MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Maret 2018 10:09
PANAS..!! Keluarga Mantan Bupati Nunukan Tak Terima Budiman Divonis Bebas

Keluarga H. Hafid Minta Keadilan

HIRUP UDARA BEBAS: Mantan Bupati Bulungan divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda, Rabu (21/3). IST

PROKAL.CO, NUNUKAN – Keluarga H. Hafid Achmad yang juga terpidana kasus yang sama dengan Budiman mantan Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan, tidak terima atas vonis bebas yang diputus oleh hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda.

Hal tersebut diungkapkan, Hj. Rahmah Leppa Hafid, bahwa Budiman Arifin divonis bebas merupakan putusan yang tidak memiliki unsur keadilan. Karena sebelumnya mantan Bupati Nunukan, H. Hafid Achmad telah dijatuhkan hukuman dengan kasus yang sama.

“Saya sebagai istri H. Hafid Achmad, tidak menerima jika Budiman divonis bebas. Karena sebelumnya dalam kasus ini telah ada yang dinyatakan bersalah dan menjalani hukuman di penjara,” kata Hj. Rahmah Leppa Hafid, saat ditemui pewarta harian ini diruang kerjanya kemarin.

Menurutnya, peran Budiman Arifin dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebagai Sekkab Nunukan sangat banyak. Seperti menerima dan melakukan pembayaran dalam pembebasan lahan tersebut.

Bahkan ia mempertanyakan, tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut 7 tahun 6 bulan penjara. Namun dalam putusan hakim divonis bebas.

“Ini bukan persoalan senang dan tidak senang. Tapi ini menyangkut masalah keadilan. Di mana letak keadilan penegak hukum jika seperti ini ada yang dipenjara dan ada dinyatakan bebas,” ujar Wakil Ketua DPRD Nunukan ini.

Ia meminta, dalam menjatuhkan hukuman kepada siapa pun harus adil, tak perlu memandang siapa. Walaupun ia seorang pejabat atau mantan bupati jika bersalah, harus dikenakan hukuman sesuai dengan kesalahan yang dilakukan.

“Seperti yang ditunjukkan H. Hafid Achmad, menerima hukuman yang diberikan,” tutur ibu dari Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid itu.

Terpisah, jaksa penuntut umum (JPU), Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan, Ali Mustofa mengatakan, pasca Budiman divonis bebas tentu langkah selanjutnya yang akan ditempuh sebagai JPU adalah melanjutkan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

“Pasti akan dilakukan kasasi, putusan hakim tidak sesuai dengan tuntutan JPU,” kata Ali Mustofa kemarin.

Menurutnya, hingga saat ini putusan lengkap dari Pengadilan Tipikor Samarinda belum diterima Kejari Nunukan, hanya menerima petikan saja yang ada saat ini. Budiman divonis bebas merupakan kewenangan hakim. JPU hanya sebatas menuntut.

Ia menjelaskan, kasasi merupakan jalan terakhir yang akan ditempuh. Untuk melakukan kasasi dapat dilakukan 14 hari setelah ada putusan. Namun hingga saat ini belum ada persiapan dilakukan untuk melakukan kasasi. “Untuk informasi lanjutnya akan segera dikabari, kapan akan dilakukan kasasi,” ujarnya.

Terpisah, Kuasa Hukum Budiman Arifin, M.L Pauang Anggalo mengatakan, dalam kasus dugaan korupsi pembebasan lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Budiman Arifin berperan sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dan tidak masuk dalam tim sembilan.

“Sangat layak jika Budiman Arifin divonis bebas, karena telah menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan,” kata  M.L Pauang Anggalo kemarin.

Ia menjelaskan, peran Budiman Arifin dalam pembebasan lahan hanya melakukan verifikasi terhadap dokumen yang diajukan oleh tim 9. Hal tersebut dilakukan karena sesuai dengan fungsinya sebagai Sekkab Nunukan pada waktu itu.

Sebagai kuasa hukum, tentu melakukan berbagai upaya agar Budiman Arifin agar divonis bebas. Seperti telah menghadirkan saksi ahli dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Serta menghadirkan saksi salah seorang dosen Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

“Sebagai kuasa hukum tentu telah siap, bahkan jika JPU melakukan kasasi. Tentu kami ikut menyiapkan memori kasasi juga,” ujarnya.

MASYARAKAT BULUNGAN BERSYUKUR

Pasca dinyatakan bebas oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Samarinda, pada Rabu (21/3) lalu.Simpatisan Budiman Arifin, mantan Sekda Kabupaten Nunukan dan Bupati Bulungan meluapkan rasa bahagia dan syukurnya.

Alwan Saputra salah seorang warga di Tanjung Selor yang secara langsung menyempatkan hadir dalam putusan sidang Budiman mengatakan, rasa syukur kepada Allah SWT. Sebab, karena hidayahnya sehingga orang yang dituakan di Bulungan dapat lolos dari jeratan hukum.

Menurutnya, ia sebagai salah seorang perwakilan warga Bulungan cukup prihatin atas kasus yang menimpa Budiman. Apalagi, mengingat jasa yang diberikan cukup besar dalam membangun Bulungan selama menjabat sebagai Bupati.

“Beliau itu sebagai orang tua kita. Tentunya, cukup prihatin atas kasus yang sempat disangkakan ke beliau,’’ ungkap Alwan kepada Radar Kaltara, kemarin (22/3).

Sebelum persidangan dimulai kata Alwan, dia sempat menuliskan di akun pribadinya tentang meminta dorongan dan doa masyarakat terhadap sosok Budiman. Dan pengaruh doa yang diijabah sehingga Budiman lolos dari tuntutan.“Alhamdulillah berkat doa itu sehingga dinyatakan bebas,’’ ujarnya.

Senada dikatakan Anwar, simpatisan lainnya bahwa ia mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas bebasnya Budiman Arifin. Menurutnya, putusan itu menunjukkan bahwa kebenaran akan selalu menang dan diatas segalanya.

“Kita patut syukuri atas tak berlakunya tuntutan yang ada. Sehingga saat ini beliau bisa menghirup udara bebas kembali,’’ ungkapnya.

Sedangkan, mengenai sepak terjang. Anwar menceritakan bahwa sejatinya sosok Budiman Arifin yang berperan penting atas kebijakan dalam terbentuknya provinsi termuda di Indonesia yakni Kalimantan Utara (Kaltara). Oleh karenanya, ia sangat bersyukur tentang putusan yang ada tersebut. “Mudahan beliau selalu diberikan lindungan dan kesehatan,’’ ujarnya. (nal/omg/nri)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .