MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 05 April 2018 15:19
Pengin Habiskan Masa Pensiun di Tarakan

Mengenal Murray St. John, Sukarelawan Peningkatan Kualitas Air PDAM

RUTINITAS: Murray sedang mengecek kualitas air sebelum diminum di kediamannya, RT 3 nomor 63 Jalan Cahaya Baru, Karang Harapan, Tarakan Barat. LISAWAN/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Murray St. John, seorang warga negara asing (WNA) yang sejak 2007 menetap di Tarakan. Atas kontribusi pengetahuan pria asal Kota London, Kanada ini kualitas air di Kota Tarakan meningkat. Seperti apa kisahnya?

LISAWAN YOSEPH LOBO

PRIA berkulit putih ini, akrab disapa Mr. Murray. Usianya sudah tak muda lagi. Pada 6 Agustus mendatang genap berusia 71 tahun. Awal ia menginjakkan kaki di Indonesia pada 1994 silam. Saat mulai bekerja di PT Indorayon, Medan, Sumatera Utara. Latar belakang pendidikannya, chemical enggineering atau teknik kimia. Sehingga kemudian ia banyak bekerja di laboratorium dan lingkungan hidup di perusahaan-perusahaan.

Hanya satu tahun di Sumatera Utara, lalu pindah ke Samarinda, Kalimantan Timur pada Januari 1995. Bekerja di Mangkajang, PT Kiani Kertas hingga 2001. Selama di Mangkajang, ia pernah mengubah limbah menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan warga desa setempat.

Pada 1999 menikah dengan Maylan, warga Tarakan. Dua tahun berselang, bersama istrinya memutuskan untuk pindah ke Tarakan. Tahun 2005 pasangan ini meninggalkan Tarakan untuk menetap di luar negeri, tepatnya di Kota London, Kanada. Kemudian memutuskan kembali ke Tarakan pada 2006. Mr. Murray pun berniat untuk menetap dan menjalani masa pensiun di kota kecil ini. Pada 2007 Mr. Murray diperkenalkan kepada Jusuf Serang Kasim atau Jusuf SK, Wali Kota Tarakan saat itu. Ia sering berdiskusi bersama Jusuf SK mengenai permasalahan air di Tarakan.

“Saya dan Pak Jusuf sering diskusi mengenai air, sering bantu mengamati air PDAM juga. Melihat kenapa air di Tarakan keruh,” ucap pria kelahiran London 6 Agustus 1947 ini.

Selama empat tahun, bekerja paruh waktu membantu meningkatkan kualitas air di Tarakan. Mr. Murray juga sering menjadi native speaker kelas bahasa Inggris di laboratorium bahasa Kota Tarakan. Selain konsultasi, memecahkan masalah, Mr. Murray mendidik operator PDAM yang masih kurang mengerti. Bahkan mengadakan pelatihan kerja.

Profesi ini pun dijalani dengan senang hati walaupun tidak dibayar sebagaimana layaknya konsultan profesional. Melainkan hanya dengan standar honor biasa orang Indonesia.

Mengenai permasalahan air di Bumi Paguntaka yang terkadang keruh, kadang pula jernih, menurutnya sebagian besar karena dipengaruhi banyaknya pipa bocor. Bukan dari kurangnya kualitas pengelolaan di PDAM seperti kebanyakan annggapan masyarakat. Konon, ketika aliran listrik padam, air PDAM berhenti mengalir. Namun pipa bocor yang saat mengalir normal membuang air keluar dan menghisap kembali air bercampur tanah di sekitar bocoran.

“Jadi pas lampunya (listrik) menyala, air mengalir lagi tapi keruh. Karena pipa yang bocor hisap air dari luar,” terang pria lulusan dari Universitas Lakehead Kanada ini.

Pada 2009 pun melakukan penelitian terhadap sampel air PDAM dari sejumlah kawasan. Salah satunya dari Juata Laut. Air PDAM di Juata Laut menandingi air kemasan. Kualitas airnya sangat bagus, bahkan langsung dapat diminum tanpa dimasak.

“Saya ke Juata Laut minum langsung dari krannya, tidak kotor dan tidak ada orang komplain,” ucap pria lulusan teknik kimia ini.

Berbeda pula dengan sekarang, apalagi permukiman warga semakin padat. Kebutuhan air pun semakin meningkat, otomatis kapasitasnya pun harus ditingkatkan. Mr. Murray sudah tak lagi mengamati perkembangan kualitas air di Juata Laut maupun Kampung Satu.

Lain halnya dengan pasokan air dari pipa Persemaian dan Kampung Bugis, ia masih tahu kualitas airnya. Ia sering memeriksa turbidity, pH dan kadar free chlorine di air yang mengalir ke rumahnya, tepatnya di Jalan Cahaya Baru, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat.

Dengan ilmu pengetahuannya, ia masih mengolah kembali air minumnya. Apakah air cukup mengandung klorin. Sebab klorin sangat penting untuk membunuh bakteri. Apalagi pengaruh nilai pangkat Hedrogen (pH) terhadap air sangat besar, terutama untuk air minum.

pH air yang dikonsumsi manusia normalnya kisaran 7 hingga 8,5. Kadar pH di bawah 6, air bersifat asam. Sedangkan pH di atas 8, air bersifat basa. Hal tersebut tidak baik untuk kesehatan tubuh. Sebab salah satu fungsi air adalah untuk mendorong racun keluar dari tubuh. Jika pH rendah dipengaruhi kurangnya kalsium, maka ditambahkan zat kapur.

“Kalau tidak ada klorinnya mungkin sudah mati, maka ditambah bayclin. Kita cek pH, karena yang utama itu pH dan bakterinya,” terangnya sambil mengecek air.

Diakuinya, air dari PDAM pengelolaannya cukup bagus. Rerata pH air dari PDAM di angka 7. Berbeda pula dengan air bor, ada yang tidak baik jika tidak dikelola terlebih dahulu. Kualitas air bor tergantung pula dari daerah resapan.

“Makanya kalau rendah, pasti dari PDAM tambahkan kapur. Beda lagi kalau air bor, ada yang bau minyak dan tanah. Makanya kalau air bor harus dikelola,” jelasnya.

Tarakan yang aman dan bersih dari polusi menjadi pilihan Mr. Murray untuk menjalani masa pensiunnya. Selain keluarga istrinya tinggal di kota ini, jarak dari Tarakan ke Tawau, Malaysia pun cukup dekat. Sejak 2001, ia pulang dan pergi dari Tarakan ke Tawau bila visa akan habis masa berlakunya. Pelayanan masyarakat dan imigrasi yang dinilai sangat baik dari daerah lainnya, membuat ia betah. Sejak 2014, ia tak perlu lagi keluar masuk Tarakan ke Tawau setelah memegang izin tinggal permanen (ITAP).

Untuk mencari kesibukan, sesekali membantu istrinya mengajar anak-anak berbahasa Inggris di tempat les Panca Toa English Course. Ia pulang ke kampung halaman sekitar dua hingga tiga tahun sekali, itu pun tidak begitu lama. Terakhir ke Kanada pada 2015 silam. Nampaknya Mr. Murray memang betah di Tarakan. (***/lim)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .