MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Senin, 19 Maret 2018 18:55
DEMOKRAT, KAMPUS POLITIK TERBESAR
IST.

PROKAL.CO, Selama dua hari, Partai Demokrat (PD) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor 10-11 Maret lalu. Dihadiri setidaknya 12.000 kader Demokrat dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Indonesia, dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Rapimnas ini tak ubahnya menjadi arena kuliah umum politik yang sangat menarik dan layak mendapat apresesi. 

SATU sesi khusus yang diberi tajuk “Masyarakat Beraspirasi, Demokrat Beri Solusi” menjadi acara yang sangat menarik. Menurut SBY, sesi tersebut adalah sebuah listening session, listening forum dimana para kader Partai Demokrat dari seluruh Indonesia ini, akan mendengarkan harapan dan keinginan rakyat, apa yang diperlukan oleh negara, lima tahun kedepan nanti setelah pemilu 2019.

Apa yang dirasakan masyarakat Indonesia, bagaimana mengatasinya, semua terungkap dan menjadi modal bagi para kader Demokrat menjelang pemilihan presiden (pilpres). Aspirasi, dibahas tidak berdasarkan teori dan rencana, tetapi pada fakta-fakta yang telah dilakukan PD. Inilah yang membedakan kemasan Rapimnas PD 2018, dengan Rapimnas-rapimnas yang kerap diwarnai dengan persoalan kekuasaan politik. 

Inilah yang membuat, Rapimnas PD, layak disebut sebagai “Kampus politik yang nyata, atau Laboratorium Politik”. Tempat mendidik kader-kader Demokrat, agar menjadikan politik, bukan sebagai alat mengejar kekuasaan, tetapi lebih pada memberikan sumbangsih dan perubahan bagi masyarakat dan bangsa. Hari pertama Rapimnas, diisi dengan acara seremoni  dan sambutan Ketua Umum PD Jenderal (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pembukaan oleh Presiden RI Joko Widodo, sudah memperlihatkan sebuah pembelajaran politik yang sangat menarik. 

Sedikitpun, tidak ada bahasa-bahasa politik yang saling menyinggung di antara dua tokoh nasional, yang pernah menjabat dan sedang menjabat Presiden RI dari partai yang berbeda. Yang muncul malah, respons positif antara kedua presiden. Sikap ini dipertegas lagi oleh SBY dalam penutupan Rapimnas, yang akan dipaparkan di akhir tulisan ini. 

Sebelum Presiden Joko Widodo mengungkapkan beberapa persoalan yang dihadapinya di akhir masa jabatannya sebagai presiden, SBY bahkan sudah mengingatkan kejadian serupa yang dia alami di akhir masa jabatannya, di periode pertamanya sebagai presiden RI tahun 2004-2009. 

Sepertinya sudah menjadi kisah umum, saat jabatan politik seseorang akan memasuki masa-masa akhir. Penurunan tingkat elektabilitas menjadi sebuah masalah bagi para pejabat politik, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Banyak pejabat politik yang melewatinya dengan aman, namun tidak sedikit yang gagal. SBY saat itu, berhasil melalui masa akhir periode pertamanya sebagai presiden dengan cukup baik, sehingga elektablitasnya yang sempat turun, membaik lagi, dan akhirnya terpilih untuk kedua kalinya menjadi presiden RI. 

Persoalan harga minyak dunia yang naik, memaksa SBY mengambil keputusan yang tidak populer dengan menaikkan harga BBM dalam negeri di akhir masa jabatan periode pertamanya. Itu menjadi masalah yang menggerus elektablitas SBY turun lebih dari 10 persen. Untungnya, ini tidak berlangsung lama. Harga minyak dunia, membaik dan elektabilitas SBY pun ikut membaik. SBY terpilih lagi menjadi presiden.

Bagian ini menjadi menarik sebagai bahan diskusi tahun depan, saat presiden Joko Widodo telah meninggalkan kursi jabatannya untuk bertarung kembali menjadi presiden. Apakah di akhir masa jabatannya, elektabilitasnya akan turun atau membaik, seperti yang dialami SBY saat itu. Seperti diketahui, saat ini berbagai rumor dan isu sedang menyerang elektablitas Presiden Joko Widodo. Diakui presiden Joko Widodo, isu penyerangan terhadap ulama, masuknya  tentara Republik Rakyat Thiong¬kok dan sejumlah isu lain, digelontarkan untuk menggerus elektablitasnya.

Yang paling terakhir, adalah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara diam-diam. Apakah Joko Widodo akan sukses melalui masa-masa akhir jabatannya dengan segudang isu yang tidak populer dan tetap mempertahankan elektabilitasnya yang masih pada posisi puncak saat ini, seperti jaman SBY kala itu? Ini menjadi penting menjadi pelajaran menjelang Pemilu 2019. Bagaimana Joko Widodo menghadapinya, dibandingkan dengan era SBY waktu itu? Meskipun disadari bahwa tantangan dan eranya berbeda. (*)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 10:52

Berzakat ke Baznas Setelah Dengar Ceramah di Radio

TARAKAN - Publikasi melalui media massa seperti koran, radio dan televisi menjadi bagian yang strategis…

Selasa, 24 April 2018 07:51

Tanda Tangani Komitmen UHC

BULUNGAN - Provinsi Kaltara menjadi salah satu provinsi yang lahir paling bungsu memiliki tantangan…

Rabu, 11 April 2018 11:05

Baznas Kaji Dampak Program Zakat

TARAKAN - Sebagai bahan evaluasi terhadap berbagai program pengentasan kemiskinan yang dilaksanakan…

Senin, 09 April 2018 12:09

Program Prona untuk Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah

TARAKAN - Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tarakan, Timbul Tunggul Hamonangan Simanjuntak…

Rabu, 28 Maret 2018 10:48

Catatan dari Rekernas Baznas di Bali

DIANTARA catatan Rakernas Baznas di Denpasar Bali yang diakui paling menantang untuk diupayakan menurut…

Selasa, 27 Maret 2018 10:00

Giatkan Sosialisasi untuk Bangun Kesadaran Berzakat

USAI mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Baznas di Denpasar, Provinsi Bali, Ketua Baznas Tarakan,…

Senin, 26 Maret 2018 12:33

Program Penyantunan Harus Terukur

SELAMA 2 hari mengikuti rapat kerja nasional (Rakernas) Baznas se-Indonesia tahun 2018 di Denpasar Bali,…

Senin, 19 Maret 2018 19:54

PIDATO POLITIK AGUS HARIMURTI YUDHOYONO

Bismillah hirrahman nirrahim,  Assalamualaikum warrahmatullahi  wabarakatuh  Salam sejahtera…

Senin, 19 Maret 2018 19:42

Rakyat Beraspirasi, Demokrat Memberi Solusi

MESKIPUN terdengar klise, namun sesi Rapimnas dengan menghadirkan 14 elemen masyarakat sebagai bentuk…

Senin, 19 Maret 2018 19:39

SBY Beri Penghargaan Kepada Yansen TP dan Ketua DPD Partai Demokrat se-Indonesia

DALAM acara Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Demokrat (PD) yang digelar selama dua hari, yaitu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .