MANAGED BY:
MINGGU
22 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 April 2018 11:56
Sehari Gantian Deportasi
DEPORTASI: Puluhan deportan tiba di tanah air dengan menumpangi KM Nunukan Express, Selasa (10/4). RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemandangan berbeda terjadi di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan Selasa, (10/4) kemarin. Usai pihak Imigrasi Kelas II Nunukan memulangkan Warga Negara (WN) Malaysia sebanyak enam orang yang diamankan pada Jumat, (6/4), kini giliran Pemerintah Malaysia memulangkan Warga Negara Indonesia (WNI) sebanyak 47 orang. Terdiri dari 37 laki-laki 10 perempuan.

Puluhan WNI yang dipulangkan ini merupakan berasal dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Tawau. Sebelum dipulangkan tentunya WNI harus menyelesaikan masa tahanan akibat pelanggaran yang dilakukan. Pelanggaran yang dilakukan karena persoalan keimigrasian 29 orang, kasus narkoba 16 orang dan kasus lainnya dua orang.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Nunukan Ferry Herling Ishak South menjelaskan, deportasi dilakukan Pemerintah Malaysia setiap pekan. Untuk menghindari hal tersebut tentunya membutuhkan peran semua elemen. Sebab, Nunukan merupakan garis perbatasan yang potensi keluar-masuknya orang secara ilegal begitu tinggi.

“Harus membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan deportan. Karena Nunukan ini merupakan garis perbatasan bukan titik. Sehingga peran masyarakat juga dibutuhkan,” ucapnya ketika ditemui saat menyambut deportan tiba di Nunukan.

Dijelaskan, banyaknya WNI yang menjadi Buruh Mingran Indonesia (BMI) unprosedure bermula ketika WNI berada di Malaysia. Ketika izin tinggal telah habis namun tidak diperpanjang, paspor yang ditahan majikan, kabur dari tempat kerja, hingga tindakan kasar yang diterima BMI ketika bekerja. “Awalnya BMI masuk dengan resmi. Mau pulang kampung tetapi paspor dipegang perusahaan dan tidak diberikan. Sehingga jalur ilegal menjadi pilihan. Inilah yang terus terjadi,” ungkapnya.

Saat berada di ruang tunggu Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, 47 BMI harus mengikuti proses pendataan. Sebelum dipulangkan ke kampung halaman, mencari kerja di Nunukan atau kembali ke Malaysia untuk bekerja. (akz/ash)


BACA JUGA

Jumat, 20 Juli 2018 12:02

Dua Bulan Tangkapan, 3 Kg Sabu Dilarutkan

NUNUKAN – Hampir 3 kilogram (kg) sabu-sabu dimusnahkan di Kantor Polisi Resor (Polres) Nunukan,…

Jumat, 20 Juli 2018 11:47

Gedung UKM Centre Dipertanyakan

NUNUKAN – Keberadaan gedung UKM Centre di Jalan Bahari, Kelurahan Nunukan Utara, kini mulai menjadi…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

Warga Penderita Gangguan Jiwa Masih Terlantar

NUNUKAN – Sempat berkurang, penderita gangguan jiwa kembali terlihat berkeliaran di tempat umum.…

Jumat, 20 Juli 2018 11:45

PLTMG Mansapa Segera Dibangun

PEMATANGAN lahan telah selesai dikerjakan. Unit-unit bangunan kantor Pembangkit Listrik Tenaga Mesin…

Jumat, 20 Juli 2018 11:34

Tak Lengkap, Parpol Tetap Mengajukan DCS

NUNUKAN - Pengajuan Daftar Calon Sementara (DCS) resmi ditutup Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan tepat…

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .