MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Maret 2018 13:42
Pertamina Masih Mendalami Kasus

Disorot Soal Pencemaran Lingkungan

TERCEMAR: Lantung di saluran air. Seperti di parit-parit di sekitar lapangan golf Tarakan dan SMA Frater Don Bosco, Pamusian, Tarakan Tengah. BANK DATA

PROKAL.CO, TARAKAN - Pertamina dan Medco menuai sorotan tajam soal aktivitas perminyakan di Kalimantan Utara (Kaltara). Itu disampaikan sejumlah mahasiswa pekan lalu di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi dan Advokasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Muhammad Syaid mengatakan pihaknya mendesak Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bertanggung jawab dalam pengelolaan lingkungan yang berada di sejumlah titik pencemaran, seperti Kampung Enam, Kampung Empat, Kampung Satu dan Sekolah Don Bosco.

Tak hanya itu, pihaknya juga mendesak Pertamina dan Medco untuk menghentikan eksploitasi dan eksplorasi yang kurang dari 100 meter dari rumah warga. Mahasiswa juga mendesak dua perusahaan tersebut transparan.

Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan Adnan Hasan Galoeng menyatakan bahwa PMII telah meminta pelaksanaan hearing untuk menyampaikan tuntutan yang berkaitan dengan pencemaran yang dilakukan operator perminyakan yang ada di Tarakan. “Menurut mereka (anggota PMII), ini memiliki dampak yang meresahkan warga,” ujarnya.

Adnan menjelaskan bahwa persoalan tersebut harus dikaji lebih dulu. Sepintas lantung yang jamak ditemukan di saluran air warga bisa saja berasal dari sumber minyak yang tidak berada di kedalaman. Sehingga memungkinkan muncul ke permukaan. “Atau ada juga warga iseng yang melakukan pemotongan pipa yang masih aktif yang dialiri oleh minyak. Ini juga yang mengakibatkan tumpahan minyak terjadi di mana-mana,” ucapnya.

Adnan juga menyampaikan bahwa ia menyukai catatan yang diberikan para mahasiswa, yakni harusnya tak ada unsur pembiaran oleh Pertamina dan Medco yang berkaitan dengan wilayah kerja pertambangan (WKP). “Tapi dampak sosialnya yang kami pikirkan (permukiman di WKP). Tapi kalau mahasiswa menginginkan penertiban, kami memiliki aparat yang lengkap, maka kalau itu memang WKP, ya harus dikosongkan. Support kami untuk melakukan penertiban itu,” jelasnya.

Jika terbukti melanggar, Adnan menegaskan bahwa akan ada sanksi yang akan dikenakan Pertamina maupun Medco. Namun ketentuan sanksi seperti apa, akan merujuk pada regulasi. “Entah itu seperti kompensasi kepada Pemkot, dan sebagainya,” imbuhnya.

Ketua Rayon Lapstok Fakultas Perikanan dan Pertanian Universitas Borneo Tarakan, Rahmat mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan observasi langsung ke lapangan bersama dengan Pertamina. Saat melakukan observasi tersebut, pihaknya menemukan pipa rusak dan luberan yang berada di parit.

“Mereka mengatakan bahwa luberan itu bukan dari sumber minyak, tapi dari sisa minyak yang dulu ada. Sumurnya sudah mati, tapi masih ada minyaknya di dalam, jadi sudah dibersihkan, naik lagi,” tuturnya.

Sebab hal tersebut, pihaknya menawarkan untuk melakukan remidiasi yakni sistem pengelolaan minyak menggunakan mikroorganisme. Karena, dalam dunia perikanan biasanya menggunakan cara tersebut khusus perusahaan minyak.

Namun, yang menjadi kendala adalah penentuan mikroorganisme yang cocok untuk wilayah Tarakan. Sebab penyelesaiannya ditentukan cara untuk mendapatkan mikroorganisme atau dengan menggunakan bahan kimia. “Tapi out put-nya itu pasti ada kontribusinya,” ujarnya.

Rahmat juga menjelaskan pada kawasan Kampung Empat, Islamic Center memiliki luberan minyak. Sebelumnya itu bukan dikelola Pertamina namun Ekspan. Kendati demikian, itu merupakan bekas dari sumur minyak sehingga harus tetap diselesaikan Pertamina.

Sementara itu, Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina Tarakan Field, Enriko R.E Hutasoit mengatakan bahwa adanya dua tuntutan terkait lingkungan, perlu didalami pihaknya, seperti titik lokasi dan penyelesaiannya.

Ia menjelaskan bahwa di Kota Tarakan terdapat lantung yang sejak 2014 hingga 2017 telah dikaji secara independen, melibatkan Kemerinterian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) yang menjelaskan tentang adanya patahan alami. “Memang wilayah migas seperti itu, banyak patahan. Contohnya kayak Don Bosco dan sebagainya,” ucapnya.

Secara natural, menurutnya pemerintah harus menemukan formulasi atau mensimulasikan penanganannya. Sebab persoalan migas di Tarakan dikelola dua pihak, Medco dan Pertamina.

“Karena ini natural, jadi bukan kegiatan migas kami. Jadi harus komprehensif dalam melihat permasalahan di Tarakan, jangan hanya pencemaran. Tahu sendiri bagaimana wilayah Tarakan, satu sisi kami kesulitan dalam hal penanganan masuk ke wilayah masyarakat dan sebagainya,” jelasnya.

Jika dikelola dengan baik oleh Pemerintah, maka sebagai pelaku migas pihaknya siap untuk melakukan penanganan lebih lanjut. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 13:51

Kapolres Baru, Fokus Suksesi Pilwali

TARAKAN – Rabu (25/4), nakhoda kepemimpinan Polres Tarakan secara resmi berganti dari AKBP Dearystone…

Kamis, 26 April 2018 13:49

Batu Lokal Diminati, Sempat Diundang Datu Bandar Tawau

Empat tahun lalu tren batu akik melejit, diburu para kolektor. Harganya pun tak main-main, sebuah batu…

Kamis, 26 April 2018 13:23

Stunting Serang 30 Persen Balita di Kaltara

TARAKAN - Kasus stunting yang menimpa 30 persen balita di Kalimantan Utara memang perlu segera ditangani.…

Kamis, 26 April 2018 13:17

Tiga Tahun Bangun 60 BTS, Medan Menyulitkan

TARAKAN -  Direktur Infrastruktur Balai Penyedia Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika…

Kamis, 26 April 2018 13:16

Penertiban Allana, Prospek Cerah Daging Lokal

TARAKAN - Daging beku saat ini tidak semua ilegal. Tetapi karena banyaknya daging beku ilegal yang beredar,…

Kamis, 26 April 2018 13:11

SUDAH DARI DULU..!! KP Pertamina EP Dikuasai Warga

TARAKAN – Mendirikan bangunan di atas wilayah kerja pertambangan (WKP) cukup berbahaya. Berisiko…

Kamis, 26 April 2018 12:51

Stok Barang Aman, Harga Masih Normal

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Kementerian Perdagangan melakukan sidak ke beberapa pasar.…

Kamis, 26 April 2018 12:40

Salurkan 5.800 Tabung Per Hari

TARAKAN - Naiknya harga LPG 3 kg  di beberapa pangkalan dan terlihat langka memang masih menjadi…

Kamis, 26 April 2018 12:33

Rutin Melakukan Swadaya Setiap Bulan

TARAKAN – Inisiatif warga RT 2, Kelurahan Juata Kerikil untuk membangun lingkungan sangat tinggi.…

Kamis, 26 April 2018 12:24

Tidak Kapok, Residivis Berhasil Diringkus

TARAKAN – Meski sempat mendekam di penjara karena kasus pencurian, SN (29), kembali melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .