MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 April 2018 12:14
Produk Ditarik, Menunggu Hasil Sidak

Laporkan Jika Masih Beredar

MASIH AMAN: Untuk ikal kaleng sarden masih aman dikonsumsi, namun bagi ikan makarel kaleng terdapat 27 merek yang dilarang. DOK

PROKAL.CO, TARAKAN - Menindaklanjuti adanya temuan parasit cacing dalam ikan makarel kaleng, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Utara mengeluarkan surat imbauan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM kabupaten/kota untuk menarik 27 merk ikan makarel jika ada pedagang yang menjualnya.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, yang juga Kepala Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tarakan, Hidayat mengatakan memang ada 27 merk yang sudah dilarang beredar di seluruh Indonesia, dan jika ditemukan maka akan ditarik oleh pihaknya.

“Kami memang sudah mendapat imbauan, dan sudah sidak juga bersama pihak provinsi. Untuk memeriksa makanan yang dianggap mengandung cacing,” katanya. “Kalau untuk hasilnya dari sidak di lapangan, kami masih menunggu dahulu dari provinsi. Karena ada banyak toko yang kami sidak, terutama supermarket,” ujarnya.

Pihaknya memang bertugas mengawasi untuk melakukan pencegahan terhadap barang yang dijual oleh pelaku usaha yang cenderung bisa merugikan konsumen.

“Sampai saat ini belum ada yang melaporkan terkait ikan makarel kaleng yang bercacing tetapi masyarakat diimbau untuk melaporkan segera,” katanya.

Masyarakat sendiri dapat melaporkan kejadian ini. Bukan hanya masalah ini saja, tetapi permasalahan-permasalahan yang timbul akibat dari pada banyaknya kecurangan pelaku usaha yang merugikan masyarakat.

“Silahkan lapor, kami pasti akan proses. Hanya saja, masyarakat harus komplain terlebih dahulu, dan jika tidak ditanggapi maka dapat melaporkan,” tuturnya.

Dirinya juga berharap agar pedagang yang masih menjual produk ini segera menarik dan tidak melakukan proses jual beli, karena telah dilarang keras. Dan jika masih menjual, maka pihaknya akan langsung menarik produk ini.

“Tentu akan ditarik, kalau ada yang membahayakan konsumen bisa dilaporkan,” pungkasnya. (*/naa/udn)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Minggu, 22 Juli 2018 00:45

Beda Sikap PLN dan Pemkot

TARAKAN – Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Tarakan Mariyam menampik jika Pemerintah…

Jumat, 20 Juli 2018 12:08

Deadline Ganti Rugi Belum Pasti

TARAKAN – Gangguan sistem jaringan yang sempat dirasakan kurang lebih 200 pelanggan karena tidak…

Jumat, 20 Juli 2018 12:05

Lakukan Perbaikan Optimis Raih WTP

TARAKAN – Wali Kota Tarakan Sofian Raga berharap laporan keuangan selanjutnya bisa mendapatkan…

Jumat, 20 Juli 2018 12:04

Kesbangpol Belum Lakukan Verifikasi

TARAKAN – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tarakan, Agus Sutanto menegaskan…

Jumat, 20 Juli 2018 11:29

Sisihkan APBD untuk Lansia

Tarakan—Angka harapan hidup masyarakat Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Hal itu seiiring…

Jumat, 20 Juli 2018 11:28

Penutup Gorong-Gorong Rusak

TARAKAN – Rutin mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diadakan setiap…

Jumat, 20 Juli 2018 11:26

JR Otak Curanmor di Tiga Lokasi

TARAKAN – Selain sebagai pelaku pencurian 38 aki tower milik Telkomsel dan XL, JR yang sebelumnya…

Jumat, 20 Juli 2018 11:23

Usai Menegur, Kepala MS Berdarah

TARAKAN – Niat hanya menegur tetangganya, RA, yang menambatkan kapalnya tidak di lokasi semestinya,…

Kamis, 19 Juli 2018 21:15

CELAKA INI..!! Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin…

Kamis, 19 Juli 2018 21:12

Transportasi Online Dianggap Ilegal

TARAKAN – Kemarin, aksi damai kembali dilakukan Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (SPTI)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .