MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 12:00
Gudang Farmasi Masih Kekurangan Perlengkapan
PEMBANGUNAN GEDUNG: Dinkes Bulungan kembali mendapat DAK untuk kelanjutan pembangunan gudang farmasi. Tampak gudang farmasi Bulungan yang selesai dibangun akhir tahun lalu. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Untuk melengkapi keperluan gudang farmasi milik Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulungan dengan perkantoran, tahun ini instansi tersebut kembali mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pembangunannya.

Meski demikian keperluan penambahan mebel dalam gudang farmasi yang selesai dibangun akhir 2017 lalu belum dapat dipenuhi. Dikatakan Kepala Dinkes Bulungan Idewan Budi Santoso, tahun ini pihaknya mendapatkan kucuran dana melalui DAK sebesar Rp 2 miliar yang diperuntukkan untuk pembangunan perkantoran pada gudang farmasi tersebut.

“Nanti gudang tersebut akan dikelola oleh UPTD (Unit pelaksana Tugas Daerah) tentu diperlukan perkantoran, maka dari itu Dinkes kembali mendapatkan DAK, untuk keperluan tersebut,” ucapnya saat dikonfirmasi belum lama ini.

Lanjut ia katakan, kembali adanya pembangunan fisik tahun ini dikarenakan pembangunan yang dilakukan pada 2017 lalu murni hanya untuk gudang farmasi, sehingga belum ada perkantorannya. “Tahun lalu DAK sebesar Rp 3 miliar itu untuk rehab total gudang farmasi saja yang diperuntukan untuk penyimpanan obat-obatan agar lebih representatif, sehingga tidak ada pembangunan kantor,” sebutnya.

Lebih lanjut dikatakan Budi, meski kembali mendapatkan DAK, anggaran untuk melengkapi kebutuhan gudang farmasi dipastikan tidak ada. Sehingga dipastikan juga untuk penambahan perlengkapan di dalam gudang masih belum bisa dilakukan.

“Sebenarnya dalam gudang itu masih perlu penambahan juga, utamanya mebel atau rak-rak penyimpanan obat. Saat ini kami hanya menggunakan perlengkapan yang lama saja, tapi itu masih kurang, mau ditambah tapi anggarannya tidak ada,” sebutnya.

Oleh karenanya, penambahan tentu akan tetap dilakukan, sekalipun harus menunggu waktu yang lama. Sebab, rencana penambahan tersebut akan dilakukan ketika usulan anggaran yang dialokasikan melalui APBD tahun mendatang dapat direalisasi.

“Sebenarnya sudah kita ajukan di APBD tahun ini, hanya saja tidak disetujui. Ya maklumlah anggaran juga menipis, tapi akan kami coba di perubahan,” sebutnya.

“Kalau belum direalisasi juga tetap kami akan mencari peluang pada tahun-tahun berikutnya, melalui sumber dana manapun,” sebutnya.

Namun, pihaknya juga sudah merasa bersyukur dengan adanya perhatian pemerintah pusat untuk pembangunan di Bulungan dengan mengalokasikan DAK. Gudang farmasi merupakan gedung yang sangat penting untuk mendukung keberlangsungan kesehatan masyarakat di Bulungan.

“Karena segala kebutuhan obat-obatan akan ditampung di tempat tersebut, dengan kondisi yang baru seperti saat ini tentu itu sudah sangat representatif. Sebab kondisinya juga berbeda dengan gudang yang lama,” ucapnya.

Dijelaskannya, gudang yang lama menjadi tidak representatif sebab bergabung dengan perkantorannya. Sementara kondisi bangunannya kecil, sehingga kebutuhan untuk penyimpanan juga menjadi sedikit berkurang. “Makanya direnovasi ulang tahun lalu,” sambungnya.

Selain itu, dikatakannya pembangunan ulang dilakukan sebab mengingat gudang yang lama sudah tidak representatif karena ada beberapa bagian yang retak pasca banjir besar yang melanda Bulungan pada 2015 lalu. Selain itu faktor kerendahan bangunan juga menjadi pertimbangan pembangunan ulang.

“Gudang yang baru ini tinggi fondasinya lebih dinaikkan lagi hingga 80 cm, sehingga jikapun banjir kembali melanda dirasa aman,” ungkapnya

Meski tak menyebutkan secara pasti kemampuan penyimpanan obat di gudang yang lama tersebut, ia mengungkapkan pihaknya kerap kali menitipkan beberapa obat di bangunan-bangunan yang berdekatan dengan gedung tersebut dan juga di Puskesmas. “Yang baru ini, lebih representatif jika dibandingkan bangunan yang sebelumnya,” pungkasnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:34

Harga Sembako Naik Diduga Ulah Spekulan

TANJUNG SELOR -Jelang Ramadan, harga sembilan bahan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional mulai…

Sabtu, 21 April 2018 10:32

New Zealand Bantu Bangun Gudang PMI

TANJUNG SELOR – Palang Merah Indonesia (PMI) Bulungan terpilih menjadi salah satu dari 11 lokasi…

Sabtu, 21 April 2018 10:31

Ada Puluhan Janda Baru di Ibu Kota

TANJUNG SELOR – Terhitung sejak Januari hingga Maret 2018, Pengadilan Agama (PA) Tanjung Selor,…

Sabtu, 21 April 2018 10:29

Biayai Anak hingga Perguruan Tinggi dari Hasil Cuci Baju

Mencari nafkah dengan cara yang halal merupakan hal yang harus dilakukan oleh setiap orang. Demikian…

Jumat, 20 April 2018 10:21

APMS Membara, Rumah Warga Jadi Arang

MALINAU - Kebakaran Agen Premium Minyak dan Solar milik PT Beringin di Jalan Panembahan RT 1 Malinau…

Jumat, 20 April 2018 10:16

Petugas KPPS Ditunjuk dari Petugas Pantarlih

TANJUNG SELOR – Tak seperti pada pemilu sebelumnya, dalam penetapanpetugas kelompok penyelenggara…

Jumat, 20 April 2018 10:14

Wilayah Perairan Jadi Perhatian Serius

TANJUNG SELOR – Meski tingkat kejahatan di wilayah perairan di Bulungan terbilang masih cukup…

Kamis, 19 April 2018 15:16

CATAT NIH..!! DP4 Kaltara 312.269 Ribu Jiwa

TANJUNG SELOR - Terhitung sejak Selasa (17/4) lalu, petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih) di…

Kamis, 19 April 2018 15:03

Harga Bahan Pokok Naik, Siap Gelar Operasi Pasar

TANJUNG SELOR – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Bulungan…

Kamis, 19 April 2018 14:52

Modal Rp 400 Ribu, Pelaku Upal Untung Rp 13 Juta

TANJUNG SELOR – Dua pelaku pembuat dan pengedar uang palsu (upal), yakni Rudianto (23) dan Edi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .