakan harusnya menerima jatah kuota jadi mencapai 210 jamaah. Tetapi tambahan kuota haji secara nasional memang tidak ada. Seperti diketahui, kuota haji setiap daerah disesuaikan jumlah penduduk dengan perbandingan 1 banding 1.000 warga muslim.

Dengan jumlah penduduk Tarakan saat ini mencapai 240 ribu lebih jiwa, kuota haji saat ini hanya sekitar 148 jamaah. Meski sudah dipotong dengan jumlah warga non muslim, kuota tersebut masih cukup jauh dari kuota ideal.

“Setiap ada pertemuan tingkat provinsi, kami selalu mengusulkan. Karena semestinya kuota Tarakan belum ideal, tetapi karena kuota sudah ditentukan tentu tidak dapat berbuat apa-apa,” jelasnya.

 

Diyakininya, hampir semua daerah di seluruh Indonesia mengalami hal yang sama dengan Tarakan. Bahkan dibandingkan daerah lain di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tarakan termasuk cukup beruntung.

“Nunukan hanya mendapat jatah 117, Tanjung Selor hanya 86, Malinau mendapat 40, bahkan KTT hanya 13 kursi. Sedangkan Tarakan yang terbesar, yakni  148,” tuturnya.

Dikatakan, kemungkinan belum ada kenaikan kuota haji dikarenakan faktor semakin padatnya peminat yang ingin naik haji. Lantaran jamaah berasal dari negara seluruh dunia. Sehingga saat ini memang, daftar tunggu calon haji di Tarakan sudah mencapai sekitar 3.500 orang. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Jumat, 19 Juli 2019 09:44

Ramaikan Pawai Pembangunan

TARAKAN – Pawai pembangunan akan dilaksanakan dalam 31 hari lagi,…

Jumat, 19 Juli 2019 09:42

Tingkatkan Pengawasan dan Ajak Kerja Sama Mitra di Perbatasan

TARAKAN – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus berupaya…

Jumat, 19 Juli 2019 09:41

Dulu Sering Disumpahi, Sekarang Tidur Lebih Nyenyak

Said Usman Assegaf telah terbiasa dengan perannya sebelum menjadi direktur…

Jumat, 19 Juli 2019 09:06

Disdikbud Nilai Tarakan Belum Butuh SMA Baru

TARAKAN - Pembentukan 2 SMP baru oleh Dinas Pendidikan dan…

Jumat, 19 Juli 2019 09:05

Nilai Ada Perusahaan Nakal yang ‘Bebas’

TARAKAN - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalan Himpunan Mahasiswa Islam…

Jumat, 19 Juli 2019 08:40

Harapkan Jalan Semenisasi Dilakukan Peningkatan

TARAKAN - Perlunya peningkatan terhadap jalan semenisasi yang ada di…

Kamis, 18 Juli 2019 10:32

Dikalungkan Bunga Oleh Polisi Cilik

TARAKAN - Kapolri Jenderal Polisi Prof. Drs. H. Muhammad Tito…

Kamis, 18 Juli 2019 10:31

Minim Akses, Penanganan Lantung Tak Dilakukan

TARAKAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengharapkan adanya penanganan terhadap…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Tampilkan Seragam Kebanggaan Ekstrakurikuler

TARAKAN – Sudah siapkah Anda dengan pawai pembangunan, yang dilaksanakan…

Kamis, 18 Juli 2019 10:30

Enam Ekor Ikan Napoleon Gagal Diselundupkan

TARAKAN - Selama Mei hingga Juli tahun ini, Balai Karantina…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*