MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 29 Maret 2018 11:50
Dinas Pariwisata Harus Bisa Fokus

Dalam Menyusun Rencana Aksi Daerah Wisata Sesuai Potensinya

WORKSHOP: Pelaksanaan workshop pengelolaan pariwisata yang digelar di Desa Wisata Pulau Sapi Rabu (28/30 kemarin. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara maupun Kabupaten Malinau diharapkan dapat mengimplementasi dari rencana induk yang saat ini sedang disusun. Dinas Pariwisata Kalimantan Utara dan Kabupaten Malinau juga dituntut mampu menyusun rencana aksi terhadap salah satu potensi wisata yang ada di daerah. Sehingga dapat mengundang para wisatawan lokal, nasional maupun Internasional.  Hal itu diungkapkan, Suwondo, salah satu narasumber dalam workshop pengelolaan desa wisata, di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Rabu (28/3) siang.

Menurutnya, sebagai provinsi termuda di Indonesia yang memiliki kekayaan alam, perlu ada kajian teknis terhadap potensi wisata yang akan dikembangkan.  Karena itu, perlu ada kajian terlebih dahulu. Dimulai dari kondisi potensi wilayah dan potensi pariwisata yang ada di Kaltara ini. Apalagi, hanya ada empat kabupaten dan satu kota tentu lebih mudah melakukan kajian itu,” ungkapnya.

Dari rencana aksi itu, dikatakan pria berdinas di Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur ini, akan terlihat dari enam kawasan tersebut. Mulai dari kondisi kultur masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan usaha yang ada di satu kawasan tersebut. Namun yang paling penting itu adalah daya tarik dari satu kawasan. Misalnya daya tarik destinasi wisatanya yang indah, tapi dari segi pengelolaan wisatanya yang kurang bagus. Karena itu, saran Suwondo, yang perlu diperhatikan pemerintah provinsi maupun kabupaten harus mampu memperhatikan pengelolaan wisata. “Intinya fasilitas umum yang ada di wisata itu harus ada. Misalnya, toilet, dan lain sebagainya yang harus ada di dalam rencana aksi itu,” tuturnya.

Karena, sambung Suwondo,  fokus utama dalam pengelolaan wisata itu perlu ada sasaran yang ingin dicapai dalam per tahunnya. Seperti dalam satu tahun Dinas Pariwisata menargetkan wisatawan itu 5 persen yang berkunjung. “Jika dibiarkan paling hanya 1,5 persen atau 0,5 persen saja yang berkunjung. Makanya perlu ada penguatan dalam penyusunan rencana aksi itu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Suwondo mengungkapkan, dalam kajian itu juga perlu dilihat dari sukender dan primer yang harus dianalisa sedemikian rupa. Agar, pembangunan wisata itu dapat terarah. Sehingga harus di buat secara terstruktur dalam setiap periodenya, maksimal 15 tahun. Kemudian supaya dalam rencana aksi itu nantinya dapat terukur di setiap lima tahun sekali.  Selain itu, dalam rencana induk pariwisata tersebut perlu adanya kawasan atau keunggulan tertentu sehingga pembangunan wisata itu terfokuskan.

Misalnya, dijelaskan Suwondo, skala Provinsi Kaltara yang memiliki lima atau enam kawasan strategis wisata harus satu. Yakni menjadi skala prioritas. Dari jumlah itu, harus satu kawasan yang dijadikan terlebih dahulu. Sehingga mampu mendatangkan pengunjung atau wisatawan. “Kalau dibagi sama rata ke enam kawasan itu, tentu tidak akan efektif. Ujung-ujungnya akan membuang anggaran nantinya,” tukasnya. (ida/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*