MANAGED BY:
SABTU
23 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Maret 2018 10:44
Siap-Siap Huni Gedung Baru

Klinik Lapas Memenuhi Standar

MENUNGGU GEDUNG BARU: Penghuni Lapas Tarakan Kelas IIA sudah sangat melebihi kapasitas yang seharusnya. Kini tahanan dan warga binaan menunggu gedung baru yang akan dibangun. RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Bukan rahasia umum lagi, jika Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan, telah menampung 1.052 warga binaan hingga menyebabkan gedung bercat biru itu, over kapasitas dan rawan terjadinya tindak kriminal.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Kaltimra, Agus Saryono saat mengunjungi Lapas Tarakan mengungkapkan, jika dalam waktu dekat, gedung lapas akan diperluas pembangunannya. Dengan  ukuran 20 meter x 20 meter dengan luas 500 meter persegi yang juga akan diisi dengan ruangan kantor, ruang pertemuan hingga musala yang dapat menampung penghuni lapas.

“Gedung lapas yang baru dibangun untuk meningkatkan pelayanan. Karena, memang selama ini peningkatan pelayanan hanya dilakukan di Lapas Samarinda dan Balikpapan. Apalagi saat ini Lapas Tarakan memang sudah over kapasitas,” ungkap Agus.

Adapun soal lahan pembangunan lapas, lanjut Agus, akan dibangun tepat di depan gedung lapas. “Lahannya sudah dibebaskan, sehingga memudahkan untuk dibangun gedung Lapas Tarakan di depan” tuturnya.

Dari data yang diungkapkan Agus, saat ini jumlah warga binaan baik di Kaltim maupun Kaltara  sudah berkisar 11.100 orang  yang berasal dari 11 lapas di wilayah Kaltim dan Kaltara. Di mana,  60 persen di antaranya merupakan kasus narkoba.

“Jumlah warga binaan kita ternyata jumlahnya sama dengan Jawa Tengah. Padahal jumlahnya penduduknya 37 ribu. Coba bayangkan jumlahnya sama dengan kita dan mereka juga over kapasitas dan sudah crowded sekali,” jelasnya.

Menurut Agus, melihat over kapasitas lapas yang rata-rata warga binaannya tersangkut kasus narkoba, seharusnya tidak semua tahanan yang tersangkut narkoba dimasukkan ke dalam lapas.

“Alangkah lebih baiknya dimasukkan ke dalam lapas khusus narkotika untuk dilakukan rehabilitasi. Seperti pemula itu lebih baik di lapas narkotika untuk dilakukan rehabilitasi. Lapas narkotika untuk wilayah Kaltim dan Kaltara ini hanya ada di Samarinda,” ungkapnya.\

Di sisi lain, genap dua tahun Agus kembali menginjakkan kakinya ke Lapas Tarakan sejak terakhir berkunjung pada 2015 lalu. Betapa terkejutnya Agus, ketika memasuki gedung bercat biru bekas peninggalan jaman Belanda, yang kini sudah overkapasitas itu memiliki klinik dengan alat yang sangat memadai.

“Dua tahun lalu saya ke sini tidak ada ini klinik. Dan ini juga terbilang bersih. Dan menurut saya ini terobosan luar biasa. Berarti saya tidak salah pilih menempatkan Pak RB Danang untuk di sini,” ungkap Agus, disela kunjungannya.

Menurut Agus, keberadaan klinik kesehatan di lapas sangat penting, karena untuk memeriksa kesehatan para tahanan dan warga binaan agar tidak terjangkit dan menularkan dengan tahanan dan warga binaan lainnya.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, gedung yang kini disulap menjadi klinik lapas. Dulunya merupakan gedung darmawanita yang merupakan balai latihan kerja khusus wanita. Namun, di masa jabatan Kalapas baru. Gedung ini disulap sedemikian rupa. Di mana terdapat lima tempat tidur, dua unit tabung oksigen, peralatan kesehatan pemeriksaan gigi, timbangan badan dan kursi roda.

“Klinik ini buka Senin hingga Sabtu, untuk jadwalnya mulai dari pukul 08.00 Wita hingga 15.00 Wita. dengan  memiliki 1 dokter gigi dan 2 perawat,” sambung drg. Nelly Magdalena, selaku Dokter Klinik Lapas Tarakan.

Nelly mengungkapkan, sejak enam bulan dibukanya klinik ini, sudah 20 sampai 30 orang warga binaan dan tahanan yang datang ke klinik untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Rata-rata mengeluhkan gatal-gatal di kulit dan nyeri ulu hati. Kalau urgent kami langsung rujuk ke Puskesmas Karang Rejo dan RSUD Tarakan dan tiap dua minggu sekali juga dokternya datang ke klinik ini untuk melakukan pemeriksaan,” bebernya.

Tak hanya itu, kata Nelly, setiap warga binaan dan tahanan yang baru masuk ke Lapas Tarakan juga selalu dilakukan pemeriksaan gigi. Karena, dengan pemeriksan rongga mulut dan gigi dapat diketahui dan dideteksi penyakit sistemik apakah HIV atau AIDS.

“Sebelumnya juga kami sudah dapati tiga warga binaan yang terjangkit penyakit TBC. Dan itu langsung kami karantina dan tidak bisa bergabung dengan yang lainnya dan harus menggunakan masker,” katanya.

Namun, seiring berjalannya pengobatan di klinik. Dari tiga warga binaan yang positif TBC,  satunya dinyatakan sudah sembuh dan berkumpul dengan yang lainnya. Sementara yang lainnya dalam proses pemulihan.

“Makanannya, perawatannya tentunya berbeda dan tidak bergabung dengan yang lainnya. Dan sejauh ini peralatan dan perlengkapan medis di klinik lapas  juga sudah terpenuhi dan standar,” katanya lagi.

Adapun kekurangan klinik lapas yang kini dihadapinya yakni khusus kebutuhan administrasi seperti laptop.  “Laptop untuk bagian administrasi khusus klinik belum ada. Dan nantinya kami ajukan. Apalagi perawat yang kami miliki itu stanby 24 jam," pungkasnya. (eru/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 23 Maret 2019 11:29

Kampanye, Dilarang Menyoal Pancasila

TARAKAN - Jika pelaksanaan kampanye terbuka pada pemilihan kepala daerah…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:27

Kapolda: Jangan Bagi Berita Enggak Jelas Sumbernya

TARAKAN – Menjelang pelaksanaan pemungutan suara pada pemilihan legislatif dan…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:16

Akun FB Dipolisikan, Iwan Sebut Kritikan

TANJUNG SELOR - Sahabat Irianto Lambire melaporkan akun media sosial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Curi Motor Teman Sendiri

TARAKAN – Nekat membawa kabur motor teman sendiri, wanita berinisial…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:14

Pencuri Spesialis Waktu Subuh Dibekuk Polisi

TARAKAN – Anggota reskrim di Kepolisian Kawasan Sektor Pelabuhan (KSKP)…

Sabtu, 23 Maret 2019 11:12

Jalan Terbelah, Pengendara Resah

TARAKAN - Terlihat ada jalan nyaris terbelah 2 di Jalan…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:38

“Aldy Melawan Kejahatan Tingkat Tinggi”

TARAKAN – “Iyaaa mamiku.” Diakhiri dengan emoji penuh cinta. Itulah…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:34

Pemadaman Bergilir, RSUD Tarakan Paling Terdampak

TARAKAN – Selama pemadaman listrik bergilir diberlakukan  keluhan tidak hanya…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:32

Tanpa Izin Edar, Produk Beku Disita

TARAKAN – Penindakan terhadap produk beku di salah satu gedung…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:27

Divonis Mati, Dua Terpidana Sabu 4 Kg Banding

TARAKAN- Usia divonis hukuman mati oleh majelis hakim Pengadilan Negeri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*