MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 April 2018 11:56
Sehari Gantian Deportasi
DEPORTASI: Puluhan deportan tiba di tanah air dengan menumpangi KM Nunukan Express, Selasa (10/4). RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemandangan berbeda terjadi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Selasa, (10/4) kemarin. Usai pihak Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan Warga Negara (WN) Malaysia sebanyak enam orang yang diamankan pada Jumat, (6/4), kini giliran Pemerintah Malaysia memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 47 orang. Terdiri dari 37 laki-laki 10 perempuan.

Puluhan WNI yang dipulangkan ini merupakan berasal dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau. Sebelum dipulangkan tentunya WNI harus menyelesaikan masa tahanan akibat pelanggaran yang dilakukan. Pelanggaran yang dilakukan karena persoalan keimigrasian 29 orang, kasus narkoba 16 orang dan kasus lainnya dua orang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Ferry Herling Ishak South menjelaskan, deportasi dilakukan Pemerintah Malaysia setiap pekan. Untuk menghindari hal tersebut tentunya membutuhkan peran semua elemen. Sebab, Nunukan merupakan garis perbatasan yang potensi keluar-masuknya orang secara ilegal begitu tinggi.

“Harus membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan deportan. Karena Nunukan ini merupakan garis perbatasan bukan titik. Sehingga peran masyarakat juga dibutuhkan,” ucapnya ketika ditemui saat menyambut deportan tiba di Nunukan.

Dijelaskan, banyaknya WNI yang menjadi Buruh Mingran Indonesia (BMI) unprosedure bermula ketika WNI berada di Malaysia. Ketika izin tinggal telah habis namun tidak diperpanjang, paspor yang ditahan majikan, kabur dari tempat kerja, hingga tindakan kasar yang diterima BMI ketika bekerja. “Awalnya BMI masuk dengan resmi. Mau pulang kampung tetapi paspor dipegang perusahaan dan tidak diberikan. Sehingga jalur ilegal menjadi pilihan. Inilah yang terus terjadi,” ungkapnya.

Saat berada di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, 47 BMI harus mengikuti proses pendataan. Sebelum dipulangkan ke kampung halaman, mencari kerja di Nunukan atau kembali ke Malaysia untuk bekerja. (akz/ash)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:53

WNI Diserahkan ke Imigrasi Tawau

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:18

Korban Minta Polisi Tidak Berlarut-larut

NUNUKAN – Orang tua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nunukan meminta polisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:15

Seorang Anak Nyaris Diculik dan Dibawa ke Malaysia

NUNUKAN – Kasus dugaan penculikan anak terjadi di Nunukan. Insiden itu menimpa M. Wahab, anak…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:53

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:50

Media Jadi Objek Penelitian Kemhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menyambangi Kabupaten Nunukan. Tim Badan Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .