MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 29 Maret 2018 13:53
JAGAIN BENER-BENER..!! Sebatik Jalur Klasik para Teroris
SEMANGATI PERSONIL: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat tiba di Pos Satgas Pamtas 621/MTG Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Rabu (28/3). ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina merupakan wilayah dengan sejuta persoalan. Salah satunya sering dimanfaatkan sebagai jalur teroris.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi Pulau Sebatik, Rabu (28/3), mengungkap garis perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) sangat panjang. Juga lebih mudah dilalui jika ingin keluar maupun masuk dari Malaysia serta Filipina.

“Sangat banyak permasalahan lintas batas yang terjadi di Sebatik, seperti perdagangan orang, penyelundupan narkoba dan persoalan lainnya,” kata Tito Karnavian, kemarin.

Menurutnya, Sebatik adalah rute klasik para kelompok teroris. Mayoritas rute Sebatik dilalui untuk menuju Filipina bagian selatan. Ada dua jalur yang menjadi favorit teroris saat ini.

Ia menjelaskan, teroris melalui jalur Sebatik akan menempuh perjalanan menyeberang ke Tawau, Malaysia terlebih dahulu. Lalu ke Sandakan  dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Tawi-Tawi, Filipina bagian selatan. Jalur yang kedua sering digunakan para teroris adalah di Sulawesi Utara, Kepulaun Talaud dan dapat tembus ke Filipina bagian selatan.

Lanjut dia, bahwa konflik yang terjadi di Marawi, Filipina dapat dikatakan telah selesai. Kota Marawi telah diambil pemerintah Filipina.

Konflik terus berlanjut di Marawi. Di antara yang ditangkap pemerintah Filipina berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Selain itu ada yang meninggal dunia akibat konflik tersebut. “Situasi di Marawi belum dapat dikatakan kondusif, karena daerah tersebut hingga saat ini masih sangat favorit bagi para kelompok radikal. Dengan dalih berjihad,” ujarnya.

Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah tetap waspada, karena daerah Sebatik sangat rawan. Pulau Sebatik merupakan pulau yang dibagi dua dengan Malaysia. Sehingga lintas batas di daerah ini masih sangat mudah dilalui.

Jenderal bintang empat itu meminta agar semua pihak dapat mendeteksi jaringan teroris yang kerap memanfaatkan daerah perbatasan sebagai perlintasan. Jaringan para teroris tidak pernah berubah, bahkan jaringan lain seperti pelaku penyelundupan narkoba serta human trafficking, pelakunya dipastikan tetap sama. “Yang perlu diperkuat adalah kegiatan intelijen, jika ingin mengetahui siapa saja pelaku para jaringan tersebut,” tambahnya.

Seperti yang terjadi pada Januari lalu, seorang terduga teroris RN yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88. Peran RN menjadi penyalur pengiriman oknum teroris ke luar negeri. Apalagi, Nunukan berbatasan darat maupun laut dengan Malaysia dan Filipina.

Pada Juni 2017 lalu, seorang WNI dan seorang warga Malayisa tertangkap di Sandakan diduga sebagai jaringan teroris Filipina Selatan. FA dan AL diamankan pasukan E-8, Unit Khusus Anti Terorisme Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Jalan 3, Sandakan. Keduanya berencana masuk ke Filipina melalui Sabah, Malaysia guna persiapan aksi terorisme. (nal/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 22:36

Di Sebatik, Bersantap Durian di Bawah Pohon

MUSIM durian di Sebatik telah berlangsung sejak Juli lalu. Sejumlah masyarakat dari daerah lain di Kaltara…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .