MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Maret 2018 13:36
Warga Rawan Tertipu Investasi Bodong
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Rendahnya tingkat literasi lembaga keuangan masyarakat, khususnya di Kaltara, menjadi alasan banyaknya orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong.Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto mengungkapkan, berdasarkan data survei OJK dari tahun 2013 dan 2016 masyarakat Kaltara yang menggunakan layanan jasa keuangan seperti perbankan cukup banyak, sekitar 61 persen.

Akan tetapi, cuma 26 persen yang tahu dan paham soal perbankan atau jasa keuangan tersebut. “Untuk Kaltara, literasi keuangannya atau kemampuan untuk mengelola keuangan yang paham itu hanya 26,5 persen saja. Sementara, inklusi keuangannya  61.45 persen. Itu artinya, pemanfaatan produk jasa keuangan oleh masyarakat belum didukung dengan tingkat pemahaman yang lebih baik,” ungkap Dwi kepada Radar Tarakan.

Sehingga, menurut Dwi, ada ketimpangan besar. “Sebagian besar sudah menggunakan, tetapi belum paham betul seperti apa itu perbankan,” ujarnya.

Karena belum banyak yang tahu,maka banyak oknum-oknum tak bertanggungjawab yang masuk untuk mengajak demi melancarkan aksinya. Dimana mereka menawarkan produk investasi bodong, sekte pelunasan utang, voucher uang tunai, investasi emas dengan imbalan hasil terlalu tinggi di luar kewajaran.

“Semuanya kalau ditelusuri, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti kasus investasi pulsa dan token listrik PT Mi One Global Indonesia (MGI)  yang pernah mencuat di Nunukan beberapa waktu lalu.Hingga akhirnya sudah memakan banyak korban. Karena, itu tadi rendahnya literasi keuangan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, dengan kondisi seperti itu OJK sesuai dengan amanah undang-undang (UU) yang salah satu tujuannya mampu melindungi konsumen dan masyarakat. Dalam rangka untuk melndungi itu, OJK melakukan kegiatan edukasi ke masyarakat.

“Kami berharap literasi keungan Kaltara ini meningkat di tiga tahun berikutnya. Karena kami melakukan survei itu tiga tahun sekali. Dan kita berharap juga perencanaan keuangan masyarakat sudah matang dengan menggunakan sektor jasa keuangan yang tepat,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:10

Awali dengan Senandung Harmoni Paguntaka

Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Kota Tarakan, Lembaga Penyiaran…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:08

Pelaku Usaha BBM Eceran Butuh Petunjuk

TARAKAN – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) hingga bahkan menggunakan…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:07

Pembangunan TPA Baru Tersendat

TARAKAN - Permasalahan lahan yang berada di kawasan Bukit Indah,…

Sabtu, 15 Desember 2018 12:06

Tunggakan Terbanyak di Tarakan

TARAKAN - Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:26

Pengurus Koperasi Idec Pernah Pinjam di Bank

TARAKAN - Kasus dugaan penggelapan dana Koperasi PT Idec masih…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:24

Pemerintah Harus Tegas Soal Retribusi

TARAKAN - Tidak tercapainya pendapatan asli daerah (PAD) Tarakan di…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:22

Hendrik Bantah Keterangan Penyidik BNNP

TARAKAN – Sidang terdakwa sabu 1 kg yang melibat Hendrik…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:20

Awal 2020, PLTS Akan Dibangun

TARAKAN – Adanya keputusan untuk membangun tempat pembangkit listrik tenaga…

Sabtu, 15 Desember 2018 11:19

Akses Jalan Rusak dan Drainase Dangkal

AKSES Jalan yang menjadi salah satu kebutuhan masyarakat kembali dikeluhkan…

Jumat, 14 Desember 2018 14:56

Dua Oknum Parpol Diduga Janjikan Uang

TARAKAN- Di masa kampanye yang masih berjalan, Badan Pengawas Pemilu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .