MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 13 April 2018 11:52
LAMA JUGA..!! 12 Tahun Belum Tersentuh Perbaikan
KURANG PERHATIAN: Kondisi jembatan menuju Dermaga Inhutani sangat memprihatinkan. Jembatan berkonstruksi kayu ini menjadi akses utama pengangkutan kebutuhan masyarakat ke tiga wilayah. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang di wilayah Kabupaten Nunukan. Sebab, kedua dermaga tradisional ini menjadi akses pengangkutan hasil pertanian dari Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik.

Namun sayangnya, jembatan penghubung  sepanjang 500 meter  dengan lebar sekira 2,5 meter menuju kedua dermaga sangat memprihatinkan. Ironisnya, sejak 2005 dibangun, khususnya jembatan warga di Rukun Tetangga (RT) 10, Pasar Sentral Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara ini tak pernah tersentuh perbaikan. Kondisi kian memprihatinkan.

Salah seorang warga Pasar Sentral Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Uceng (45) mengatakan, jembatan Inhutani merupakan jembatan terpadat. Karena tak hanya masyarakat Inhutani saja yang menggunakannya. Masyarakat dari Sebatik dan Sebuku demikian. Karena kapal-kapal yang mengangkut hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik memanfaatkan jembatan berkonstruksi kayu ini.

Menurutnya, aktivitas di jembatan ini hampir 24 jam. Mulai kendaraan roda dua (R2) hingga gerobak tak henti-hentinya mengangkut barang menuju kapal. Begitu juga sebaliknya.  Namun sayangnya, konstruksi jembatan yang hanya terbuat dari kayu ini kini mulai rapuh. Beberapa tiang penopangnya telah berganti. “Bahkan, sudah ada yang roboh dan kembali didirikan secara swadaya oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Jembatan Inhutani ini menyatukan dua dermaga. Yakni, Demaga Inhutani dan Dermaga Sei Bolong. Jembatan ini berada di permukiman padat penduduk. Sebagai wilayah pesisir jembatan menjadi akses penghubung dari rumah ke rumah warga. “Proposal pembangunannya sudah saya sampaikan. Sejak 2016 lagi. Tapi, tidak ada respons juga,” akunya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 10 Kelurahan Nunukan Utara, Efendi Ansar membenarkan. Ia mengatakan, selama ini jembatan yang menjadi akses utama barang-barang masyarakat yang datang atau ingin ke Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik tak pernah tersentuh perhatian pemerintah. Hampir 12 tahun jembatan itu hanya diperbaiki secara swadaya masyarakat. Uang diperoleh dari hasil donasi dari buruh bagasi dan pemilik kapal serta pengusaha. “Dari donasi itu dibelikan kayu. Memperbaiki jembatan yang rusak. Yang kerjakan, mereka juga,” ungkapnya.

Menurut Efendi, sejak menjabat sebagai ketua RT, usulan perbaikan jembatan Inhutani ini telah disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga kecamatan di Nunukan. Hanya saja, tidak pernah teralisasi. “Sudah beberapa kali saya usulkan. Karena jembatan ini amanat masyarakat juga. Semuanya tetap sama. Hanya masuk perencanaan tapi tidak terealisasi,” ujarnya.

Pada  2016 dan 2017 menjadi puncak kekecewaan warga RT 10 dan warga sekitarnya. Betapa tidak, karena perbaikan jembatan yang telah lama dinantikan mendapat respons. Hanya saja tetap tak terealisasi. Bahkan, dana yang informasinya dari APBN melalui program kementerian PU dialihkan ke lokasi lain. Padahal lokasi yang dibangun tidak termasuk prioritas.

“Jembatan semakin kropos. Yang diperbaiki selama ini sesuai dengan kemampuan dana yang dikumpulkan saja.  Makanya, yang diperbiki ketika ada kerusakan saja. Tidak bisa secara menyeluruh,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan Ir. Muhammad Sufyang mengatakan, perbaikan jembatan memang sudah masuk dalam perencanaan di Musrenbang 2017 lalu.  “Khusus yang rusak dan dipantau bersama Ketua DPRD Nunukan H. Danni Iskandar tempo hari segera diusahakan anggarannya. Apakah dari APBN atau ada anggaran lainnya. Yang jelas, menjadi perhatian,” ujar mantan Camat Nunukan Sebatik ini.

Mengenai jembatan bagi warga di RT 10, Pasar Sentral Inhutani  dan RT 8 Jembatan Baru, Sungai Bolong sudah masuk dalam rencana perbaikan di 2018 ini. Hanya saja, lanjutnya, dirinya tak ingat apakah sumber dananya dari APBD atau APBN berupa Dana Alokasi Khusus (DAK). “Yang jelas, jembatan Inhutani dan Sungai Bolong itu banyak dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Terpisah, anggota DPRD Nunukan H. Andi Mutamir membenarkan jika hasil panatuan jembatan yang runtuh beberapa hari lalu kini telah diukur untuk dilakukan perbaikan. Dipastikan, perbaikan itu dilakukan di 2018. “Usai dipantau, sudah ada tindakannya. Karena sangat dibutuhkan masyarakat, pasti ada tindaklanjutnya. Termasuk jembatan di Inhutani dan Sungai Bolong. Karena, semuanya itu berkaitan,” ujarnya saat dikonfirmasi. (oya/nri)  


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:54
Dugaan Penyelundupan Beras di Nunukan

TERUNGKAP..!! Ada Beberapa Oknum Dapat "Jatah" ..??

NUNUKAN – Selain informasi keuntungan beras Vietnam tujuan Filipina telah dibagi-bagi ke sejumlah…

Kamis, 26 April 2018 11:08

Dua Kali Tak Hadiri Hearing, DPRD Sambangi PT DTR

NUNUKAN – Sikap tak acuh manajemen PT Duta Tambang Rekayasa (DTR) yang tidak hadir setelah diundang…

Kamis, 26 April 2018 11:00

Hanya Swadaya, Warga Dirikan Sekolah

NUNUKAN – Kecamatan Sebatik Barat belum memiliki Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat ini hanya Sekolah…

Rabu, 25 April 2018 12:02
Dugaan Beras Selundupan dari Vietnam

Keuntungan Sudah Dibagi-bagi?

NUNUKAN – Beras Vietnam yang diangkut kapal MV Dong Thien Phu Golden masuk ke Sebatik diduga ada…

Rabu, 25 April 2018 11:08

Listrik Padam, UNBK SMP Terganggu

NUNUKAN – Hari kedua pelaksanaan Ujian Nasional Berbasik Komputer (UNBK) tingkat Sekolah Menengah…

Rabu, 25 April 2018 11:07

Harga Rumput Laut Anjlok

NUNUKAN – Sempat berada di harga Rp 20 ribu per kilogram, kini harga rumput laut kering anjlok…

Selasa, 24 April 2018 12:40

Bea Cukai Pasang Badan

NUNUKAN – Kapal MV Dong Thien Phu Golden yang mengangkut 2.900 ton beras asal Vietnam dengan tujuan…

Selasa, 24 April 2018 11:12

Tunjangan Khusus Guru Tak Diberikan

NUNUKAN - Sejumlah guru di Kecamatan Krayan kembali mengadukan nasib mereka di Dewan Perwakilan Rakyat…

Senin, 23 April 2018 12:23

Pos Imigrasi ‘Diserbu’ Warga

NUNUKAN – Pelayanan Imigrasi Kelas II Nunukan yang dilakukan di Pos Imigrasi Sungai Pancang Sebatik…

Senin, 23 April 2018 12:22

PR Kedua Negara Perbatasan

NUNUKAN – Permasalahan tenaga kerja Indonesia (TKI), penyelundupan barang haram hingga teroris…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .