MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 26 Maret 2018 10:27
Dari Air Bersih hingga Sampah Menggunung

Ragam Keluhan Warga di Tengah Kampanye

ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Genap 38 hari, para calon Wali Kota dan Wali Kota yang akan dipilih untuk memimpin Kota Tarakan lima tahun ke depan berkampanye. Beragam keluhan pun sampai ke telinga para calon. Disampaikan secara terbuka.

Seperti pada calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Hj. Umi Suhartini dan Mahrudin Mado. Jumat (23/3) malam, keduanya bertatap muka sekaligus mendengarkan aspirasi warga Kampung Empat, Tarakan Timur.

Ketua RT 9 Suradji bermaksud meminta keringanan bagi warganya yang tidak mampu membayar iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Seorang warganya mengalami itu. Memiliki lima orang anak, membayar iuran BPJS kelas tiga sebesar Rp 25 ribu per bulan setiap orangnya.

“Saya mewakili warga saya terutama yang berpenghasilan rendah. Ada warga mempunyai lima orang anak, mengikuti BPJS, namun beberapa tahun kemudian sudah tidak sanggup membayar,” kata Suradji.

Warga yang dimaksud Suradji akhirnya di BPJS penerima bantuan iuran (PBI). Tetapi hal tersebut belum terealisasi, lantaran warga yang bersangkutan mengalami tunggakan pembayaran selama dua tahun. Pemerintah pun meminta untuk melunasi tunggakan terlebih dahulu, kata dia. “Sehingga pelayanan itu tidak terpenuhi untuk warga saya,” jelasnya.

Meskipun tidak memahami teknis BPJS Kesehatan secara menyeluruh, Umi mengatakan pasti ada jalan menangani masalah seperti itu. “BPJS ini biasanya ada ketentuan dari pusat, bagaimana kita membayar, atau belum. Termasuk bantuan sosial, saat ini belum tahu bagaimana pemerintah mengelola BPJS ini,” terangnya.

Namun demi kesejahteraan masyarakat, ke depannya ia akan memikirkan dan mencari solusi bagi warga yang tidak mampu membayar iuran BPJS.

Insya Allah, ke depan akan kami laksanakan dan pikirkan bersama,” ujarnya.

Lain lagi dalam kampanye calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto di RT 10, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan Barat. Warga mengeluhkan persoalan air bersih dan juga permasalahan lahan dan infrastruktur jalan. Pasalnya masih ada warga yang tidak dapat menikmati air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Mengatakan bahwa warga di RT ini beberapa bulan belakangan ini membayar dengan tidak sesuai pemakaian, bahkan sampai berjuta-juta. Padahal diyakininya bahwa menggunakan air dengan porsi yang secukupnya, bahkan dapat dikatakan lebih hemat.

“Kami membayar ada yang Rp 10 juta, ada juga yang Rp 12 juta, padahal kami ini memakai sesuai saja. Tentu kami tidak akan sanggup membayar, biaya air lebih besar dari penghasilan sebulan,” kata Simon (50).

Dikatakannya, tentu hal ini sudah tidak masuk di akal, karena pembayaran yang dilakukan tak sesuai pemakaian. Tetapi ternyata tetap harus dilakukan pembayaran, walaupun tidak merasa menggunakannya.

Masalah lain yang dirangkum dari warga seperti lahan. “Kami meminta kepastian tanah, karena kami sudah dari dulu tinggal dan besar di sini,” ujarnya.

Pasangan calon dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto sendiri dalam kampanyenya di lokasi tersebut memang tidak mengetahui detail duduk masalahnya. Tetapi dikatakan, dalam peraturan yang ada, banyak lahan masyarakat yang dimasukkan kawasan hutan kota, padahal memang masyarakat sudah berpuluh-puluh tahun tinggal.

“Ke depannya jika masalah ini terus terjadi, maka harus dievaluasi. Jika memang tanah itu dimasukkan untuk umum maka harus mengganti rugi,” ujarnya.

Sedangkan untuk masalah air, ia mengaku harus ada terobosan yang meringankan warga. Air bersih merupakan hak warga, sudah menjadi tugas pemimpin daerah menuntaskan masalah yang merupakan kebutuhan dasar itu. Demikian juga untuk biaya air bersih yang tiba-tiba membengkak, disarankan agar masyarakat mengecek sebelum dilakukan pengecekan oleh petugas. “Kalau memang merasa tidak menggunakan air sebanyak itu, tidak usah dibayar. Jangan sampai masyarakat direpotkan,” imbuh Khairul.

Sementarakandidat petahana berkampanye pada hari yang sama di Kelurahan Selumit Pantai. Calon Wali Kota Sofian Raga dan Wakil Wali Kota Tarakan Sabar Santuso mengaku jika sampai menjadi salah satu hal yang diprioritaskan.

Warga yang hadir dalam kampanyenya berasal dari beberapa RT, RT 8hingga RT 13. Usai pemaparan, paslon membuka sesi tanya jawab.

Berdiri layaknya wanita tangguh, Ketua RT 13 Munira (50) mengungkapkan jika selama ini dirinya kerap mendapatkan singgungan dari warga. Dianggap tak becus dan tidak bisa menampung aspirasi warganya dalam mengatasi soal sampah. Bahkan, dikatakan sampah yang berada di lingkungan di Kelurahan Selumit Pantai itu, bak lautan penuh dengan aroma busuk.

“Saya enggak enak Pak sama warga saya. Masa mereka bilang Bu Haji nggak adakah bak sampah. Sampah sudah banyak, bau lagi,” kata Munira, saat mengungkapkan keluh kesahnya ke Sofian Raga.

Tak hanya itu, Munira juga mengungkapkan betapa sulitnya hidup di tengah sampah. “Enggak bisa bernafas karena banyak sampah. Sulit tidur juga,” jelasnya.

Munira mengaku merasa malu pada warganya. Ia juga mengaku tak pernah berdiam diri dalam persoalan ini.

Beberapa kali mengajukan bak sampah baik ke kelurahan maupun pemerintah kota, namun tak  mendapat tanggapan.

“Sudah sering mengadu. Tapi, belum ada perubahan. Kami cuma minta dibagi bak sampah untuk adanya perbaikan. Dijanji-janji tidak ada juga reaksinya. Sudah seperti lautan sampah ini,” bebernya.

Sofian Raga dengan tegas menjawab akan langsung menjadikan ungkapan hati Munira sebagai catatan khusus bagi dirinya. “Saya tahu masing-masing RT pasti memiliki keluhan yang berbeda-beda. Saya katakan Bu, memang untuk mengurus soal sampah di Tarakan ini, tidak mudah. Namun, saya katakan di depan kita semua ini akan menjadi catatan khusus bagi saya dan akan saya urus,” tegas Sofian.

Dari itu semua, Sofian juga meminta kepada warga Tarakan baik di mana pun untuk bersama-sama, bergotong royong untuk tidak membuang sampah sembarang. Ketika pemerintah bergerak dan oknum-oknum ini masih tetap menjaga budaya untuk membuang sampah sembarang, tidak akan ada perubahan.

“Kita harus bersinergi untuk membangun kesadaran masing-masing. Kebersihan ini menjadi bagian kita semua. Bukan hanya untuk Tarakan. Tapi untuk diri kita sendiri. Dan sekali lagi untuk masing-masing RT ini akan menjadi catatan khusus saya,” terangnya. (*/one/*/naa/eru/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*