MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 13 April 2018 11:12
Membangun Butuh Perjuangan, Tak Mundur Hanya Karena ada Masalah

Dua Tahun di Periode Kedua Kepemimpinan Yansen – Topan (Bagian-4 Habis)

SEMANGAT MEMBANGUN: Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si kala berfoto bersama segenap elemen pemerintahan dan masyarakat di Apau Kayan beberapa waktu lalu. DOK/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Dalam setiap kesempatan, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si dan Wakil Bupati Malinau Topan Amrullah, S.Pd, M.Si terus memotivasi semangat warganya untuk membangun. Terutama di periode kedua mereka memimpin Kabupaten Malinau, karena mereka ingin perilaku masyarakat dalam membangun Malinau tertanam dengan baik di pikiran dan hati masyarakat Malinau.

AGUSSALAM SANIP

Ditegaskan Yansen TP, membangun itu harus berjuang, lebih-lebih pemerintah, tidak boleh mundur hanya karena perilaku-perilaku yang tidak berkenan pada kepentingan pembangunan. Semua pihak, tegas ayah dari empat orang anak ini, harus berani mengubah sikap untuk terus berjuang membangun Malinau, karena bagaimana pun juga setiap pribadi berperan dan setiap pribadi adalah bagian dari pembangunan.

“Oleh sebab itu, dengan adanya komitmen kita membangun Malinau dari RT, melalui masyarakat, saya harapkan masyarakat Malinau mulai mengubah cara berpikirnya. Mengubah cara berpikir bahwa kita hidup di manapun juga, dalam artian di manapun juga di wilayah negara ini adalah kita warga bangsa,” ujarnya.

Jadi, tegasnya, di Malinau tidak ada pengertian pendatang seperti anggapan atau pikiran orang selama ini yang tidak terlibat pembangunan karena menganggap diri sebaga pendatang. Menurut Bupati, walaupun masyarakat Kabupaten Malinau yang datang dari luar Malinau atau luar Kalimantan, tetap punya hak dan kewajiban tinggal di Malinau, karena Malinau merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Karena mempunyai kewajiban, tentu kata Bupati yang sudah kenyang ikut berorganisasi ini, siapapun yang ada di Malinau berkewajiban untuk hidup sebagai warga negara yang baik di mana pun berada. “Ya, memang ada dikatakan di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Sebenarnya memang harus begitu. Kita pun kemana-mana harus menghargai itu, tapi kita wajib secara moral, secara kesatuan bangsa, wajib kita membangun di manapun kita berada,” tuturnya.

Hal-hal seperti itulah yang ia harapkan di Malinau, sesuai dengan filosofi “Pelangi” yang ia selalu sampaikan, berbeda warna tapi indah ketika menjadi satu. Untuk itulah, ia mengharapkan agar masyarakat Malinau tidak membedakan suku, agama dan latar belakang. Dan pernyataan tidak membedakan itu, tegasnya lagi, bukan hanya sebuah slogan, tapi memang betul-betul harus mendorong keyakinan bersama bahwa seperti pelanngi itu indah, sehingga akhirnya orang bisa melihat Indonesianya di Malinau, Malinau di Indonesia.

“Orang datang ke Malinau, wah ini Indonesia yang sesungguhnya, kenapa? Toleran, partisipatif, gotong royong, kerja sama dan keterbukaan ada. Yang begini tidak mudah, tapi pasti bisa. Oleh sebab itulah kita berkomitmen berbeda itu adalah kekuatan, perbedaan itu adalah kekayaan, perbedaan itu adalah kesempurnaan, dan perbedaan itu indah,” ungkapnya.

Untuk itu, ia kembali mengajak seluruh elemen masyarakat agar tulus ikhlas dalam perbedaan yang ada. Sehingga dengan demikian, tidak ada satu pun orang yang tidak terlibat dalam membangun Malinau, karena semua memang harus melibatkan diri dalam bentuk dan sekecil apapun yang dilakukan dalam turut serta membangun sesuai kapasitas diri masing-masing.

“Sekecil apapun perannya, jangan apriori, jangan apatis, jangan pesimis, tapi marilah kita sebagai satu kesatuan bangsa di Malinau ini bersatu. Harapan saya seperti itu, dan ini bukan bahasa politik, bukan bahasa sekadar Bupati, tapi menyadarkan kita bahwa apapun bentuknya kita sekarang adalah manusia yang bertekad untuk menjadi manusia yang utuh, manusia yang punya pemikiran positif baik dan itu kewajiban. Ya kalau boleh saya katakan segala tutur kata kita membangun,” pungkasnya. (***/fly)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 13:48

Perayaan Irau Semakin Dekat, Masyarakat Antusias

MALINAU – Kurang lebih 20 hari lagi, pagelaran akbar seni budaya akan dilaksanakan Kabupaten Malinau.…

Selasa, 25 September 2018 13:46

Stan dan Panggung Utama Pakai Atap Daun

MALINAU – Selain atraksi seni budaya yang ditampilkan di Irau ke-9 memiliki kekhasan tersendiri,…

Selasa, 25 September 2018 13:44

Hari Ini Final LKBB Digelar

MALINAU – Semangat untuk menjadi lebih baik dalam hal baris berbaris sangat tampak. Para peserta…

Senin, 24 September 2018 13:08

Bupati Akan Surati Kemenpan-RB

MALINAU – Belajar dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengharapkan…

Senin, 24 September 2018 13:07

Bupati Bersyukur Jemaah Haji Tiba dengan Selamat

MALINAU – Kedatangan 52 orang jemaah haji asal Kabupaten Malinau, Minggu (23/9) yang menunaikan…

Senin, 24 September 2018 13:05

Jemaah Haji Disambut Haru Keluarga

MALINAU – 52 jemaah haji asal Kabupaten Malinau menginjakkan kakinya kembali ke Malinau sekira…

Senin, 24 September 2018 09:50

Ratusan Bangunan Sarang Walet Menjamur

MALINAU – Maraknya pembangunan sarang burung walet yang sempat diinstruksikan berhenti sementara…

Senin, 24 September 2018 09:48

Berbagai Tradisi dan Suku Mengisi Kemeriahan Irau

MALINAU – Persiapan-persiapan dalam menyambut Irau ke-9 Malinau terus dimantapkan. Selain dari…

Senin, 24 September 2018 09:47

Target Akhir September Penggarapan Panggung Irau Rampung

MALINAU – Proses pengerjaan panggung utama dan stan pameran untuk kegiatan Irau ke-9 dan HUT Kabupaten…

Senin, 24 September 2018 09:44

Meriahkan Irau, KONI Wacanakan Turnamen 7 Cabor

Irau ke-9 Kabupaten Malinau selain menampilkan keragaman suku dan budaya, Komite Olahraga Nasional Indonesia…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .