MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 22 Maret 2018 10:46
Kasus Rumjab Bupati Kembali Dibuka

Hasil Audit Inspektorat Temukan Kerugian

PENGIN MELAPOR: Ketua LPKPPLH Bustan Dg Tunru, S.H, saat mendatangi Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan. RIKO ADITYA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Kasus Rumah Jabatan (Rumjab) Bupati Nunukan yang dibongkar pada 2012 lalu, kembali dibuka. Kali ini hasil audit dari Inspektorat Nunukan pada 2016 lalu dibuka dan ditemukan kerugian mencapai Rp 1 miliar.

Temuan dari Inspektorat Nunukan dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan oleh Lembaga Pengentasan Kemiskinan dan Pengangguran serta Pemberdayaan Lingkungan Hidup (LPKPPLK), Rabu (21/3).

Namun saat ingin melaporkan temuan Inspektorat Nunukan, Ketua LPKPPLK, Bustan Dg Tunru tak dapat menemui pihak Kejari. “Saya mendapatkan berkas dari Inspektorat Nunukan dan ternyata pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan ditemukan kerugian negara,” kata Bustan Dg Tunru kepada awak media, kemarin.

Menurutnya, berkas yang ingin disampaikan ke Kejari Nunukan, merupakan berkas yang didapatkan dari Inspektorat Nunukan. Namun belum ingin diserahkan jika tak diberikan langsung kepada Kajari Nunukan.

Berhubung Kajari Nunukan sedang cuti, sehingga laporan belum diserahkan. Selanjutnya pihaknya akan menyampaikan aspirasi ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan menyoal hal ini. “Dalam temuan dari Inspektorat ada sejumlah pejabat yang terlibat, sehingga perlu dilakukan investigasi kembali. Termasuk mantan Bupati Nunukan, Drs. H. Basri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada saat pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan, ada 13 orang yang terlibat. Bahkan temuan dari Inspektorat ini telah dilaporkan ke Komisi Pemberantasn Korupsi (KPK). Masalah Rumjab ini harus diusut hingga tuntas.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Nunukan, nomor 700/081/LHP-K/XII/2016, atas dugaan pembongkaran aset pemerintah daerah Kabupaten Nunukan, berupa Rumjab Bupati 2012 lalu. Dari ringkasan hasil pemeriksaan ada tujuh poin yang disimpulkan.

Pertama, pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan pada 2012 lalu, merupakan tindakan melawan hukum dan tidak mengikuti prosedur penghapusan aset sesuai ketentuan. Kedua, terdapat indikasi penyalahgunaan wewenang pada pembangunan guest house pada 2012 lalu yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Nunukan.

Ketiga, SS melakukan pembongkaran Rumjab Bupati Nunukan dalam rangka pekerjaan pembangunan guest house. Kempat, Terdapat kerugian keuangan daerah sebesar Rp 1 miliar. Kelima, berita acara penelitian dan penaksiran nilai bangunan tidak sesuai ketentuan.

Keenam, adanya indikasi ketidakcermatan dalam pengusulan penghapusan oleh Kabag Umum Setkab Nunukan sebagai kuasa pengguna barang. Ketujuh, terdapat indikasi pembiaran oleh Kabag Umum Setkab Nunukan, akibat rusaknya aset daerah yang menjadi tanggung jawabnya.

Sementara pewarta harian ini ingin mengonfirmasi terkait temuan Inspektorat Nunukan. Tak satu pun pejabat yang dapat memberikan komentar. Kepala Inspektorat Nunukan Adi Karsono tak berada di kantor.

Namun sebelumnya telah disampaikan, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Nunukan Rusli mengatakan bahwa kasus Rumjab Bupati Nunukan telah dihentikan. Karena tidak ditemukan kerugian negara. Kejari pun telah menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

“Apa yang dilakukan telah sesuai dengan prosedur yang ada. Kami juga meminta tenaga ahli untuk melihat kejadian ini. Dan, dinyatakan aman,”  kata Rusli. (nal/lim)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 12:12

Kapal Berbendera Vietnam Dipaksa Sandar di Pelabuhan Tunon Taka

NUNUKAN - Kapal asal Vietnam dipaksa bersandar di Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Kapal yang memiliki…

Sabtu, 21 April 2018 10:26

Warga Harus Segera Pindah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan dalam waktu dekat, akan segera membersihkan area…

Sabtu, 21 April 2018 10:14

Persoalan Lawas, Dideportasi Bukan TKI Resmi

NUNUKAN – Bekerja di luar negeri masih menjadi magnet tersendiri bagi para Warga Negara Indonesia…

Jumat, 20 April 2018 12:35

Satu Maskapai Melirik, Armada TNI Jadi Alternatif

NUNUKAN – Proses Lelang Subsidi Ongkos Angkut (SOA) Nunukan-Krayan kini dilirik salah satu maskapai.…

Jumat, 20 April 2018 12:16

Zona Merah, Aset Pemprov Kaltim

NUNUKAN – Warga yang bermukim di  Rukun Tetangga (RT) 14 Jalan Antasari, Kelurahan Nunukan…

Jumat, 20 April 2018 10:11

Data Belum Valid, Gaji Guru Honorer Tertahan

NUNUKAN – Pasca dilakukan uji kompetensi guru pada Februari lalu, hingga saat ini Dinas Pendidikan…

Jumat, 20 April 2018 10:08

Gagal Mengunduh Soal, UNBK Terancam Tidak Terlaksana

Setelah ditinggal lama dan hanya dijabat pelaksana tugas (Plt), kini Balai Pelayanan Penempatan dan…

Kamis, 19 April 2018 15:23

Gara-Gara Ini, UNBK SMP Terancam Batal

NUNUKAN – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang…

Kamis, 19 April 2018 14:50

Rp 1 Miliar Disiapkan untuk Beasiswa

NUNUKAN – Pelajar dan mahasiswa asal Nunukan yang melanjutkan pendidikan di dalam daerah maupun…

Kamis, 19 April 2018 14:40

Kembali Usulkan Anggaran Traffic Light

NUNUKAN -  Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan kembali akan mengusulkan dana pemeliharaan untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .