MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 April 2018 11:21
Biaya Haji Kaltara Naik Rp 486.295

Pelunasan Tahap Pertama Dilakukan Pekan Depan

ALAMI KENAIKAN: BPIH tahun ini mengalami kenaikan. Tak terkecuali embarkasi Balikpapan yang juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. Tampak jamaah haji asa Kabupaten Bulungan saat hendak berangkat tahun lalu. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) nomor 7 tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) 2018 yang ditanda tangani Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Selasa (10/4), BPIH mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Kaltara, H. Suriansyah mengatakan, untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Utara (Kaltara) masih tergabung dalam embarkasi Balikpapan. Besaran BPIH tahun ini sebesar Rp 38.525.445, yang tahun sebelumnya sebesar Rp 38.039.150.

“Jadi memang ada kenaikan sebesar Rp 486.295 dari tahun lalu,” sebutnya saat dikonfirmasi, Jumat (13/4).

Dia melanjutkan, BPIH yang telah ditetapkan bagi para jamaah haji tersebut terdiri dari biaya penerbangan haji, biaya pemondokan di Makkah dan biaya hidup atau living cost. “Jadi sudah ada peruntukannya masing-masing,” ujarnya.

Selain itu, untuk ongkos Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) 2018 ini juga sama sistemnya dengan tahun lalu atau tidak mendapatkan biaya optimalisasi, sehingga besarannya tidak sama dengan BPIH. “Sehingga besarannya untuk tahun ini Rp 66.232.290. Biasanya sama angkanya dengan BPIH,” sebutnya.

Untuk masalah pelunasan juga telah ditetapkan. Tahap pertama dibuka pada 16 April sampai 4 Mei 2018 dan pelunasan tahap kedua dibuka pada 16 Mei hingga 25 Mei 2018. “Kami harapkan calon jamaah dapat mempersiapkan segala sesuatunya untuk melakukan pelunasan pada waktu yang telah ditentukan tersebut dan dapat menjaga kesehatannya,” imbuhnya.

Menurut Suriansyah, berdasarkan keterangan Kemenag, pelunasan tahap pertama diperuntukkan bagi jamaah yang telah melakukan pelunasan BPIH tahun 1438 hijriah atau 2017 yang menunda keberangkatan. “Pelunasan tahap pertama juga bagi jamaah yang masuk dalam kuota haji tahun ini yang belum pernah berhaji dan telah berusia 18 tahun atau sudah menikah,” tuturnya.

Lanjut ia katakan, jamaah haji reguler sudah membayar setoran awal sebesar Rp 25 juta. Untuk itu, uang yang harus disetorkan adalah sebesar selisih dana setoran awal dengan BPIH yang telah ditetapkan per embarkasi. Dana tersebut disetorkan ke rekening atas nama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) pada bank penerima setoran BPIH yang ditunjuk BPKH. “Jika sampai berakhirnya pelunasan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua,” sebutnya.

Pelunasan tahap kedua, lanjut Suriansyah, diperuntukkan bagi jamaah dengan kriteria seperti mengalami kegagalan sistem pada pelunasan BPIH tahap satu, berstatus pernah berhaji yang telah berusia 18 tahun atau sudah menikah, pengajuan penggabungan suami/istri atau anak kandung/orang tua terpisah yang salah satunya telah melunasi di tahap pertama, pengajuan lanjut usia minimal 75 tahun yang dapat disertai dengan 1 (satu) orang pendamping, serta cadangan.

Dia mengatakan jamaah dengan status cadangan itu akan mengisi sisa kuota yang kosong akibat adanya jamaah lunas yang batal berangkat dengan prioritas sesuai urutan nomor porsi. “Jamaah cadangan adalah jamaah yang berasal dari nomor urut berikutnya yang sedianya masuk dalam alokasi kuota tahun 1440 H/ 2019 M sebanyak lima persen tapi diberikan kesempatan untuk melunasi BPIH tahun ini untuk mengoptimalkan pengisian kekosongan kuota pada masing-masing provinsi, kabupaten dan kota,” jelasnya.

Untuk itu, bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler tahun ini, diharapkan telah membuat paspor di kantor Imigrasi setempat dan menyerahkannya ke Kantor Kemenag di kabupaten/kota masing-masing untuk diproses penerbitan visanya.

“Bagi jamaah haji yang telah melakukan pelunasan BPIH reguler namun belum menjadi anggota BPJS, agar segera mendaftar sebagai anggota BPJS,” ujarnya.

Disinggung mengenai kuota, ia katakan Kaltara yang telah berpisah dari Kaltim dan mendapatkan kuota sebanyak 417 orang. Dengan rincian 414 jamaah haji dan 3 orang TPHD. Ia katakan tahun ini hanya ada tiga orang TPHD, berbeda dengan tahun lalu yang mencapai 7 orang. “Peraturannya satu kloter (kelompok terbang) hanya tiga orang saja,” pungkasnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:09

Dinsos Tegaskan Zero Prostitusi

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara menegaskan tahun ini…

Jumat, 18 Januari 2019 12:08

Peredaran Narkotika Memprihatinkan

TANJUNG SELOR – Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:05

185 Ha Lahan KBM Akan Dibebaskan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:03

Sirkulasi Siklonik, Sebabkan Hujan Lebat

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Jumat, 18 Januari 2019 12:02

DED Rampung, Pembangunan Fisik Mandek

TANJUNG SELOR – Menyikapi ruas Jalan Jalan Aki Balak Kota…

Jumat, 18 Januari 2019 12:00

Dihadiahi Timah Panas, Pelaku Curat Tersungkur

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan menuntaskan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49

Tujuh Menit, 11 kg Sabu Musnah

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Jumat, 18 Januari 2019 09:47

Di Kaltara, Pemilih Pemula Mencapai 28.350 Jiwa

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:45

1 Februari, CPNS 2017 Terima SK 100 Persen

TANJUNG SELOR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya…

Jumat, 18 Januari 2019 09:43

Tak Berfungsi Karena Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*