MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 April 2018 10:45
Sabu 5 Kg Seret Tiga Pelaku
MAMPUS KAMU..!! Oknum Lapas Divonis Seumur Hidup
HUKUMAN BERAT: Delfian terdakwa perkara sabu dijatuhi vonis hukuman penjara seumur hidup dalam sidang putusan di PN Tarakan, Rabu (11/4). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan kembali menjatuhkan hukuman terhadap tiga terdakwa kasus sabu-sabu dengan bobot fantastis, Rabu (11/4). Masing-masing Hendra Delpian, Muhammad Andi Aryan dan Sainal.

Majelis Hakim yang diketuai Mahyudin Igo dan anggota hakim masing-masing Hendra Yudha Utama dan Yudhi Kusuma menganggap para terpidana terbukti secara sah dalam perkara kepemilikan sabu seberat 5 kg untuk diedarkan.

Para terdakwa menjalani vonis satu per satu. Salah satu di antara terpidana merupakan oknum petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Tarakan.

Hendra Delpian, terpidana yang diputus pertama. Kurang lebih 25 menit pembacaan putusan, Hendra Delpian harus menerima kenyataan divonis pidana seumur hidup.

Hendra Delpian sesekali menatap ke langit-langi saat hakim mulai membacakan putusan. Ia pun menyimak satu per satu nota putusan. Sesekali ia juga menunduk sembari mengusap kedua matanya. Saat ia mendengar vonis dari majelis hakim yang ditandai dengan tiga kali ketukan palu, Hendra Delpian pasrah.

Istrinya hadir mengenakan hijab warna hitam dan gamis. Merasa sedih, sesekali mengusap air mata dengan tisu. Karena tak mampu menahan rasa sedihnya itu, ia pun meluapkan tangisnya dengan meminta keadilan hakim. “Ada Allah, Allah tidak buta dan tuli. Allah yang akan membalasnya nanti,” ucap istri Hendra berurai air mata.

Melihat kondisi istri Hendra yang tak kondusif ini, Syafruddin selaku penasihat Hukum Hendra pun mencoba menenangkan dengan meminta untuk besabar.

Selanjutnya, siding pun berlanjut dengan vonis terhadap Muhammad Andi dan Sainal. Sama dengan vonis Hendra Delpian. Muhammad Andi dan Sainal juga dijatuhkan pidana seumur hidup. Tak ada pembelaan dalam vonis ini.

Dari pantauan Radar Tarakan, Hendra Delpian melakukan upaya Banding, Sainal pun sama. Sementara Muhammad Andi Aryan masih pikir-pikir.

Menanggapi keputusan majelis hakim yang menjatuhi pidana seumur hidup, Ketua PN Tarakan Wahyu Iman Santoso kembali mengungkapkan, bahwa putusan hakim menunjukan komitmen pihaknya terhadap penegak hukum terhadap upaya tindakan pidana hukum dalam narkotika. “Intinya putusan yang diberikan sudah sesuai dengan pertimbangan hakim yang berdasarkan fakta-fakta persidangan,” singkatnya.

Tak jauh berbeda, Kepala Kejaksaan Negeri Tarakan melalui Kasi Intel Tedy HS mengatakan, putusan hukuman yang telah dijatuhi Majelis Hakim PN terhadap tiga terdakwa tersebut dinilai sudah sesuai. Pasalnya hukuman tersebut sesuai dengan tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Namun dalam persidangan, penasihat hukum lima terdakwa menyatakan banding yang atas hukuman yang dilakukan Majelis Hakim. Melihat ini kami masih pikir-pikir, jadi kami pikir-pikir 7 hari kerja dari hari ini,” katanya.

Setelah mendengar putusan Hakim, salah satu PH terpidana merasa keberatan dan tidak terima atas putusan hakim tersebut. Syafruddin selaku Ketua Tim Penasihat Hukum Hendra Delpian akan melakukan upaya banding.

“Berdasarkan konstruksi peristiwanya dan analisa yuridis, perbuatan yang dituduhkan ke klien kami tidak terbukti. Baik itu pada niat dan kehendak untuk berbuat jahat yang diwujudkan dengan perbuatan. Serta tidak terbukti adanya permufakatan jahat berupa komunikasi baik langsung maupun melalui handphone, atau berkali-kali menerima barang yang sama sebagai bentuk pemufakatan jahat,” ungkap Syafruddin kepada Radar Tarakan.

Untuk diketahui, Hendra, sipir Lapas Kelas II-A Tarakan ini duduk di kursi pesakitan setelah Petugas Pangkalan Utama Angkatan Laut XIII Tarakan berhasil mengamankan sebuah speedboat yang dikemudikan Sainal bersama seorang penumpang yaitu IS, 12 Juni 2017 lalu. Saat dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, ditemukan satu bungkus plastik berwarna hijau yang disimpan di bawah kemudi juru mudi yang berisi 5 kg sabu.

Dari pengungkapan ini, ternyata sabu merupakan titipan Muhammad Andi Aryan yang juga bekerja sebagai penjaga tambak. Akhirnya Muhammad Andi Aryan dipancing untuk mengambil sabu tersebut. Setelah terpancing petugas, ia diamankan di salah satu stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Jalan P Aji Iskandar, Juata Laut sekira pukul 15.00 Wita di hari yang sama, 12 Juni 2017.

Pengembangan dilanjutkan ke pemesan di dalam Lapas yang ternyata diterima Hendra Delpian. Saat sabu diantarkan Andi Aryan dengan pengawasan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Tarakan ke Lapas, sekira pukul 20.00 Wita, terdakwa Hendra Delpian keluar menjemput sabu untuk dibawa masuk ke dalam Lapas. Hingga akhirnya Ia dibekuk.

Putusan terhadap tiga terpidana kemarin, menambah deret pelaku narkoba yang dihukum berat. Senin (9/4) lalu, PN menjatuhi pidana hukuman mati kepada Amin dan Andi alias Hendra32. Mereka diadili bersama tiga terdakwa lain yang juga dihukum berat, Ary Permadi, Haryanto dan Roniansyah. Ketiganya dipidana seumur hidup. (eru/lim)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 12:14

Kasus Calon Anggota DPD Ditutup, ASN Dilanjutkan

TARAKAN - Sebanyak 3 anggota calon DPD RI dapil Kalimantan…

Rabu, 16 Januari 2019 12:12

Giliran Jasa Pengiriman Terdampak

TARAKAN – Tidak hanya tiket pesawat yang naik puluhan persen.…

Rabu, 16 Januari 2019 12:10

10-20 Perda Setiap Tahun

PRODUK hukum berupa peraturan daerah (perda) yang dibahas bersama, eksekutif…

Rabu, 16 Januari 2019 11:38

Sering Ancam Tetangga, AD Dijebloskan ke Penjara

TARAKAN – Akibat sering melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan pisau…

Rabu, 16 Januari 2019 11:32

Pompa Rusak, Bukit Tak Teraliri

TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam hingga…

Rabu, 16 Januari 2019 11:28

Berharap Miliki Drainase Lebar

TARAKAN - Kondisi jalan yang berada di RT 54 Kelurahan…

Rabu, 16 Januari 2019 11:18

Disangka Bom, Tim Gegana Amankan Tas Hitam

TARAKAN - Rabu pagi (16/1) sekitar pukul 07.00 WITA, Warga…

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…

Selasa, 15 Januari 2019 14:01

Merasa Cukup dengan Langganan Carteran

Ojek pangkalan (opal) menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat. Juga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*