MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Maret 2018 10:46
Kasus Rumjab Bupati Kembali Dibuka

Hasil Audit Inspektorat Temukan Kerugian

PENGIN MELAPOR: Ketua LPKPPLH Bustan Dg Tunru, S.H, saat mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kasus Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati Nunukan yang dibongkar pada 2012 lalu, kembali dibuka. Kali ini hasil audit dari Inspektorat Nunukan pada 2016 lalu dibuka dan ditemukan kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Temuan dari Inspektorat Nunukan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan oleh Lembaga Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran serta Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LPKPPLK), Rabu (21/3).

Namun saat ingin melaporkan temuan Inspektorat Nunukan, Ketua LPKPPLK, Bustan Dg Tunru tak dapat menemui pihak Kejari. “Saya mendapatkan berkas dari Inspektorat Nunukan dan ternyata pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan ditemukan kerugian negara,” kata Bustan Dg Tunru kepada awak media, kemarin.

Menurutnya, berkas yang ingin disampaikan ke Kejari Nunukan, merupakan berkas yang didapatkan dari Inspektorat Nunukan. Namun belum ingin diserahkan jika tak diberikan langsung kepada Kajari Nunukan.

Berhubung Kajari Nunukan sedang cuti, sehingga laporan belum diserahkan. Selanjutnya pihaknya akan menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan menyoal hal ini. “Dalam temuan dari Inspektorat ada sejumlah pejabat yang terlibat, sehingga perlu dilakukan investigasi kembali. Termasuk mantan Bupati Nunukan, Drs. H. Basri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada saat pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan, ada 13 orang yang terlibat. Bahkan temuan dari Inspektorat ini telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK). Masalah Rumjab ini harus diusut hingga tuntas.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Nunukan, nomor 700/081/LHP-K/XII/2016, atas dugaan pembongkaran aset pemerintah daerah Kabupaten Nunukan, berupa Rumjab Bupati 2012 lalu. Dari ringkasan hasil pemeriksaan ada tujuh poin yang disimpulkan.

Pertama, pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan pada 2012 lalu, merupakan tindakan melawan hukum dan tidak mengikuti prosedur penghapusan aset sesuai ketentuan. Kedua, terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang pada pembangunan guest house pada 2012 lalu yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nunukan.

Ketiga, SS melakukan pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan dalam rangka pekerjaan pembangunan guest house. Kempat, Terdapat kerugian keuangan daerah sebesar Rp 1 miliar. Kelima, berita acara penelitian dan penaksiran nilai bangunan tidak sesuai ketentuan.

Keenam, adanya indikasi ketidakcermatan dalam pengusulan penghapusan oleh Kabag Umum Setkab Nunukan sebagai kuasa pengguna barang. Ketujuh, terdapat indikasi pembiaran oleh Kabag Umum Setkab Nunukan, akibat rusaknya aset daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

Sementara pewarta harian ini ingin mengonfirmasi terkait temuan Inspektorat Nunukan. Tak satu pun pejabat yang dapat memberikan komentar. Kepala Inspektorat Nunukan Adi Karsono tak berada di kantor.

Namun sebelumnya telah disampaikan, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Rusli mengatakan bahwa kasus Rumjab Bupati Nunukan telah dihentikan. Karena tidak ditemukan kerugian negara. Kejari pun telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Apa yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Kami juga meminta tenaga ahli untuk melihat kejadian ini. Dan, dinyatakan aman,”  kata Rusli. (nal/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:53

WNI Diserahkan ke Imigrasi Tawau

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:18

Korban Minta Polisi Tidak Berlarut-larut

NUNUKAN – Orang tua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nunukan meminta polisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:15

Seorang Anak Nyaris Diculik dan Dibawa ke Malaysia

NUNUKAN – Kasus dugaan penculikan anak terjadi di Nunukan. Insiden itu menimpa M. Wahab, anak…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:53

Tidak Langka, tapi Harga Terkerek

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan memastikan hingga…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:50

Media Jadi Objek Penelitian Kemhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemhan) kembali menyambangi Kabupaten Nunukan. Tim Badan Penelitian…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .