MANAGED BY:
SABTU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 29 Maret 2018 13:53
JAGAIN BENER-BENER..!! Sebatik Jalur Klasik para Teroris
SEMANGATI PERSONIL: Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (kiri) dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat tiba di Pos Satgas Pamtas 621/MTG Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Rabu (28/3). ASRULLAH/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina merupakan wilayah dengan sejuta persoalan. Salah satunya sering dimanfaatkan sebagai jalur teroris.

Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Tito Karnavian saat mengunjungi Pulau Sebatik, Rabu (28/3), mengungkap garis perbatasan di Kalimantan Utara (Kaltara) sangat panjang. Juga lebih mudah dilalui jika ingin keluar maupun masuk dari Malaysia serta Filipina.

“Sangat banyak permasalahan lintas batas yang terjadi di Sebatik, seperti perdagangan orang, penyelundupan narkoba dan persoalan lainnya,” kata Tito Karnavian, kemarin.

Menurutnya, Sebatik adalah rute klasik para kelompok teroris. Mayoritas rute Sebatik dilalui untuk menuju Filipina bagian selatan. Ada dua jalur yang menjadi favorit teroris saat ini.

Ia menjelaskan, teroris melalui jalur Sebatik akan menempuh perjalanan menyeberang ke Tawau, Malaysia terlebih dahulu. Lalu ke Sandakan  dan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Tawi-Tawi, Filipina bagian selatan. Jalur yang kedua sering digunakan para teroris adalah di Sulawesi Utara, Kepulaun Talaud dan dapat tembus ke Filipina bagian selatan.

Lanjut dia, bahwa konflik yang terjadi di Marawi, Filipina dapat dikatakan telah selesai. Kota Marawi telah diambil pemerintah Filipina.

Konflik terus berlanjut di Marawi. Di antara yang ditangkap pemerintah Filipina berstatus Warga Negara Indonesia (WNI). Selain itu ada yang meninggal dunia akibat konflik tersebut. “Situasi di Marawi belum dapat dikatakan kondusif, karena daerah tersebut hingga saat ini masih sangat favorit bagi para kelompok radikal. Dengan dalih berjihad,” ujarnya.

Untuk itu, yang perlu dilakukan adalah tetap waspada, karena daerah Sebatik sangat rawan. Pulau Sebatik merupakan pulau yang dibagi dua dengan Malaysia. Sehingga lintas batas di daerah ini masih sangat mudah dilalui.

Jenderal bintang empat itu meminta agar semua pihak dapat mendeteksi jaringan teroris yang kerap memanfaatkan daerah perbatasan sebagai perlintasan. Jaringan para teroris tidak pernah berubah, bahkan jaringan lain seperti pelaku penyelundupan narkoba serta human trafficking, pelakunya dipastikan tetap sama. “Yang perlu diperkuat adalah kegiatan intelijen, jika ingin mengetahui siapa saja pelaku para jaringan tersebut,” tambahnya.

Seperti yang terjadi pada Januari lalu, seorang terduga teroris RN yang diamankan Detasemen Khusus (Densus) 88. Peran RN menjadi penyalur pengiriman oknum teroris ke luar negeri. Apalagi, Nunukan berbatasan darat maupun laut dengan Malaysia dan Filipina.

Pada Juni 2017 lalu, seorang WNI dan seorang warga Malayisa tertangkap di Sandakan diduga sebagai jaringan teroris Filipina Selatan. FA dan AL diamankan pasukan E-8, Unit Khusus Anti Terorisme Polis Diraja Malaysia (PDRM) di Jalan 3, Sandakan. Keduanya berencana masuk ke Filipina melalui Sabah, Malaysia guna persiapan aksi terorisme. (nal/lim)


BACA JUGA

Jumat, 25 Mei 2018 11:49

Ramadan, Sementara Nihil Aksi Kriminal

NUNUKAN – Memasuki hari ke-8 bulan Ramadan kemarin, tindak kriminalitas di Nunukan selama Ramada…

Kamis, 24 Mei 2018 20:18

Dianggap Melanggar UU Adminduk

NUNUKAN - Pelayanan administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil)…

Kamis, 24 Mei 2018 11:16

Setengah Tahun, Kejari Baru Tangani Dua Kasus Korupsi

NUNUKAN – Selama periode Januari-Mei 2018, baru dua kasus korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri…

Kamis, 24 Mei 2018 11:14

Diselundup dari Sebatik, Rokok asal Indonesia Diamankan Malaysia

NUNUKAN – Dikutip dari Berita Ekhwal Semasa (BES) Tawau FM, Selasa (22/5), Agensi Penguatkuasaan…

Kamis, 24 Mei 2018 11:08

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Kamis, 24 Mei 2018 11:07

Pengawasan Takjil Belum Dilakukan Dinas Terkait

NUNUKAN–Pengawasan penganan berbuka puasa hingga hari ketujuh Ramadan kemarin belum juga berjalan.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:49

Terkendala Daya Listrik, Ditunda Beroperasi

NUNUKAN – Pengoperasian Pasar Liem Hie Djung yang direncanakan awal Mei lalu terpaksa tertunda.…

Rabu, 23 Mei 2018 11:46

Jaringan Terganggu, Listrik PLN Padam Total

NUNUKAN – Sejak memasuk Ramadan, kondisi listrik di wilayah Nunukan terus bermasalah. Meskipun…

Selasa, 22 Mei 2018 12:58

Usulan Pembangunan Kantor Baru

NUNUKAN - Gedung obat dan alat kontrasepsi di belakang kantor gabungan dinas (gadis) I terkesan dibiarkan.…

Selasa, 22 Mei 2018 12:56

Target Hukuman Mati, Pelaku Kasus Narkoba

NUNUKAN – Saat ini setidaknya sudah ada 7 SPDP Surat Pemberitahuan Dimulainya Pemeriksaan (SPDP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .