MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 April 2018 10:15
EFQR Cegat WNI Lalui Jalur Ilegal
DIKAWAL: Puluhan calon TKI yang diamankan Lanal Nunukan diserahkan ke BP3TKI Nunukan, Rabu (11/3). RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN -  Tim Eastern Fleet Quick Response (EFQR) Lantamal XIII dan Lanal Nunukan menahan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang melalui jalur ilegal ke Sabah, Malaysia. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 39  Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terdiri dari 12 laki-laki dewasa, 14 perempuan dewasa, delapan anak laki-laki dan lima anak perempuan yang memilih jalur ilegal untuk mengadu nasib di negeri jiran.

Dijelaskan, diagagalkannya calon TKI ini tepat di perairan Sebatik, berawal ketika Lanal Nunukan menerima informasi pengiriman TKI melalui Sebatik menuju Tawau, Malaysia. Sehingga, pada Selasa (10/4), tim EFQR mengerahkan speedboat Kal Ambalat untuk melakukan observasi dan pengendapan. Tak butuh lama, sekira 18.30 di perairan Sebatik, diketahui enam speedboat sedang bersiap-siap berangkat menuju Tawau.

Melihat aktivitas tersebut tim langsung mencegat, tiga speedboat terus melaju menuju Tawau. Dua speedboat diamankan masing-masing di perairan Sei Nyamuk, satu speedboat di perairan Sei Pancang. “Tiga speedboat masuk ke Malaysia tanpa mengindahkan peringatan dari petugas. Sedangkan satu speedboat menuju Sei Nyamuk namun, motoris dan penumpang melarikan diri,” ujar Komandan Lanal Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono. SE, Rabu (11/4).

Menurutnya, banyaknya jalur pelintasan TKI ilegal di Nunukan, baik di darat maupun di laut, tentunya besar kemungkinan terjadi penyeludupan narkotika dari jiran yang masuk di Indonesia. Dengan memanfaatkan jalur ilegal oleh sindikan yang terakomodir.

Sehingga, peran masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan ke pihak yang berwenang. “Harapan ke depan semoga perairan Nunukan dan sekitarnya selalu aman dan bebas dari kegiatan ilegal,” harapnya.

Arma (34) asal Bulukumba, Sulsel, yang tertangkap menuturkan ia masuk ke Malaysia melalui jalur ilegal bersama anaknya yang berusai 17 tahun. Ia memili masuk secara ilegal karena janji seseorang yang dapat menjamin keamankan hingga di lokasi kerja, tepatnya di Sandakan.

Ia memilih masuk ke Malaysia lantaran pekerjaan di kebun sawit telah menanti. Sehingga, berani membawa anaknya untuk ikut bekerja berasama di Malaysia. “Sempat satu tahun kerja. Memang sebelumnya masuk lewat samping (ilegal) saja,” singkatnya.

Saat ini puluhan calon TKI ini diserahkan ke BP3TKI Nunukan untuk tindakan selanjutnya. Serta, pelaku penyeludupan yakni dua nakhoda, dan dua Anak Buah Kapal (ABK), serta barang bukti yang turut diamankan di antaranya dua unit speedboat telah diamankan. (akz/ash)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 13:50

Unggas Masih Dilarang Masuk

NUNUKAN – Flu burung yang menyerang ribuan unggas di Sabah, Malaysia membuat Balai Karantina Pertanian…

Senin, 24 September 2018 13:43

Penjemput Jemaah Haji Padati PLBL Liem Hie Djung

NUNUKAN – Tak berbeda jauh dengan tahun lalu, jemaah haji yang baru tiba di Pelabuhan Lintas Batas…

Senin, 24 September 2018 13:39

Gangguan Jaringan Internet Hal yang Wajar

NUNUKAN – Gangguan jaringan internet yang sering bermasalah, dianggap hal yang wajar terjadi di…

Senin, 24 September 2018 13:37

Data Pemilih yang Masih Bermasalah Segera Diselesaikan

Dengan berubahnya Data Pemilih Tetap (DPT) pasca dilakukan penetapan Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan…

Senin, 24 September 2018 13:27

Dipergoki Orang Tua, RL Langsung Dibui

AKSI bejat RL (inisial), pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur harus berakhir di jeruji besi.…

Senin, 24 September 2018 13:19

Aksi Jambret Terekam CCTV

NUNUKAN – Aksi penjambretan terjadi di depan Rumah Makan (RM) Arema, Jalan TVRI, Kelurahan Nunukan…

Senin, 24 September 2018 12:16

Surga Tersembunyi, Air Terjun Urbol Alung

AKHIR pekan telah tiba! Sudah saatnya nih Anda bersantai ria bersama kerabat atau teman dekat. Nah,…

Senin, 24 September 2018 10:42

KUA-PPAS APBD-P Segera Ditetapkan

NUNUKAN – Penentapan kebijakan umum anggaran (KUA) dan prioritas plafom anggaran sementara (PPAS)…

Senin, 24 September 2018 10:40

Nasib Korban Penculikan Belum Diketahui

NUNUKAN – Dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban peculikan di perairan Pulau Gaya…

Senin, 24 September 2018 09:57

Lokasi Pemasangan APK Disepakati

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan penempatan alat peraga kampanye (APK) untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .