MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:16
Telusuri Jejak Penyebar Soal UN di Sosmed
ILUSTRASI/BANK DATA RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, KEMENTERIAN Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah menelusuri jejak digital penyebar soal ujian nasional (UN) di media sosial Line. Kemendikbud optimis bisa mengungkap aksi curang tersebut. Sebelumnya beredar soal ujian nasional SMA di media sosial Line. Pelaku secara sengaja memfoto soal yang tertera di komputer. Tujuannya untuk meminta bantuan.

Irjen Kemendikbud Daryanto mengatakan jika aksi yang diduga  dilakukan oleh siswa itu merupakan kecurangan. ”Bukan kebocoran,” katanya saat dihubungi Jawa Pos (Induk Radar Tarakan) kemarin (14/4). Lebih lanjut Daryanto mengatakan jika tim investigasi sedang bekerja untuk menelusuri jejak digital pelaku. “Insya Allah segera terungkap pelakunya,” imbuhnya.

Daryanto mengungkapkan temuan sementara pelakunya hanya satu orang. Seolah banyak disebabkan data yang berupa foto screen tersebut tersebar di sosial media Line. “Siswa yang lain kami himbau tetap tenang, sehingga kasus ini segera tertangani dengan tuntas,” tuturnya.

Lalu apa rencana Kemendikbud setelah pelaku diketahui identitasnya? Menurut Daryanto, pihaknya akan membawa kasus ini secara serius. “Kita serahkan ke aparat penegak hukum, karena beliau lebih paham menangani hal-hal seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu pengamat pendidikan Indra Charismiadji menyayangkan beredarnya foto-foto soal ujian di aplikasi chat Line. Dia juga menduga foto itu beredar karena difoto sendiri oleh siswa peserta ujian. “(UNAS, Red) Udah gak menentukan apa-apa aja masih bocor,” katanya.

Selain itu Indra juga mengikuti curhatan sejumlah peserta ujian di media sosial. Dimana hampir seluruh curhatan tersebut berisi kekesalan karena soal yang diujikan sulit. Selain itu tidak sesuai dengan kisi-kisi. Indra mengatakan keluhan tentang soal ujian sulit setiap tahun terjadi. Bahkan pernah ada surat terbuka dari siswa di Surabaya untuk Mendikbud Muhammad Nuh, saat itu. Inti dari surat terbuka tersebut, siswa tadi mengeluhkan soal UNAS yang susah.

 “Ini bukti kualitas pendidikan kita memang rendah. Seperti hasil (survei, Red) PISA (Programme for International Students Assessment),” tuturnya. Indra mengatakan melihat terus munculnya keluhan soal UNAS susah, berarti sudah waktunya untuk memperbaiki kualitas pendidikan Indonesia. Dia menyayangkan anggaran fungsi pendidikan sebesar Rp 400 triliun lebih per tahun, tetapi manfaatnya tidak ada.

Indra juga berharap Kemendikbud harus melakukan evaluasi program pelatihan guru yang sudah berjalan selama ini. Indra mengatakan pelatihan guru yang juga menyedot anggaran besar, harus bisa berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran. Ujungnya siswa tidak mengalami kesulitan ketika grade kesukaran soal UNAS ditingkatkan. “Kalau yang namanya ujian itu mudah, jangan disebut ujian,” kata dia. (lyn/wan/jpg/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .