MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:24
DILEMA !!! Biaya Naik, Kuota Tidak Bertambah
NAIK LAGI: Biaya haji tahun ini naik dari tahun sebelumnya, namun kuota tidak ditambah oleh Kemenag. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN- Biaya haji telah ditetapkan naik sejak awal April 2018 lalu, dan ini berlaku untuk wilayah Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah yang merupakan embarkasi Balikpapan. Biaya sendiri naik sebesar Rp 400 ribuan. Berbeda dengan daerah lainnya yang hanya naik sebesar Rp 250 ribuan.

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Tarakan, H. M. Shaberah mengatakan, sekitar 148 haji di Tarakan yang akan berangkat tahun ini harus membayar Rp 13,5 juta untuk pembayaran setoran kedua, karena mengikuti harga haji yang telah naik. Pelunasan pembayaran haji setoran kedua ditargetkan lunas minggu depan.

“Untuk embarkasi di Balikpapan tahun ini harganya memang naik menjadi Rp 38.525.445, dibandingkan dengan tahun sebelumnya hanya Rp 38,1 juta saja,” katanya.

Yang berbeda di tahun ini, untuk tim petugas haji daerah (TPHD) tidak lagi disubsidi dari pemerintah. Untuk embarkasi Balikpapan sendiri seharga Rp 66.232.290, jadi harga per embarkasi memang berbeda. Hal ini disesuaikan dengan jarak dan juga kondisi yang ada.

Di seluruh Indonesia terdapat 12 embarkasi, dan yang termahal berada di Makassar yang mencapai Rp 39.507.741 juta dan yang termurah berada di Aceh. Kenaikan haji ini resmi diputuskan oleh Kementerian Agama sejak awal April dan telah ditandatangani Presiden pada 7 April 2018 lalu. Selain itu, bersamaan dengan kenaikan biaya haji, tahun ini juga ditetapkan aturan baru.

“Masyarakat yang berangkat haji harus yang benar-benar sehat dan mampu untuk berangkat pergi haji,” ungkapnya.

Dari awal para calon jamaah dicek Dinas Kesehatan, dan ketentuannya semakin ketat. Dikarenakan ada beberapa kasus, orang yang telah sampai di embarkasi Balikpapan dan akan berangkat ke Arab ternyata ditemukan tidak sehat.

Walaupun biaya haji telah naik, tetapi untuk tahun ini kuota haji tidak bertambah. Padahal, hampir setiap tahunnya kuota haji Tarakan mengalami pertambahan. Seperti tahun lalu yang mendapatkan jatah pertambahan sebanyak sepuluh kursi. Namun, hingga memasuki pertengahan bulan keempat tahun ini, Kemenag Tarakan belum juga mendapatkan informasi atau surat edaran dari pusat.

“Kami tidak bisa memastikan, kalau usulan sudah kami sampaikan,” ungkapnya.

Sesuai dengan jumlah penduduk, Kota Tarakan harusnya menerima jatah kuota jadi mencapai 210 jamaah. Tetapi tambahan kuota haji secara nasional memang tidak ada. Seperti diketahui, kuota haji setiap daerah disesuaikan jumlah penduduk dengan perbandingan 1 banding 1.000 warga muslim.

Dengan jumlah penduduk Tarakan saat ini mencapai 240 ribu lebih jiwa, kuota haji saat ini hanya sekitar 148 jamaah. Meski sudah dipotong dengan jumlah warga non muslim, kuota tersebut masih cukup jauh dari kuota ideal.

“Setiap ada pertemuan tingkat provinsi, kami selalu mengusulkan. Karena semestinya kuota Tarakan belum ideal, tetapi karena kuota sudah ditentukan tentu tidak dapat berbuat apa-apa,” jelasnya.

 

Diyakininya, hampir semua daerah di seluruh Indonesia mengalami hal yang sama dengan Tarakan. Bahkan dibandingkan daerah lain di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Tarakan termasuk cukup beruntung.

“Nunukan hanya mendapat jatah 117, Tanjung Selor hanya 86, Malinau mendapat 40, bahkan KTT hanya 13 kursi. Sedangkan Tarakan yang terbesar, yakni  148,” tuturnya.

Dikatakan, kemungkinan belum ada kenaikan kuota haji dikarenakan faktor semakin padatnya peminat yang ingin naik haji. Lantaran jamaah berasal dari negara seluruh dunia. Sehingga saat ini memang, daftar tunggu calon haji di Tarakan sudah mencapai sekitar 3.500 orang. (*/naa/lim)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:08

Deadline Ganti Rugi Belum Pasti

TARAKAN – Gangguan sistem jaringan yang sempat dirasakan kurang lebih 200 pelanggan karena tidak…

Jumat, 20 Juli 2018 12:05

Lakukan Perbaikan Optimis Raih WTP

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap laporan keuangan selanjutnya bisa mendapatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kesbangpol Belum Lakukan Verifikasi

TARAKAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Agus Sutanto menegaskan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:29

Sisihkan APBD untuk Lansia

Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring…

Jumat, 20 Juli 2018 11:28

Penutup Gorong-Gorong Rusak

TARAKAN – Rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan setiap…

Jumat, 20 Juli 2018 11:26

JR Otak Curanmor di Tiga Lokasi

TARAKAN – Selain sebagai pelaku pencurian 38 aki tower milik Telkomsel dan XL, JR yang sebelumnya…

Jumat, 20 Juli 2018 11:23

Usai Menegur, Kepala MS Berdarah

TARAKAN – Niat hanya menegur tetangganya, RA, yang menambatkan kapalnya tidak di lokasi semestinya,…

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

CELAKA INI..!! Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .