MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 26 Maret 2018 09:41
Sulit Ubah Kebiasaan Buang Sampah ke Laut

Kurangnya Sarana-prasarana Angkutan

DISIAPKAN: Tampak salah satau TPS kontainer yang disiapkan DLH Nunukan kepada warga pesisir agar tidak membuang sampah di laut. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Penanganan sampah untuk wilayah pesisir masih menjadi pekerjaan rumah (PR) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) hingga saat ini. Tumpukan sampah saat air laut surut, menjadi pemandangan rutin. Khususnya di pemukiman warga wilayah pesisir.

Tumpakan sampah ini terlihat kontras dengan pemandangan sampah di wilayah darat. Sebab, untuk wilayah darat tak perlu diragukan lagi. Petugas keberishan dari DLH Nunukan telah menempatkan sejumlah pasukan kuning (sebutan petugas kebersihan) di beberapa titik jalan. Tak hanya siang, malam hari juga sering ditemukan bekerja membersihkan jalan.

Tempat Pembuangan Sampah (TPS) jarang terlihat kosong karena dipenuhi sampah. Hanya hitungan jam, kembali kosong lagi karena diangkut untuk dibuang ke Tempat Pemprosesan Akhir (TPA) di Kecamatan Nunukan Selatan. Kesadaran warga pesisir memang patut dan perlu ditingkatkan agar tak membuang sampah di laut.

Namun, keadaan itu justru tak didukung dengan sarana dan prasarananya. Khususnya TPS di setiap rumah warga pesisir. Begitu juga di sejumlah titik yang memudahkan masyarakt menampung sampahnya.  “Rata-rata sampah rumah tangga itu dibuang langsung ke laut saja. Buka pintu lempar ke laut. Air pasang, bersih lagi,” kata Amran, warga Jalan Manunggal Bakti kepada media ini.

Ia mengaku, warga pesisir lebih memilih membuang ke laut karena tempat sampah tak tersedia di dekat rumahnya. Dan petugas kebersihan tak lagi masuk mengambilnya. Untuk merubah pola pikir masyarakat pesisir agar tidak membuang sampah ke laut memang cukup sulit. Apa lagi hanya dilakukan dengan lisan tanpa dukungan insfrastruktur. “Ada TPS, tapi di wilayah darat. Lumayan jauh juga. Kalau sampahnya banyak berat. Mendingan buang ke laut saja. Karena semua warga begitu,” aku Amran.

Terpisah, Kepala Bidang Persampahan DLH Nunukan Joned membenarkan hal tersebut. Keterbatasan menyampaikan informasi dan memberikan sosialisasi khusus warga pesisir memang belum ada.

Kendati demikian, beberapa wilayah telah disiapkan TPS agar mereka dapat membuangnya di sana. Sebab, di wilayah pesisir itu sangat sulit truk pengangkut sampah mencapainya. Makanya, TPS kontainer sengaja disimpan berdekatan dengan wilayah pesisir.

Seperti di Jalan Manunggal Bhakti RT 12 Kelurahan Nunukan Timur. Bahkan, bak TPS telah diperbaiki. Begitu juga di RT 17 Kelurahan Nunukan Timur. TPS kontainer sangat disimpan di Jalan Lingkar untuk memudahkan warga pesisir membuangnya.

“Kalau perluasan layanan memang belum dilakukan. Karena sangat berkaitan dengan infrastruktur, personelnya dan operasionalnya. Tapi khusus yang inisiatif warga dan bisa bersinergi, pasti kami fasiltasi,” ungkap Joned.

Contoh, katanya, seperi warga di Gang Pak Jana, pemuda karang taruna di sana berinisiatif membersihkan sampah sisa rumput laut. Mereka mengumpulkan dan menampungnya di TPS yang telah disediakan. Yakni, di TPS kontainer dan mengangkutnya ke TPA di Nunukan Selatan.

“Bahkan, kami malah tidak angkut sampahnya. Justru kami beli sampahnya, dengan dibentuk bank sampah. Cuma kalau kami yang harus pungut sampah di laut, ya tidak bakalan bisa. Artinya, masyarakat pesisir yang mengangkatnya ke TPS lalu kami angkut ke TPA. Jadi, bersih lingkungannya, dapat berkahnya,” pungkanya. (oya/nri)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:53

WNI Diserahkan ke Imigrasi Tawau

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:18

Korban Minta Polisi Tidak Berlarut-larut

NUNUKAN – Orang tua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nunukan meminta polisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:15

Seorang Anak Nyaris Diculik dan Dibawa ke Malaysia

NUNUKAN – Kasus dugaan penculikan anak terjadi di Nunukan. Insiden itu menimpa M. Wahab, anak…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:53

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:50

Media Jadi Objek Penelitian Kemhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menyambangi Kabupaten Nunukan. Tim Badan Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .