MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 21 Maret 2018 13:36
Warga Rawan Tertipu Investasi Bodong
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN- Rendahnya tingkat literasi lembaga keuangan masyarakat, khususnya di Kaltara, menjadi alasan banyaknya orang yang menjadi korban penipuan investasi bodong.Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kaltim, Dwi Ariyanto mengungkapkan, berdasarkan data survei OJK dari tahun 2013 dan 2016 masyarakat Kaltara yang menggunakan layanan jasa keuangan seperti perbankan cukup banyak, sekitar 61 persen.

Akan tetapi, cuma 26 persen yang tahu dan paham soal perbankan atau jasa keuangan tersebut. “Untuk Kaltara, literasi keuangannya atau kemampuan untuk mengelola keuangan yang paham itu hanya 26,5 persen saja. Sementara, inklusi keuangannya  61.45 persen. Itu artinya, pemanfaatan produk jasa keuangan oleh masyarakat belum didukung dengan tingkat pemahaman yang lebih baik,” ungkap Dwi kepada Radar Tarakan.

Sehingga, menurut Dwi, ada ketimpangan besar. “Sebagian besar sudah menggunakan, tetapi belum paham betul seperti apa itu perbankan,” ujarnya.

Karena belum banyak yang tahu,maka banyak oknum-oknum tak bertanggungjawab yang masuk untuk mengajak demi melancarkan aksinya. Dimana mereka menawarkan produk investasi bodong, sekte pelunasan utang, voucher uang tunai, investasi emas dengan imbalan hasil terlalu tinggi di luar kewajaran.

“Semuanya kalau ditelusuri, tidak bisa dipertanggungjawabkan. Seperti kasus investasi pulsa dan token listrik PT Mi One Global Indonesia (MGI)  yang pernah mencuat di Nunukan beberapa waktu lalu.Hingga akhirnya sudah memakan banyak korban. Karena, itu tadi rendahnya literasi keuangan masyarakat,” ujarnya.

Sehingga, dengan kondisi seperti itu OJK sesuai dengan amanah undang-undang (UU) yang salah satu tujuannya mampu melindungi konsumen dan masyarakat. Dalam rangka untuk melndungi itu, OJK melakukan kegiatan edukasi ke masyarakat.

“Kami berharap literasi keungan Kaltara ini meningkat di tiga tahun berikutnya. Karena kami melakukan survei itu tiga tahun sekali. Dan kita berharap juga perencanaan keuangan masyarakat sudah matang dengan menggunakan sektor jasa keuangan yang tepat,” terangnya. (eru/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*