MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 20 Maret 2018 11:25
Bangun Rumah di WKP, Warga Susah Urus Surat
Ketua RT 5, Moh. Sa’di. Foto Lisawan/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Berada di atas lahan wilayah kerja pertambangan (WKP) ternyata menimbulkan banyak dampak dan dikeluhkan warga. Salah satunya yang terjadi di RT 5 Kelurahan Kampung Satu Skip.

Salah satunya persoalan pendistribusian jaringan gas (jargas) dan kepemilikan tanah. Diungkapkan Ketua RT 5, Moh. Sa’di mengatakan, warga hanya menginginkan mempunyai surat kepemilikan yang sah. Namun dalam kepengurusannya selalu terhambat lantaran masih masuk dalam wilayah kerja pertambangan (WKP).

“Sudah bermukim selama puluhan tahun, mau punya pegangan seperti surat tanah yang sah tapi sampai saat ini belum ada karena WKP,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Ia melanjutkan, ingin mengurus surat izin mendirikan bangunan (IMB) selalu saja terhambat bahkan tidak terbit dengan alasan WKP. Ia juga sangat menyayangkan, sebab awal 2017 lalu saat jaringan gas (jargas) akan masuk di daerah Kampung 1/Skip ini. Lingkungan RT 5, menjadi sasaran pemasangan. Namun dengan alasan permukiman masih berada di atas WKP, akhirnya jargas dialihkan.

“Di Kelurahan Kampung 1/Skip ini, hanya RT 5 saja yang belum dapat jargas. Tapi waktu pembongkaran ke rumah warga, itu paling pertama,” jelasnya.

Ia merasa di lingkungan RT lainnya, yang dapat dikatakan masih di dalam WKP, justru dapat menikmati jargas. Bahkan beberapa warga memiliki sertifikat tanah.

“Kalau satu tidak bisa, pasti semua tidak bisa. Apakah warga harus berdasi, bersepatu necis, bawa mobil datangi pemerintah untuk urus kepemilikan itu,” katanya.

Selama ini, ia dan warga merasa terbebani dengan status lahan. Sehingga ia sangat berharap agar ke depannya lingkungan RT 5 dapat dibebaskan dari WKP.

“Yang menjadi hambatan selama ini selalu saja WKP. Mau urus lampu, air harus ada IMB. Kita urus IMB tidak diterbitkam dengan alasan WKP. Mohon lepaskan WKP di RT 5 ini,” harapnya.

Saat dikonfirmasi, Asisten Manager Legal and Relation PT Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, Enriko R.E Hutasoit menerangkan, tidak ada larangan tertulis bagi warga yang ingin mengurus surat kepemilikan atau ingin menikmati aliran listrik maupun jargas. Namun sebenarnya dari Pertamina lebih mengamankan keberadaan sumur di WKP tersebut. Justru saat ini sudah banyak permukiman warga yang berdiri di atas WKP.

“Kita tidak pernah buat statement melarang warga. Tapi sekarang di WKP ada rumah warga, kita tidak melarang rumahnya tapi aset pertamina. Pertanyaannya kenapa ada rumah di situ? Kenapa warga buat rumah di WKP?,” terang Enriko.

Di WKP sangat berpotensi terjadi kecelakaan kerja. Kendaraan berbahan bakar bensin saja dilarang masuk, apalagi jika ingin menyalakan api atau yang mudah terbakar. Namun tidak semua WKP dilarang memasukkan jargas karena sudah tidak ada sumur.

“Seperti rumah dinas kita tidak dilarang karena bukan sumur. Jadi tidak bisa masuk jargas karena ada gas, ada minyak yang berpotensi terjadinya kecelakaan. Kalau misalnya jargas masuk, sama saja kita membakar wilayah itu,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tidak ada larangan untuk mengurus IMB selagi ketentuan-ketentuan tersebut sah. Namun selama ini warga yang ingin mengurus IMB justru tidak dapat menunjukkan surat-surat yang sah.

“Kenapa dilarang terbit IMB? Tanahnya beli sama siapa? Belinya sah? Misalnya, mbak jual tanah yang bukan miliknya, dan saya beli. Apakah ini sah? Sementara yang punya tanah tidak tahu,” tutupnya. (*/one/zia)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 20:22

Padahal Selalu Ada Pemeliharaan, Tapi Listrik Sering Padam

  TARAKAN - Masyarakat Tarakan mengeluh lantaran listrik PLN kembali padam hampir di seluruh wilayah,…

Senin, 16 Juli 2018 16:19

Arkanata Akram Menjadi Saksi Sportivitas Pecinta Sepakbola

Menyaksikan Final Piala Dunia Rusia 2018 asyiknya dengan nonton bareng (nobar). Seperti kemeriahan nobar…

Senin, 16 Juli 2018 16:17

BNNP Berharap Gedung Rehabilitasi Dihibahkan

TARAKAN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara berharap gedung rehabilitasi pengguna…

Senin, 16 Juli 2018 16:16

Pura-Pura Miskin Tidak Diterima

Jalur keluarga miskin (gakin) dengan kuota minimal 50 persen, dengan maskimal tidak terbatas dimanfaatkan…

Senin, 16 Juli 2018 16:15

Manipulasi SKTM, Tindak Tim Verifikasi

PENGGUNAAN surat keterangan tidak mampu (SKTM) oleh masyarakat yang tergolong mampu, membuat sistem…

Senin, 16 Juli 2018 16:13

Selamatkan Diri, Lempar Anak Lewat Jendela

TARAKAN - Apa pun pasti akan dilakukan seorang ibu saat mendapati buah hatinya dalam bahaya. Begitu…

Senin, 16 Juli 2018 09:14

Negosiasi Berjam-jam, Pelantikan FPI Batal

TARAKAN – Ratusan personel dari TNI dan Polri, Sabtu (14/7) melakukan pengamanan di terminal Bandara…

Senin, 16 Juli 2018 09:13

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf

Pemkot Sampaikan Permintaan Maaf KEDATANGAN Wakil Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) di Kota Tarakan,…

Senin, 16 Juli 2018 09:12

Wisata Asyik ke Embung Geomembran

SELAIN menawarkan banyak wisata budaya, masih ada satu wisata yang enggak kalah menarik dan wajib banget…

Senin, 16 Juli 2018 09:10

Jalan Gunung Selatan Jadi Lokasi TPS

TARAKAN– Jalan Gunung Selatan yang sebenarnya merupakan “paru-paru” bagi Bumi Paguntaka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .