MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Senin, 19 Maret 2018 18:55
DEMOKRAT, KAMPUS POLITIK TERBESAR
IST.

PROKAL.CO, Selama dua hari, Partai Demokrat (PD) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor 10-11 Maret lalu. Dihadiri setidaknya 12.000 kader Demokrat dari seluruh Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) se-Indonesia, dibuka oleh Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Rapimnas ini tak ubahnya menjadi arena kuliah umum politik yang sangat menarik dan layak mendapat apresesi. 

SATU sesi khusus yang diberi tajuk “Masyarakat Beraspirasi, Demokrat Beri Solusi” menjadi acara yang sangat menarik. Menurut SBY, sesi tersebut adalah sebuah listening session, listening forum dimana para kader Partai Demokrat dari seluruh Indonesia ini, akan mendengarkan harapan dan keinginan rakyat, apa yang diperlukan oleh negara, lima tahun kedepan nanti setelah pemilu 2019.

Apa yang dirasakan masyarakat Indonesia, bagaimana mengatasinya, semua terungkap dan menjadi modal bagi para kader Demokrat menjelang pemilihan presiden (pilpres). Aspirasi, dibahas tidak berdasarkan teori dan rencana, tetapi pada fakta-fakta yang telah dilakukan PD. Inilah yang membedakan kemasan Rapimnas PD 2018, dengan Rapimnas-rapimnas yang kerap diwarnai dengan persoalan kekuasaan politik. 

Inilah yang membuat, Rapimnas PD, layak disebut sebagai “Kampus politik yang nyata, atau Laboratorium Politik”. Tempat mendidik kader-kader Demokrat, agar menjadikan politik, bukan sebagai alat mengejar kekuasaan, tetapi lebih pada memberikan sumbangsih dan perubahan bagi masyarakat dan bangsa. Hari pertama Rapimnas, diisi dengan acara seremoni  dan sambutan Ketua Umum PD Jenderal (Purn) Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan pembukaan oleh Presiden RI Joko Widodo, sudah memperlihatkan sebuah pembelajaran politik yang sangat menarik. 

Sedikitpun, tidak ada bahasa-bahasa politik yang saling menyinggung di antara dua tokoh nasional, yang pernah menjabat dan sedang menjabat Presiden RI dari partai yang berbeda. Yang muncul malah, respons positif antara kedua presiden. Sikap ini dipertegas lagi oleh SBY dalam penutupan Rapimnas, yang akan dipaparkan di akhir tulisan ini. 

Sebelum Presiden Joko Widodo mengungkapkan beberapa persoalan yang dihadapinya di akhir masa jabatannya sebagai presiden, SBY bahkan sudah mengingatkan kejadian serupa yang dia alami di akhir masa jabatannya, di periode pertamanya sebagai presiden RI tahun 2004-2009. 

Sepertinya sudah menjadi kisah umum, saat jabatan politik seseorang akan memasuki masa-masa akhir. Penurunan tingkat elektabilitas menjadi sebuah masalah bagi para pejabat politik, baik di tingkat pusat maupun di daerah. Banyak pejabat politik yang melewatinya dengan aman, namun tidak sedikit yang gagal. SBY saat itu, berhasil melalui masa akhir periode pertamanya sebagai presiden dengan cukup baik, sehingga elektablitasnya yang sempat turun, membaik lagi, dan akhirnya terpilih untuk kedua kalinya menjadi presiden RI. 

Persoalan harga minyak dunia yang naik, memaksa SBY mengambil keputusan yang tidak populer dengan menaikkan harga BBM dalam negeri di akhir masa jabatan periode pertamanya. Itu menjadi masalah yang menggerus elektablitas SBY turun lebih dari 10 persen. Untungnya, ini tidak berlangsung lama. Harga minyak dunia, membaik dan elektabilitas SBY pun ikut membaik. SBY terpilih lagi menjadi presiden.

Bagian ini menjadi menarik sebagai bahan diskusi tahun depan, saat presiden Joko Widodo telah meninggalkan kursi jabatannya untuk bertarung kembali menjadi presiden. Apakah di akhir masa jabatannya, elektabilitasnya akan turun atau membaik, seperti yang dialami SBY saat itu. Seperti diketahui, saat ini berbagai rumor dan isu sedang menyerang elektablitas Presiden Joko Widodo. Diakui presiden Joko Widodo, isu penyerangan terhadap ulama, masuknya  tentara Republik Rakyat Thiong¬kok dan sejumlah isu lain, digelontarkan untuk menggerus elektablitasnya.

Yang paling terakhir, adalah naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara diam-diam. Apakah Joko Widodo akan sukses melalui masa-masa akhir jabatannya dengan segudang isu yang tidak populer dan tetap mempertahankan elektabilitasnya yang masih pada posisi puncak saat ini, seperti jaman SBY kala itu? Ini menjadi penting menjadi pelajaran menjelang Pemilu 2019. Bagaimana Joko Widodo menghadapinya, dibandingkan dengan era SBY waktu itu? Meskipun disadari bahwa tantangan dan eranya berbeda. (*)

loading...

BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 21:13

BPJS Kesehatan Cabang Tarakan Gandeng Kejaksaan

TARAKAN - Provinsi Kalimantan Utara menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang telah menandatangani…

Senin, 16 Juli 2018 21:10

Pakar Literasi Berkumpul di Tarakan

TARAKAN – Pakar literasi dalam negeri dan luar negeri berkumpul di Tarakan tepatnya di UBT untuk…

Kamis, 12 Juli 2018 22:29

Jalin Kerja Sama dengan Kejaksaan Negeri Bulungan

BULUNGAN – Guna menangani masalah hukum perdata dan tata usaha negara yang terjadi di wilayah…

Kamis, 12 Juli 2018 21:32

Rapat Monev Program BPJS TK PTSP dan Paten

TARAKAN – Bertempat di Hotel Royal Tarakan pada Kamis (12/7), Badan Penyelenggara Jaminan Sosial…

Kamis, 12 Juli 2018 21:30

Tarakan Luncurkan Buku Literasi

TARAKAN – Kelompok Kerja Kepala SD (K3S) Kota Tarakan meluncurkan buku bertajuk Kisah dari Tapal…

Kamis, 12 Juli 2018 21:24

Lulus SBMPTN, Maba Wajib Lapor Diri

TARAKAN -Setelah mengetahui pengumuman kelulusan beberapa waktu lalu, calon mahasiswa baru (Maba) Universitas…

Kamis, 12 Juli 2018 21:21

Pimpinan Baznas Rutin Kunjungi Mustahik

TARAKAN - Mengunjungi mustahik merupakan kegiatan rutin pimpinan Baznas Tarakan. Kunjungan rutin ini…

Selasa, 10 Juli 2018 19:59

Dinyatakan Lulus SBMPTN, 667 Calon Maba Lapor Diri

TARAKAN – Sebanyak 667 calon mahasiswa baru (maba) yang dinyatakan lulus Seleksi Bersama Masuk…

Selasa, 10 Juli 2018 19:52

Lakukan Pemeriksaan HbA1c dan Kimia Darah

TARAKAN – Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) merupakan sistem pelayanan kesehatan…

Kamis, 05 Juli 2018 19:32

Baznas Pulangkan Warga Terlantar Asal Monokwari

TARAKAN – Kasus orang terlantar di Tarakan memang sulit dihindari. Sebagai kota transit, Tarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .