MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 April 2018 10:38
Foto Sembako di FB, Dikaitkan dengan Paslon
DIBIDIK: Unggahan pemilik akun Lis Lis di Facebook berikut keterangan mengaitkan paslon, kemarin (11/4). FACEBOOK

PROKAL.CO, PEMILIK akun Facebook, Lis Lis yang mengunggah foto sembako dengan keterangan dari salah satu pasangan calon (paslon) Pilwali Tarakan ditelusuri Panwaslu Tarakan. “Temuan slh satu team sukses paslon walikota tarakan bagi2 sembako daerah sebengkok...saat ini sdang ditindak lanjuti,”tulis Lis Lis dalam unggahannya yang telah ditanggapi hampir 500 akun itu.

Saat ditemui Radar Tarakan di sekretariat Kantor Panwaslu Tarakan, Ketua Panwaslu Tarakan Sulaiman menegaskan bahwa baik pasangan calon (paslon), tim paslon maupun masyarakat yang secara terang-terangan menerima pemberian money politic berupa uang maupun barang, akan ditetapkan sebagai tersangka. “Ini sudah melanggar UU Nomor 10 Tahun 2016 pasal 187 A,” ungkapnya.

Kendati demikian, Sulaiman mengaku bahwa pihaknya belum menerima laporan dari masyarakat terkait pemberian sembako dari paslon. Sebab itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Untuk mencari anggota masyarakat yang menerima sembako dari paslon tersebut, Panwalsu akan menggerakkan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) bersama pihak kepolisian untuk mencari kebenaran postingan tersebut.

“Jangankan Panwascam, dari kepolisian pun akan kami kerahkan untuk mencari siapa orang itu (Lis Lis dan paslon). Apakah hoax atau kejadian yang sudah kedaluwarsa,” katanya.

Sulaiman menuturkan bahwa pemberian barang dari paslon kepada masyarakat merupakan salah satu cara paslon untuk mendapatkan dukungan, sehingga ketika sebuah barang maupun uang diserahkan kepada masyarakat sudah pasti masuk dalam pelanggaran.

“Ketika barang tersebut diserahkan kepada masyarakat, maka sudah pasti ada unsur keinginan untuk dipilih. Ini juga masuk dalam money politic,” tegasnya.

Nah, sanksi yang akan dikenakan pun tidak hanya menimpa paslon maupun tim paslon. Namun masyarakat yang menerima juga akan dikenakan sanksi kurungan penjara dengan minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun.

“Itu (sanksi) berlaku untuk seluruhnya. Baik paslon, tim maupun masyarakat. Tergantung dari pembuktian dan proses pemeriksaannya nanti,” jelasnya.

Menurut Sulaiman sebagai warga negara Indonesia, setiap masyarakat tentu berada dalam perlindungan hukum. Sebab itu, jika alasan masyarakat hanyalah sebuah ketidaktahuan sehingga dengan mudahnya menerima pemberian paslon, maka itu bukanlah sebuah alasan yang dapat diterima Panwaslu.

Melalui hal tersebut, Sulaiman menyampaikan bahwa metode lama hendaknya dilupakan, seperti ambil barang, tapi jangan memilih orangnya. Sebab hal tersebut sudah tidak berlaku di Indonesia, pasalnya jika menerima barang maupun pemberian dari paslon sudah tidak diperbolehkan.

“Jadi tidak ada alasan bagi masyarakat untuk menerima uang dari tim atau calon, karena ketika masyarakat menerima uang atau barang itu, kami akan melakukan proses dan tindakan lebih lanjut,” imbuhnya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .