MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 April 2018 10:38
Foto Sembako di FB, Dikaitkan dengan Paslon
DIBIDIK: Unggahan pemilik akun Lis Lis di Facebook berikut keterangan mengaitkan paslon, kemarin (11/4). FACEBOOK

PROKAL.CO, PEMILIK akun Facebook, Lis Lis yang mengunggah foto sembako dengan keterangan dari salah satu pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan ditelusuri Panwaslu Tarakan. “Temuan slh satu team sukses paslon walikota tarakan bagi2 sembako daerah sebengkok...saat ini sdang ditindak lanjuti,”tulis Lis Lis dalam unggahannya yang telah ditanggapi hampir 500 akun itu.

Saat ditemui Radar Tarakan di sekretariat Kantor Panwaslu Tarakan, Ketua Panwaslu Tarakan Sulaiman menegaskan bahwa baik pasangan calon (paslon), tim paslon maupun masyarakat yang secara terang-terangan menerima pemberian money politic berupa uang maupun barang, akan ditetapkan sebagai tersangka. “Ini sudah melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 187 A,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sulaiman mengaku bahwa pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait pemberian sembako dari paslon. Sebab itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Untuk mencari anggota masyarakat yang menerima sembako dari paslon tersebut, Panwalsu akan menggerakkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) bersama pihak kepolisian untuk mencari kebenaran postingan tersebut.

“Jangankan Panwascam, dari kepolisian pun akan kami kerahkan untuk mencari siapa orang itu (Lis Lis dan paslon). Apakah hoax atau kejadian yang sudah kedaluwarsa,” katanya.

Sulaiman menuturkan bahwa pemberian barang dari paslon kepada masyarakat merupakan salah satu cara paslon untuk mendapatkan dukungan, sehingga ketika sebuah barang maupun uang diserahkan kepada masyarakat sudah pasti masuk dalam pelanggaran.

“Ketika barang tersebut diserahkan kepada masyarakat, maka sudah pasti ada unsur keinginan untuk dipilih. Ini juga masuk dalam money politic,” tegasnya.

Nah, sanksi yang akan dikenakan pun tidak hanya menimpa paslon maupun tim paslon. Namun masyarakat yang menerima juga akan dikenakan sanksi kurungan penjara dengan minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun.

“Itu (sanksi) berlaku untuk seluruhnya. Baik paslon, tim maupun masyarakat. Tergantung dari pembuktian dan proses pemeriksaannya nanti,” jelasnya.

Menurut Sulaiman sebagai warga negara Indonesia, setiap masyarakat tentu berada dalam perlindungan hukum. Sebab itu, jika alasan masyarakat hanyalah sebuah ketidaktahuan sehingga dengan mudahnya menerima pemberian paslon, maka itu bukanlah sebuah alasan yang dapat diterima Panwaslu.

Melalui hal tersebut, Sulaiman menyampaikan bahwa metode lama hendaknya dilupakan, seperti ambil barang, tapi jangan memilih orangnya. Sebab hal tersebut sudah tidak berlaku di Indonesia, pasalnya jika menerima barang maupun pemberian dari paslon sudah tidak diperbolehkan.

“Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menerima uang dari tim atau calon, karena ketika masyarakat menerima uang atau barang itu, kami akan melakukan proses dan tindakan lebih lanjut,” imbuhnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…

Sabtu, 21 April 2018 10:35

Daerah Wisata Minim Penerangan

TARAKAN – Objek wisata di Bumi Paguntaka terus bertambah, salah satunya di daerah Mamburungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .