MANAGED BY:
RABU
26 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 02 April 2018 11:42
Paskah, Pesan Damai Ada Dalam Setiap Diri

2018, Keuskupan Tanjung Selor Menjadikan Tahun Persaudaraan

PASKAH: Teatrikal perjalanan Yesus Kristus yang disiksa hingga akhirnya wafat yang diperankan oleh remaja Katholik dalam perayaan rangkaian Paskah, Jumat (30/3) kemarin. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU-Kamis (29/3) kemarin, menjadi awal dimulainya Tri Hari Suci, yakni Kamis Putih, Jumat Agung (30/3), malam Paskah pada Sabtu (31/3) dan Minggu (1/4) Paskah. Proses menuju langkah Kristus itu diwarnai dengan kisah sengsara Yesus mulai dari masuk Yerusalem, perjamuan terakhir Jumat Agung dan akhirnya Paskah atau wafat Yesus Kristus itu sendiri.

Jumat (30/3) pagi kemarin, umat Katholik Jemaat Paroki Santo Stefanus dari berbagai stasi atau gereja berkumpul di Gereja Paroki Tanjung Belimbing mengenang perjalanan kehidupan Yesus Kristus dalam teatrikal yang diperankan oleh remaja umat Katholik sendiri. Meski gereja yang digunakan untuk ibadah rangkaian Paskah itu belum seluruhnya jadi lantaran masih dalam proses pembangunan, namun tetap membuat umat Katholik khitmat. Dalam perayaan Paskah tahun 2018 ini umat Katholik mengangkat tema “Mewujudkan Suka Cita Seluruh Ciptaan di Bumi Kalimantan”.

Pastor Paroki Santo Stefanus Malinau Pastor Simon Heru Supriyanto, O.M.I menjelaskan, suka cita yang sejati itu tentu saja ada damai di dalam diri setiap orang. Damai itu tidak berawal dari meja perundingan. Damai sejati bermula dari dalam hati seseorang. “Tidak ada damai di bumi ini kalau tidak ada damai di antara bangsa-bangsa. Tidak ada di dalam bangsa kalau tidak ada damai dalam masyarakat, tidak ada damai di masyarakat kalau tidak ada damai dalam keluarga. Dan tidak ada damai dalam keluarga kalau tidak ada damai dalam setiap diri pribadi. Dan akhirnya tidak ada damai dalam sendiri tanpa perdamaian dengan Tuhan. Maka Kristus datang ke dunia membawa damai ,” ungkap Pastor Heru ini.

Pertama, sebut Pastor Heru, damai manusia dengan Allah karena selama ini manusia banyak yang menjauh dari Allah. Allah yang baik, Allah yang benar, Allah yang adil, Allah yang senantiasa berkehendak baik. Karena itu, dalam seluruh rangkaian Paskah ini, seluruh Katholik khususnya dan seluruh umat Kristiani pada umumnya, ingin meniru teladan Yesus dan membawa semangat Yesus dalam kehidupan supaya bisa membawa damai bagi orang yang ada di sekitarnya. “Damai yang diharapkan itu damai yang berelasi dan bersilaturahmi. Karena Keuskupan Tanjung Selor dalam tahun 2018 ini menetapkan menjadi sebagai tahun persaudaraan,” tutur pastor.

Artinya, sambung Pastor Heru, seluruh umat Katholik diajak untuk keluar dari lingkungan masing-masing untuk menyapa semua orang, karena situasi juga menyebabkan setiap orang mudah untuk berapriori dengan yang lain. Karena itu, umat Katholik mulai tahun ini di minta untuk terbuka hati dan mau menerima dan bergaul semua orang. “Khususnya dengan orang-orang yang selama ini tidak dikenalnya supaya orang Katholik dikenal oleh orang lain,” ungkapnya.

Sebab, dijelaskan Pastor Heru, setiap orang juga punya latar belakang yang berbeda. Baik dari segi keluarga, pendidikan, agama dan budaya. Hal ini juga menjadi setiap orang untuk memahami orang lain itu kurang menjangkau orang lain atau kurang mengenal orang lain. Apalagi dalam hal keyakinan yang berbeda atau keyakinan yang sama tetapi dalam pemahamannya pun berbeda. “Karena itu, umat Katholik ditekankan untuk saling mengenal dan menyapa orang lain agar saling kenal dan tetap bersatu meski banyak perbedaan,” ujarnya.

Karena itu, imbuh Pastor Heru, penekanan utama dalam seluruh rangkaian perayaan Paskah kali ini yang lebih ditekankan kepada seluruh umat Katholik yang ada di Kabupaten Malinau khususnya, sebagai pengikut Yesus adalah agen pembawa damai bagi setiap orang. Kemudian memperbaharui situasi yang perlu dilakukan pembaruan jika dirasakan belum sejahtera, belum adil merata. Dengan peristiwa kebangkitan Yesus, seluruh umat nasrani khususnya Katholik diajak untuk bangkit dari situasi dan kondisinya masing-masing. “Bangkit untuk bisa menatap masa depan dengan penuh semangat dan dengan keyakinan bahwa Allah itu berpihak pada kita dan Allah senantiasa memberikan kesempatan untuk berjuang dan mengembangkan diri untuk perkembangan dunia dan masyarakat,” tukasnya.(ida/fly)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Juni 2019 09:59

14 Juli, Long Loreh Jadi Desa Wisata

MALINAU – Tak hanya sebuah angan, Desa Long Loreh, Kecamatan…

Jumat, 14 Juni 2019 10:47

Harmonis Ada Dalam RT Bersih

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si meminta untuk…

Jumat, 14 Juni 2019 10:45

Semua Harus Meningkatkan Kewaspadaan

MALINAU – Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si mengharapkan kepada…

Jumat, 14 Juni 2019 10:32

GKII Harus Mengaktualisasi Diri

MALINAU – Di hadapan ratusan peserta Seminar Pertumbuhan Gereja Kemah…

Kamis, 13 Juni 2019 12:19

Gereja Diharapkan Terlibat Mengelola Potensi Jemaat

MALINAU —  Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menegaskan kembali…

Kamis, 13 Juni 2019 12:17

Ingin Terus Bertumbuh, GKII Gelar Seminar

MALINAU — Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Daerah Malinau menggelar…

Kamis, 13 Juni 2019 12:14

Seminar Pertumbuhan GKII Dianggap Sangat Strategis

MALINAU - Bupati Malinau Dr. Yansen TP, M.Si menyampaikan ucapan…

Rabu, 12 Juni 2019 10:56

Pekan Pemuda GKII Malinau Digelar Di Desa Wisata Setulang

MALINAU – Diawali dengan tarian tradisional Dayak Kenyah, Pekan dan…

Rabu, 12 Juni 2019 10:53

Sebelum Musrenbang RT, Ketua RT Diberi Arahan

MALINAU – Pemerintah Kecamatan Mentarang bersama Lembaga Partisipasi Pembangunan dan…

Rabu, 12 Juni 2019 10:49

Tahun Depan, Penilaian Opini Sampai ke Desa

MALINAU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau sejak beberapa tahun terakhir…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*