MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 13 April 2018 11:52
LAMA JUGA..!! 12 Tahun Belum Tersentuh Perbaikan
KURANG PERHATIAN: Kondisi jembatan menuju Dermaga Inhutani sangat memprihatinkan. Jembatan berkonstruksi kayu ini menjadi akses utama pengangkutan kebutuhan masyarakat ke tiga wilayah. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Dermaga Inhutani dan Sungai Bolong merupakan dermaga vital bagi petani dan pedagang di wilayah Kabupaten Nunukan. Sebab, kedua dermaga tradisional ini menjadi akses pengangkutan hasil pertanian dari Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik.

Namun sayangnya, jembatan penghubung  sepanjang 500 meter  dengan lebar sekira 2,5 meter menuju kedua dermaga sangat memprihatinkan. Ironisnya, sejak 2005 dibangun, khususnya jembatan warga di Rukun Tetangga (RT) 10, Pasar Sentral Inhutani, Kelurahan Nunukan Utara ini tak pernah tersentuh perbaikan. Kondisi kian memprihatinkan.

Salah seorang warga Pasar Sentral Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Uceng (45) mengatakan, jembatan Inhutani merupakan jembatan terpadat. Karena tak hanya masyarakat Inhutani saja yang menggunakannya. Masyarakat dari Sebatik dan Sebuku demikian. Karena kapal-kapal yang mengangkut hasil pertanian masyarakat di Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik memanfaatkan jembatan berkonstruksi kayu ini.

Menurutnya, aktivitas di jembatan ini hampir 24 jam. Mulai kendaraan roda dua (R2) hingga gerobak tak henti-hentinya mengangkut barang menuju kapal. Begitu juga sebaliknya.  Namun sayangnya, konstruksi jembatan yang hanya terbuat dari kayu ini kini mulai rapuh. Beberapa tiang penopangnya telah berganti. “Bahkan, sudah ada yang roboh dan kembali didirikan secara swadaya oleh masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Jembatan Inhutani ini menyatukan dua dermaga. Yakni, Demaga Inhutani dan Dermaga Sei Bolong. Jembatan ini berada di permukiman padat penduduk. Sebagai wilayah pesisir jembatan menjadi akses penghubung dari rumah ke rumah warga. “Proposal pembangunannya sudah saya sampaikan. Sejak 2016 lagi. Tapi, tidak ada respons juga,” akunya.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 10 Kelurahan Nunukan Utara, Efendi Ansar membenarkan. Ia mengatakan, selama ini jembatan yang menjadi akses utama barang-barang masyarakat yang datang atau ingin ke Kecamatan Sei Manggaris, Sebuku dan Sebatik tak pernah tersentuh perhatian pemerintah. Hampir 12 tahun jembatan itu hanya diperbaiki secara swadaya masyarakat. Uang diperoleh dari hasil donasi dari buruh bagasi dan pemilik kapal serta pengusaha. “Dari donasi itu dibelikan kayu. Memperbaiki jembatan yang rusak. Yang kerjakan, mereka juga,” ungkapnya.

Menurut Efendi, sejak menjabat sebagai ketua RT, usulan perbaikan jembatan Inhutani ini telah disampaikan melalui Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat kelurahan hingga kecamatan di Nunukan. Hanya saja, tidak pernah teralisasi. “Sudah beberapa kali saya usulkan. Karena jembatan ini amanat masyarakat juga. Semuanya tetap sama. Hanya masuk perencanaan tapi tidak terealisasi,” ujarnya.

Pada  2016 dan 2017 menjadi puncak kekecewaan warga RT 10 dan warga sekitarnya. Betapa tidak, karena perbaikan jembatan yang telah lama dinantikan mendapat respons. Hanya saja tetap tak terealisasi. Bahkan, dana yang informasinya dari APBN melalui program kementerian PU dialihkan ke lokasi lain. Padahal lokasi yang dibangun tidak termasuk prioritas.

“Jembatan semakin kropos. Yang diperbaiki selama ini sesuai dengan kemampuan dana yang dikumpulkan saja.  Makanya, yang diperbiki ketika ada kerusakan saja. Tidak bisa secara menyeluruh,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Nunukan Ir. Muhammad Sufyang mengatakan, perbaikan jembatan memang sudah masuk dalam perencanaan di Musrenbang 2017 lalu.  “Khusus yang rusak dan dipantau bersama Ketua DPRD Nunukan H. Danni Iskandar tempo hari segera diusahakan anggarannya. Apakah dari APBN atau ada anggaran lainnya. Yang jelas, menjadi perhatian,” ujar mantan Camat Nunukan Sebatik ini.

Mengenai jembatan bagi warga di RT 10, Pasar Sentral Inhutani  dan RT 8 Jembatan Baru, Sungai Bolong sudah masuk dalam rencana perbaikan di 2018 ini. Hanya saja, lanjutnya, dirinya tak ingat apakah sumber dananya dari APBD atau APBN berupa Dana Alokasi Khusus (DAK). “Yang jelas, jembatan Inhutani dan Sungai Bolong itu banyak dimanfaatkan masyarakat,” pungkasnya.

Terpisah, anggota DPRD Nunukan H. Andi Mutamir membenarkan jika hasil panatuan jembatan yang runtuh beberapa hari lalu kini telah diukur untuk dilakukan perbaikan. Dipastikan, perbaikan itu dilakukan di 2018. “Usai dipantau, sudah ada tindakannya. Karena sangat dibutuhkan masyarakat, pasti ada tindaklanjutnya. Termasuk jembatan di Inhutani dan Sungai Bolong. Karena, semuanya itu berkaitan,” ujarnya saat dikonfirmasi. (oya/nri)  


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 16:03

Pemerintah Rencana Siapkan Bangunan Baru

NUNUKAN – Pembagian lapak jualan di Pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak semua diterima…

Senin, 16 Juli 2018 16:02

AC Isi Kotak Permen dengan Sabu

NUNUKAN – Salah seorang pria paruh baya diamankan pihak kepolisian setelah diketahui memiliki…

Senin, 16 Juli 2018 16:01

Soroti Kinerja Aparat

NUNUKAN – Selain menyoroti kondisi listrik di Kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat…

Senin, 16 Juli 2018 09:00

Nakhoda Laka Speedboat DPO Sabu

NUNUKAN – Nakhoda kecelakaan laut speeboat di perairan Sebatik beberapa waktu lalu yakni Olong…

Senin, 16 Juli 2018 08:58

ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya…

Minggu, 15 Juli 2018 15:25

Tak Tertolong karena Tidak Ada Biaya Operasi

M. Raffa, balita tanpa lubang anus yang lahir pada Kamis (5/7) lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)…

Minggu, 15 Juli 2018 15:24

Diduga Bawa Barang Ini, Satu Kapal Ditahan

NUNUKAN – Salah satu kapal bermuatan sembilan bahan pokok (sembako) yang diduga ilegal, diamankan…

Minggu, 15 Juli 2018 15:15

Pedagang Enggan Menempati Kios

NUNUKAN – Para pedagang yang mendapatkan tempat di pasar Tradisional Terpadu Liem Hie Djung, tidak…

Minggu, 15 Juli 2018 15:14

Fasilitas Pemerintah Kurang Dimanfaatkan

NUNUKAN – Jalur ilegal yang sering digunakan masyarakat masuk maupun keluar ke Tawau, Malaysia…

Minggu, 15 Juli 2018 15:13

Abaikan Sementara Penindakan Hukum

NUNUKAN – Ketidaktahuan masyarakat terhadap dampak narkotika dan obat berbahaya (Narkoba) menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .