MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 April 2018 12:14
Produk Ditarik, Menunggu Hasil Sidak

Laporkan Jika Masih Beredar

MASIH AMAN: Untuk ikal kaleng sarden masih aman dikonsumsi, namun bagi ikan makarel kaleng terdapat 27 merek yang dilarang. DOK

PROKAL.CO, TARAKAN - Menindaklanjuti adanya temuan parasit cacing dalam ikan makarel kaleng, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kalimantan Utara mengeluarkan surat imbauan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM kabupaten/kota untuk menarik 27 merk ikan makarel jika ada pedagang yang menjualnya.

Kepala Bidang Perlindungan Konsumen, yang juga Kepala Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Tarakan, Hidayat mengatakan memang ada 27 merk yang sudah dilarang beredar di seluruh Indonesia, dan jika ditemukan maka akan ditarik oleh pihaknya.

“Kami memang sudah mendapat imbauan, dan sudah sidak juga bersama pihak provinsi. Untuk memeriksa makanan yang dianggap mengandung cacing,” katanya. “Kalau untuk hasilnya dari sidak di lapangan, kami masih menunggu dahulu dari provinsi. Karena ada banyak toko yang kami sidak, terutama supermarket,” ujarnya.

Pihaknya memang bertugas mengawasi untuk melakukan pencegahan terhadap barang yang dijual oleh pelaku usaha yang cenderung bisa merugikan konsumen.

“Sampai saat ini belum ada yang melaporkan terkait ikan makarel kaleng yang bercacing tetapi masyarakat diimbau untuk melaporkan segera,” katanya.

Masyarakat sendiri dapat melaporkan kejadian ini. Bukan hanya masalah ini saja, tetapi permasalahan-permasalahan yang timbul akibat dari pada banyaknya kecurangan pelaku usaha yang merugikan masyarakat.

“Silahkan lapor, kami pasti akan proses. Hanya saja, masyarakat harus komplain terlebih dahulu, dan jika tidak ditanggapi maka dapat melaporkan,” tuturnya.

Dirinya juga berharap agar pedagang yang masih menjual produk ini segera menarik dan tidak melakukan proses jual beli, karena telah dilarang keras. Dan jika masih menjual, maka pihaknya akan langsung menarik produk ini.

“Tentu akan ditarik, kalau ada yang membahayakan konsumen bisa dilaporkan,” pungkasnya. (*/naa/udn)

loading...
BERITA TERKAIT

BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*