MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 07 April 2018 13:42
Informasi Kuota CPNS Hoaks
BELUM ADA KEPUTUSAN MENPAN-RB: Tenaga honorer hingga saat ini masih menunggu penerimaan CPNS 2018 ini. DOK/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Beredarnya informasi laporan penetapan e-formasi tenaga honorer, pegawai tidak tetap, pegawai tetap non PNS dan tenaga kontrak pengangkatan calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2016 hingga 2019. Surat berkop Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) yang dikeluarkan pada November 2017 lalu, diduga hoax.

Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie mengatakan masih menunggu pengumuman resmi dari Kemenpan-RB. Sebelumnya diajukan 1.770 kuota seperti yang dijanjikan pemerintah pusat. “Kemungkinan dapat 500 lagi, itu sudah sangat disyukuri sekali,” katanya.

Tetapi, jika pegawai yang saat ini sudah cukup, maka tidak perlu dilakukan rekrutmen. Lebih baik anggaran yang ada digunakan untuk pembangunan lainnya. “Beneran loh, lebih baik memang seperti itu,” ujar Irianto.

Sementara itu, Kasubit Perencanaan dan Pengadaan ASN pada Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Kaltara Yakup Anwar mengatakan informasi kuota rekrutmen yang beredar di masyarakat dipastikan hoax. “Kami sudah konfirmasi dari  kemenPAN RB, dan mereka mengaku belum mengeluarkan surat resmi yang berkaitan dengan CPNS,” tambahnya.

Informasi berantai itu diduga beredar sekitar awal tahun  ini. “Belum ada, jadi jangan sampai termakan hoax. Masyarakat tentu harus jeli,” ujarnya.

Memang setiap tahunnya pemerintah dimintai kuota kebutuhan pegawai. Untuk mengetahui apakah kurang atau tidak PNS di suatu daerah. Pemda harus bersandar pada analisis kebutuhan pegawai. Yang pasti memang untuk masyarakat diharapkan untuk berhati-hati, dan tidak mudah tergiur dengan oknum yang mengatasnamakan pegawai pemerintahan, apalagi jika sampai meminta uang dengan jaminan bisa meloloskan hingga menjadi PNS.

“Rajin-rajin melihat situs resmi Kemenpan-RB. Selain situs itu berarti hanya hoax,” terangnya.

Kepala Bidang (Kabid), Pengadaan, Pembinaan dan Pengembangan pada BKPSDM Nunukan Hamseng, S.H, bahwa informasi yang beredar terkait laporan penetapan e-formasi dari Menpan-RB dipastikan hoax. “Informasinya hoax itu, untuk resminya tentu ada disampaikan oleh Menpan-RB ke masing-masing daerah,” singkat Hamseng kepada media ini, kemarin.

Sementara, Kepala BKPSDM Nunukan Sabri mengatakan, untuk laporan penetapan e-formasi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, telah disampaikan ke Kemenpan-RB.

“Surat dari Kemenpan-RB masuk pada akhir 2017 lalu, yang diutamakan hanya tenaga medis dan kependidikan,” kata Sabri.

Menurutnya, BKPSDM Nunukan telah mengajukan dua formasi tersebut, namun untuk formasi lain tetap akan diupayakan karena organisasi perangkat daerah (OPD) masih banyak yang membutuhkan PNS.

Apalagi untuk melakukan penerimaan CPNS ini harus disesuaikan dengan belanja pegawai. Dari Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nunukan menyebut belanja pegawai masih di bawah 50 persen dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). “Jika belum melebihi 50 persen belanja pegawai, maka Pemkab Nunukan tidak masalah mengajukan permohonan penerimaan CPNS di 2018 ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, BKPSDM Nunukan telah mengajukan kouta penerimaan CPNS sebanyak 1.000 orang ke Kemenpan-RB. Dengan dua formasi saat ini yakni tenaga medis dan kependidikan. Namun yang paling banyak tenaga kependidikan.

Sedangkan tenaga administrasi, belum dapat diajukan ke Kemenpan-RB, karena masih menunggu analisis jabatan (anjab) terlebih dahulu. Jika selesai dilakukan anjab 2018 ini, segera diajukan kembali. “Kendalanya di OPD masing-masing, jika belum masuk anjab-nya maka belum dapat diselesaikan yang baru selesai ini Disdikbud Nunukan dan Dinkes Nunukan maka dua formasi itu dulu diajukan,” tuturnya. (*/naa/nal/lim)


BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .