MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 April 2018 10:31
Tagihan ‘Gajah’ Dihapus, 5.000 Meteran Diganti
DOK.

PROKAL.CO, TARAKAN – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan berkeras tagihan ‘gajah’ tetap dibayar pelanggan. Setidaknya ada 37 tagihan yang nominalnya di luar kewajaran pemakaian.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Adnan Hasan Galoeng mengatakan opsi yang diperjuangkan wakil rakyat yakni penghapusan tagihan pada kasus kesalahan pencatatan oleh petugas PDAM. Dari kasus yang ditelusuri PDAM saat ini, masih harus diverifikasi. Ada banyak dugaan selain kesalahan pencatatan seperti diakui PDAM.

“Ada kesalahan pelanggan juga, dari 37 itu. Khusus yang kelalaian petugas PDAM, kami minta itu dihapuskan. Walaupun kita tahu, kalau penghapusan itu tidak mudah. Ini opsi solusi, karena kita tidak ingin masyarakat itu dibebankan pada hal-hal yang seharusnya dia tidak tanggung secara aturan,” imbuhnya.

Pada kasus kesalahan pelanggan, seperti pipa bocor setelah sambungan meteran atau penyambungan ke banyak pengguna, tetap harus dibayar pelanggan. “Itu juga kami perjuangkan, misalnya dicicil dengan jumlah yang logis. Kan enggak masuk akal kalau tagihan Rp 17 juta misalnya, dicicil Rp 100 ribu per bulan, kan sampai kapan mau nyicil-nya. PDAM pasti capek menunggunya,” kata Adnan.

Adnan membeberkan berdasar penelusuran PDAM, ada sekitar 5.000 meteran sudah tidak layak pakai. Unit meteran yang dimaksud tak lagi mendapat pengujian berkala atau tera ulang. Sehingga pencatatan setiap aliran air, justru menimbulkan selisih dari produksi air yang ada. “Ini yang juga kami minta diganti, mulai tahun depan. Kami minta ke PDAM, bahwa pencatatan sampai 2017 itu ditutup, 2018 sudah harus membangun sistem yang baik,” terangnya.

Dalam kaitan tagihan ‘gajah’ atas kelalaian petugas, Adnan mengakui muncul pendapat dari PDAM jika ada kendala teknis yang ditemui di lapangan. “Misalnya meteran dalam pagar. Tapi itu memang masih dari PDAM, versinya mereka. Kalau dari Dewan masih akan mengkaji itu. Yang jelas, selama ini ada petugas lalai, mungkin memang gak mencatat, istilahnya makan gaji buta. Menebak-nebak, dan tidak melakukan pencatatan ke lapangan. Membuat penaksiran rata-rata pemakaian. Yang kemudian baru diketahui setelah ada sistem baru yang dikerjakan PDAM,” imbuhnya.

“Semua ini memang butuh solusi. Ada banyak pihak terkait di dalamnya,” kata Adnan menyebut masih akan dilakukan pembahasan bersama mengenai masalah tersebut. (lim)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .