MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 23 Maret 2018 10:06
Setelah Anak Putus Sekolah, Kini Sasar Warga Buta Aksara

Cara KSKP Nunukan Antisipasi Pelanggaran Hukum di Wilayah Pelabuhan Tunon Taka

BERCANDA: Kepala KSKP Nunukan AKP I Eka Berlin saat bercanda dengan buruh bantu di pos penjagaan Pelabuhan Tunon Taka Nunukan beberapa waktu lalu. Para buruh bantu ini menyatakan kesiapan mengikuti program pemberantasan buta aksara yang rencannya dilakukan dalam waktu dekat. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, Setelah berhasil menampung puluhan anak putus sekolah dari kalangan warga kurang mampu menimba ilmu di rumah belajar dan warung keamanan, ketertiban masyarakat (kamtibmas) milik Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan, kini mereka kembali menyasar warga buta aksara yang berada di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Seperti apa ceritanya, berikutnya liputannya.

SYAMSUL BAHRI

KEBERHASILAN memiliki 80 anak didik di rumah belajar KSKP Nunukan menjadi pemicu AKP I Eka Berlin kembali membuat terobosan baru. Kali ini, warga buta aksara menjadi sasarannya. Karena hal-hal seperti ini tutur bisa memicu terjadi tindakan kriminal.

Meskipun terkesan sepele, namun dapat menjadi penyebab utama. Khususnya bagi buruh bantu yang banyak bersinggungan dengan penumpang dan masyarakat umum lainnya. Jika tak didukung dengan ilmu pengetahuan, khususnya membaca bisa saja buruh ini dipermainkan oleh orang lain. Bahkan, rekannya sendiri.

Disebutkan, kini sudah ada 15 orang buruh bantu yang didata. Mereka sudah siap meluangkan waktunya belajar bersama di Warung Kamtibmas. Tinggal menunggu jadwal saja. Awalnya, mengajak para buruh ini cukup sulit. Karena, sebagai pekerja lebih memikirkan pekerjaan mereka. Namun, setelah diberikan pemahaman pentingnya dapat membaca, akhirnya para buruh semuanya luluh dan bersedia belajar bersama.

Untuk mengetahui dan mendapatkan data  siapa saja buruh bantu yang buta aksara, pihaknya melakukan sebuah trik yang sangat susah dihindari. Semuanya dikumpulkan dan diberikan arahan seperti biasa. Lalu, diberikan kertas dan pensil untuk menulis nama mereka masing-masing. Nah, dari kejadian ini sudah mulai terlihat siapa saja yang bisa baca-tulis dan siapa saja buruh yang buta aksara.

“Yang bisa tentunya sangat mudah. Tapi, yang tidak bisa mereka terlihat mengantre dan hanya memegang kertas dan pensil yang diberikan. Setelah ditanya akhirnya mereka mengaku tidak bisa baca tulis,” ungkap Kepala KSKP Nunukan kepada media ini.

Setelah terjaring, para buruh akhirnya diberikan pengarahan lagi tentang pentingnya membaca. Apalagi pekerjaan mereka yang melayani masyarakat sebagai penumpang. Tentunya ada risiko yang dihadapi. Khususnya kesalahan dalam mengantarkan barang ke alamat yang bersangkutan.

“Misalnya, buruh ini diminta mengantarkan barang itu sesuai alamat yang tertulis di barang. Karena tidak bisa membaca, buruh bantu meminta tolong temannya dibacakan. Kalau dapat teman yang jujur langsung diberikan sesuai alamatnya. Tapi, kalau ketemu teman yang iseng, alamatnya dipindahkan, apa tidak menjadi konflik lagi. Nah, hal seperti itulah yang ingin dihindari,” jelasnya.

Di antara 15 orang buruh bantu yang dikumpulkan, sudah ada beberapa yang mengenal huruf karena masa kecil pernah mengenyam pendidikan dasar. Tapi, ada juga yang tidak sama sekali mengenal huruf. Namun, untuk angka mereka mampu menghafal, karena mereka pun kini menggunakan ponsel. Meski, dari pengakuannya tidak pernah membalas setiap pesan yang masuk karena tidak bisa membacanya. “Sebenarnya, kami ini hanya membantu saja. Tidak ada niat lain. Apalagi sampai mengambil program pemerintah daerah sama sekali. Ini murni hanya keprihatinan kami terhadap mereka yang buta aksara saja,” ungkapnya.

Jika melihat dari usianya, semuanya masih usia produktif, yang tertuta berusia 35-an. Lalu yang paling muda usia 20 tahun. Dari pengakuan buruh bantu yang sempat ditemui media ini, rata-rata mereka tidak pernah sekolah lantaran terpengaruh dengan lingkungan. Bahkan, ada yang memang besar di Malaysia bersama orang tuanya. Sehingga untuk mengenyam dunia pendidikan sangat sulit saat itu.

Untuk berkomunikasi melalui ponsel, mereka memiliki cara tersendiri. Seperti pengakuan Pangeran, (27). “Kalau ada yang SMS saya, langsung saya telepon saja. Karena, saya tidak tahu apa yang ditulis,” akunya. Ia mengaku selama ini ingin belajar. Namun tidak ada sarana. Sehingga dengan adanya rencana yang lakukan KSKP Nunukan tentunya sangat membantu mereka.

Pangeran mengaku sudah menghafal abjab. Namun, untuk melafazkan menjadi sebuah kalimat ia masih kesulitan. Jika memang kelas belajar itu dibuka, dia siap bergabung dan ingin belajar. Apalagi KSKP Nunukan melakukannya tanpa pungutan biaya. “Saya dan teman-teman siap. Yang penting tidak mengganggu waktu kerja. Karena belajar itu tidak mengenal usia,” tuturnya. (ash/nri) 


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 13:51

Netralitas ASN di Politik Pengaruhi Birokrasi

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku telah mendapat laporan mengenai…

Senin, 22 Oktober 2018 13:48

BB Miras Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN - Ribuan barang bukti minuman keras (miras) dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan.…

Senin, 22 Oktober 2018 10:35

Dua ASN Belum Penuhi Panggilan

NUNUKAN - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nunukan akhirnya memanggil empat aparatur sipil negara…

Senin, 22 Oktober 2018 10:34

Pawai Tematik, Ada Tuna Sebesar Minibus

NUNUKAN – Setidaknya ada ribuan warga yang ikut memeriahkan pawai tematik yang dilakukan Dinas…

Senin, 22 Oktober 2018 10:06

Gara-Gara Kasus Ini, Kepala UPP Sebatik Ikut Jadi Tersangka

NUNUKAN – Kasus dugaan pungli di kantor Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Sei…

Senin, 22 Oktober 2018 09:55

Honorer Berpolitik Akan Dipantau

NUNUKAN – Tak hanya aparatur sipil negara (ASN), pegawai honorer di lingkungan Pemerintah Kabupaten…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:38

Pengusaha Elektronik Keluhkan Kenaikan Dolar

NUNUKAN – Melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika yang kini menyentuh Rp 15.145 per USD 1 cukup…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:37

Jalan Lingkar Sebatik Tunggu Perbaikan

NUNUKAN – Jalan lingkar Pulau Sebatik yang menghubungkan dua Kecamatan Sebatik Tengah dan Sebatik…

Sabtu, 20 Oktober 2018 15:10

Daging Alana Ilegal Masih Sulit Dibendung

NUNUKAN – Daging kerbau jenis alana yang beredar di Nunukan, masih banyak yang didatangkan secara…

Sabtu, 20 Oktober 2018 14:21

Polisi Beri Dua Penyidik ke BNNK

NUNUKAN – Polres Nunukan akhirnya memberikan dua orang penyidik ke Badan Narkotika Nasional (BNN)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .