MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 06 April 2018 10:22
Polisi Lompat ke Laut Gagalkan 4 Kg Sabu

Kapolda: Ungkap Bandar, Harus Kerjasama Interpol

NARKOBA KILOAN: Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit menggelar konferensi pers pengungkapan sabu-sabu 4 kg di Mapolres Nunukan, Selasa (4/4). ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Polisi Resor (Polres) Nunukan mengamankan sabu-sabu seberat 4 kilogram (kg) di depan Jembatan Pangkalan Batu perairan Sei Pancang, Kecamatan Sebatik Utara sekira pukul 20.00 wita, Senin (2/4). Barang haram itu berasal dari Tawau, Malaysia dan akan dibawa menuju Tanjung Selor, Bulungan.

Melalui jumpa pers di Mapolres Nunukan, Rabu (4/4), Kapolres Nunukan AKBP Jepri Yuniardi mengatakan, pengungkapan di tangan Satuan Resnarkoba Polres Nunukan setelah masuknya informasi dari masyarakat mengenai pengiriman melalui jalur laut. “Penyelidikan di perairan Sei Pancang, tepatnya di depan Jembatan Pangkalan Batu,” kata Jepri Yuniardi, kemarin.

Ia menjelaskan, personel Satreskoba Polres Nunukan melihat sebuah perahu yang mencurigakan. Perahu tersebut didekati dan ada dua orang pria yang berada di dalamnya, AS (45) dan KA (39).

Saat AS dan KA ingin diamankan, salah seorang personel Satreskoba melihat ada tas dibuang ke laut. Kemudian personel Satreskoba langsung melompat ke laut untuk mengambil tas tersebut. Tas itu diikat di sebuah jangkar besi dan di dalamnya ditemukan empat bungkus plastik teh.

“Tindak pidana masuk dalam pasal 114 ayat 2 subsider, pasal 112 ayat 2 UU RI nomor 35/2009 tentang Narkotika,” ujarnya.

Dua tersangka tersebut terancam pidana penjara seumur hidup atau paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun. Dan pidana dengan paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

Sementara, Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit yang memimpin rilis kasus mengatakan, dua tersangka yang telah diamankan merupakan kurir. Sedangkan bandar atau pemilik sabu-sabu tersebut tidak sempat diamankan, karena lebih dulu melarikan diri.

“Bandar narkoba itu tidak akan mungkin akan tampil di depan, ini yang ditangkap hanya kurir saja,” kata Indrajit.

Lanjut dia, untuk mengungkap pemilik sabu 4 kg ini, ia akan bekerjasama dengan instansi lain terutama Interpol. Pengungkapan 4 kg tidak akan berhenti sampai di sini, pengejaran tetap akan dilakukan hingga ditemukan pemilik sabu ini yang berinisial Haji AN yang merupakan warga Sebatik.

Menurutnya, dua tersangka ini sebelumnya telah meloloskan sabu dari Tawau. Penyelundupan sabu dilakukan untuk ketiga kalinya, dan diupah sebesar Rp 20 juta. “Ke depan pengawasan terhadap narkoba ini tetap harus dilakukan. Untuk Polres Nunukan akan dilakukan penambahan anjing pelacak lagi,” ujarnya.

OKNUM POLISI TERLIBAT, DIPECAT

Indrajit serius memberantas narkoba di daerah perbatasan. Sehingga jika ada oknum polisi yang terlibat, sanksinya pemecatan. Sebagai bentuk keseriusan memberantas narkoba, maka seluruh polres harus mengungkap pelaku narkoba di daerah masing-masing. Tanpa memandang siapa pun.

“Visi saya memang ingin memberantas narkoba, sehingga seluruh polres yang ada di Kaltara harus melaksanakan,” terangnya.

Menurutnya, seluruh Satreskoba di masing-masing polres ahli dalam mengungkap kasus narkoba. Hanya diharapkan keseriusan. “Jika ada yang mengetahui oknum polisi terlibat narkoba, jangan segan melaporkan. Jika ada yang didapat maka langsung akan dipecat,” ujarnya.

Lanjut dia, tindak tegas terhadap oknum polisi yang terlibat narkoba, merupakan arahan langsung dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian. “Seperti sabu yang diamankan di Nunukan ini, sangat berbahaya jika dapat beredar. Maka dari itu, perlu ada kerjasama dari masyarakat untuk melawan peredaran maupun penyelundupan narkoba di daerah perbatasan,” ujarnya.

Sementara, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Nunukan Kompol Lamuati mengatakan, hadirnya Polda Kaltara sangat membantu. Karena berbagai urusan dapat dilakukan dengan cepat dan tidak perlu lagi ke Kaltim. “Kehadiran Polda Kaltara tentu sangat membantu, terutama melakukan penindakan untuk kasus narkoba,” kata dia.

Menurutnya, yang paling diinginkan sinergi antara Polda Kaltara dan BNN, agar ke depan dapat mengungkap para pelaku narkoba. “Seperti pengungkapan sabu 4 kg ini, merupakan hal yang baik tentu ke depan agar dapat mengungkap sabu dengan jumlah yang banyak lagi di daerah perbatasan ini,” ujarnya. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Usul Mutasi Minimal 10 Tahun

NUNUKAN – Peserta seleksi yang sudah dinyatakan lulus wajib membuat…

Jumat, 07 Desember 2018 11:59

Izin Usaha Terbentur Andalalin

NUNUKAN – Akibat tak memiliki analisis dampak lalu lintas (Andalalin),…

Jumat, 07 Desember 2018 11:54

Kali Kedua Mangkir dari Panggilan

NUNUKAN - Seorang Apatatur Sipil Negara (ASN) yang telah dilaporkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:53

Petani Butuh Tambahan Angkutan

NUNUKAN – Produksi rumput laut semakin berlimpah, namun tak sebanding…

Jumat, 07 Desember 2018 11:52

Fasilitasi Warga Lengkapi Dokumen

NUNUKAN – Agar warga Desa Balansiku tertib administrasi dan meningkatkan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:47

Kendaraan Pelat Merah Terlibat Kecelakaan Maut

NUNUKAN – Dua kendaraan bermotor terlibat kecelakaan maut di Jalan…

Jumat, 07 Desember 2018 11:45

Demi Berfoya-foya, Pria Nekat Curi Tas

NUNUKAN – Pria paruh baya nekat melakukan aksi pencurian di…

Kamis, 06 Desember 2018 12:58

Pekan Depan, SKB Digelar

NUNUKAN – Tahapan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018…

Kamis, 06 Desember 2018 12:57

Perkara Narkotika Meningkat

NUNUKAN – Periode Januari hingga November, Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan…

Kamis, 06 Desember 2018 12:55

Minim Penarikan Pajak Restoran

NUNUKAN – Pajak restoran 10 persen yang dibebankan ke konsumen…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .