MANAGED BY:
SENIN
22 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 13 April 2018 11:31
Motor WNA Diselidiki
Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC - Muhammad Mahzun

PROKAL.CO, NUNUKAN – Lima kendaraan roda dua milik Warga Negara (WN) Malaysia yang masuk secara ilegal melalui Desa Aji Kuning, Sebatik, Jumat (6/4)  lalu, masih ditahan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan.

Penahanan ini dilakukan agar memudahkan Bea Cukai Nunukan melakukan penyelidikan terhadap kendaraan tersebut. Sebab, hingga kini belum ada tindakan yang dilakukan terkait motor yang batal digunakan mengikuti grastrack di Sebatik. “Lima motor masih ditahan di pos Bea Cukai, Sebatik. Kami masih menunggu proses penyelidikan, untuk memastikan tindakan yang akan dilakukan,” ucap Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Muhammad Mahzun, Rabu (11/4).

Dijelaskan, masuk secara ilegal tentunya ada sanksi. Untuk sepeda motor tersebut memiliki peluang dipulangkan ke pemiliknya, jika memiliki surat-surat yang jelas. Dan kemungkinan buruknya hal sebaliknya juga dapat terjadi, ditahan selamanya. “Terkait sanksi masih penyelidikan. Sesuai aturan, ada peluang dikembalikan, ada juga peluang ditahan,” tegasnya, saat ditemui di ruang kerjanya.

Ia menjelaskan, seharunya pemilik kendaraan meminta izin impor sementara ke KPPBC Nunukan untuk memudahkan. Sebab, hal ini sebelumnya pernah dilakukan ketika mengikuti kegiatan di Nunukan.

Untuk itu, saat ini kendaraan tersebut disegel. Sembari mununggu hasil penyelidikan untuk menentukan sanksi yang bakal dikenakan. “Sebenarnya bisa dilakukan izin impor sementara. Tetapi entahlah panitia lupa melakukan pengurusan atau tidak mengetahui,” tambahnya.

Lanjutnya, keluar-masuknya barang melalui jalur ilegal terus menjadi pantauan KPPBC Nunukan. Walaupun tak memungkiri bahwa banyaknya jalur ilegal di perbatasan dengan personel yang minim. “Bahkan Kapolri mengakui ada ribuan jalur ilegal. Tetapi kami tetap melakukan pengawasan dengan memaksimalkan personel yang ada,” pungkasnya.

Untuk diketahui, delapan WN Malaysia yang berencana mengikuti grasstrack di Sebatik ditahan Imigrasi Kelas II Nunukan selama empat hari. Kini enam WNA telah dideportasi dua masih menjalani proses pemeriksaan dan kendaraan masih ditahan Bea Cukai Nunukan. (akz/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*