MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:16
Telusuri Jejak Penyebar Soal UN di Sosmed
ILUSTRASI/BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menelusuri jejak digital penyebar soal ujian nasional (UN) di media sosial Line. Kemendikbud optimis bisa mengungkap aksi curang tersebut. Sebelumnya beredar soal ujian nasional SMA di media sosial Line. Pelaku secara sengaja memfoto soal yang tertera di komputer. Tujuannya untuk meminta bantuan.

Irjen Kemendikbud Daryanto mengatakan jika aksi yang diduga  dilakukan oleh siswa itu merupakan kecurangan. ”Bukan kebocoran,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (Induk Radar Tarakan) kemarin (14/4). Lebih lanjut Daryanto mengatakan jika tim investigasi sedang bekerja untuk menelusuri jejak digital pelaku. “Insya Allah segera terungkap pelakunya,” imbuhnya.

Daryanto mengungkapkan temuan sementara pelakunya hanya satu orang. Seolah banyak disebabkan data yang berupa foto screen tersebut tersebar di sosial media Line. “Siswa yang lain kami himbau tetap tenang, sehingga kasus ini segera tertangani dengan tuntas,” tuturnya.

Lalu apa rencana Kemendikbud setelah pelaku diketahui identitasnya? Menurut Daryanto, pihaknya akan membawa kasus ini secara serius. “Kita serahkan ke aparat penegak hukum, karena beliau lebih paham menangani hal-hal seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyayangkan beredarnya foto-foto soal ujian di aplikasi chat Line. Dia juga menduga foto itu beredar karena difoto sendiri oleh siswa peserta ujian. “(UNAS, Red) Udah gak menentukan apa-apa aja masih bocor,” katanya.

Selain itu Indra juga mengikuti curhatan sejumlah peserta ujian di media sosial. Dimana hampir seluruh curhatan tersebut berisi kekesalan karena soal yang diujikan sulit. Selain itu tidak sesuai dengan kisi-kisi. Indra mengatakan keluhan tentang soal ujian sulit setiap tahun terjadi. Bahkan pernah ada surat terbuka dari siswa di Surabaya untuk Mendikbud Muhammad Nuh, saat itu. Inti dari surat terbuka tersebut, siswa tadi mengeluhkan soal UNAS yang susah.

 “Ini bukti kualitas pendidikan kita memang rendah. Seperti hasil (survei, Red) PISA (Programme for International Students Assessment),” tuturnya. Indra mengatakan melihat terus munculnya keluhan soal UNAS susah, berarti sudah waktunya untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Dia menyayangkan anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 400 triliun lebih per tahun, tetapi manfaatnya tidak ada.

Indra juga berharap Kemendikbud harus melakukan evaluasi program pelatihan guru yang sudah berjalan selama ini. Indra mengatakan pelatihan guru yang juga menyedot anggaran besar, harus bisa berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Ujungnya siswa tidak mengalami kesulitan ketika grade kesukaran soal UNAS ditingkatkan. “Kalau yang namanya ujian itu mudah, jangan disebut ujian,” kata dia. (lyn/wan/jpg/lim)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .