MANAGED BY:
MINGGU
21 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

OLAHRAGA

Selasa, 20 Maret 2018 10:54
Bermodalkan Tekad tanpa Duit, Bangun Klub FKT

Buat Wadah bagi Pemain Lokal untuk Berprestasi

PEMBINAAN: Tim FKT asal Tarakan sudah mendapatkan lima trofi sejak berdiri 2016 lalu. IST

PROKAL.CO, Membangun suatu klub bukanlah suatu hal yang mudah. Beberapa klub di Kota Tarakan dan Kaltara kebanyakan berfinansial mencukupi. Berbeda halnya dengan tim Futsal Kota Tarakan (FKT). Meski serba keterbatasan sudah terbilang memiliki nama besar, khususnya di kalangan pencinta olahraga futsal di Kalimantan Utara dan Kota Tarakan.

GUNTUR PATILANGI

FUTSAL Kota Tarakan (FKT) merupakan salah satu klub ternama di Kalimantan Utara untuk saat ini. Meski sudah memiliki nama yang cukup besar di kalangan pencita olahraga futsal, terbentuknya FKT tidaklah berjalan mulus seperti beberapa klub lainnya di Kaltara, khususnya di Tarakan. Beberapa kendala dan tantangan juga kerap menerpa selama terbentuknya klub ini.

Yudi Saputra, mantan pemain PSM Junior 2003 lalu ini merupakan pencetus dan pendiri FKT pada Juli 2016. Ia membentuk FKT sebagai salah satu bentuk kecintaannya terhadap olahraga futsal. Pria yang akrab disapa Yudi ini mengisahkan jika dahulunya ia sangat antusias dengan banyaknya pemain potensial di Tarakan. Dengan niat yang tulus dan bermodalkan tekad akhirnya FKT resmi terbentuk. Kala itu FKT hanya berisikan 16 pemain. “Sesudah terbentuknya FKT kami dihadapkan dengan kejuaraan Piala Gubernur 2016 di Sebatik,” tutur ayah tiga anak ini.

Baru terbentuk dan hanya bermodalkan pemain tanpa memiliki anggaran sedikit pun, FKT nekat terjun ke pertandingan resmi untuk kali pertama membawa nama FKT di Sebatik, Kabupaten Nunukan. Mereka berhasil berangkat dengan modal Rp 2 juta yang dikumpulkan dari beberapa pemohon. Anggaran tersebut sangat minim sebab kejuaraan tersebut terlaksana selama 7 hari.

Untuk menghemat anggaran, coach Yudi menyarankan kepada pemainnya agar tidak ada makan pagi. Hanya makan siang dan makan malam. “Memang saya ngomong sama pemain, dengan anggaran segini uang makan hanya mampu siang sama malam saja,” jelasnya.

Saat keberangkatan menuju Sebatik, Yudi sempat bertanya kepada para pemain terkait bakal tidur di mana. Sontak semua pemain turut kebingungan. Sesampainya di Sebatik, Yudi sontak teringat jika ia memiliki rekan di Sebatik dan mencoba meminta bantuan, alhasil sang kerabat tersebut dapat membantu untuk tempat tinggal pemain FKT. “Alhamdulillah banyak teman banyak rezeki. Kami dapat tinggal di ruko milik sahabat saya,” kata Yudi.

Para pemain FKT tersebut rela tidur beralaskan karpet dan berbantalkan tas di ruko yang masih kosong ini. Meski dengan keterbatasan, FKT berhasil lolos di semifinal Piala Gubernur ini. Beberapa tim yang bertanding diakui Yudi kebanyakan mengambil pemain dari luar Kaltara, bahkan beberapa di antaranya diperkuat oleh pemain timnas futsal Indonesia. Hanya FKT yang murni anak daerah, khususnya Tarakan, yang berhasil lolos ke Semifinal. Di hari keempat, Yudi kembali berpikir pasalnya uang untuk para pemain habis total dan diperkirakan pemain tidak bisa makan untuk hari itu. “Tapi alhamdulillah lagi, karena kami sudah dilihat oleh orang banyak mengenai prestasi kami kala itu. Akhirnya kami dipanggil oleh salah satu pengusaha di sana hingga diguhkan makanan,” ungkapnya.

Setelah itu, timnya kembali tidak memiliki anggaran. Yudi pun mengarahkan seluruh pemain untuk bisa mengejar podium. Alhasil pada kejuaraan tersebut FKT berhasil duduk di podium ketiga. Kejuaraan inilah yang menjadi cikal bakal prestasi FKT. Hingga 2018 ini, total sudah 5 trofi kejuaraan daerah dan nasional yang berhasil dibawa pulang. Bahkan beberapa pemain FKT saat ini banyak dipakai oleh beberapa klub, termasuk membawa nama Kaltara hingga kejuaraan nasional. “Banyak pemain kita yang mendominasi, baik dari kejuaraan daerah maupun nasional,” lanjut Yudi, yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu sekoah Islam Negeri di Kota Tarakan.

Bahkan dua pemain FKT sempat ditawari untuk bergabung dengan salah satu klub liga pro yakni Vamos Mataram, namun karena kedua pemain FKT tersebut masih sekolah, sehingga coach Yudi menyarankan kepada keduanya untuk menyelesaikan sekolahnya dahulu. Ditargetkan pada 2019 dua pemain tersebut akan kembali ditawarkan kepada beberapa klub ternama di Indonesia termasuk Vamos Mataram. “Saya sudah berkomunikasi dengan para pelatih ternama di beberapa klub, target saya 2019 mereka bisa masuk di klub liga pro,” jelasnya.

Hingga saat ini FKT masih terbilang aktif dalam kepelatihan dan terprogram. Jumlah pemain saat ini sudah berkisar 65 pemain. Mereka datang sendiri ke tim pimpinan Yudi untuk berlatih. Yudi menuturkan klub ini bukanlah miliknya, melainkan punya masyarakat Kota Tarakan. Sehingga siapa saja yang ingin bergabung, pintu selalu dibuka selebar-lebarnya. “Jika anak daerah memiliki bakat maka bakat itu perlu dilatih dan dikembangkan, maka FKT lah merupakan wadah bagi para pemain ini untuk bisa berprestasi,” tuturnya. (ash)


BACA JUGA

Jumat, 12 Oktober 2018 12:52

Oscar Gagal ke Jalur Sea Games

TARAKAN – Pelaksanaan kejuaraan nasional di Lampung pada Desember mendatang dinilai menjadi ajang…

Jumat, 12 Oktober 2018 12:48

Biaya Sendiri, Pertahankan Peringkat Nasional

TARAKAN – Rencananya pada 21 Oktober mendatang, tim bola tangan putra Kaltara akan mengikuti kejuaraan…

Jumat, 12 Oktober 2018 12:46

Anggaran KONI Kaltara Turun Menjadi Rp 2 Miliar

TARAKAN – Anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Utara tahun ini sebelumnya…

Kamis, 11 Oktober 2018 14:00

Tuan Rumah Wilayah Tiga Belum Pasti

TARAKAN -  Meski Kalimantan Utara (Kaltara) telah ditetapkan sebagai tuan rumah wilayah tiga untuk…

Kamis, 11 Oktober 2018 13:59

Segera Bentuk Panitia Musprov

TARAKAN –Kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara yang pertama akan berakhir…

Kamis, 11 Oktober 2018 13:57

Kejurnas Rampung, Time Rally Mulai Disosialisasikan

TARAKAN – Pelaksanaan kejuaraan nasional (Kejurnas) grasstrack dan road race dipastikan rampung…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:43

PBVSI Tarakan Siapkan Agenda Tingkat SD

TARAKAN – Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Tarakan sudah menuntaskan program wajibnya…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:40

Martinus Siap Tarung, Latihan Makanan Sehari-hari

DI TENGAH kondisi anggaran yang sangat terbatas di beberapa daerah, tidak menyurutkan niat para atlet…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:38

Empat Seri Rampung, Tahun Depan Satu Seri

TARAKAN – Kejuaraan nasional road race dan grasstrack di Kaltara akhirnya rampung dilaksanakan…

Selasa, 09 Oktober 2018 13:37

KONI Kembali Mendata Cabor

KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bulungan akan melakukan pendataan cabang olahraga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .