MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Maret 2018 14:38
Resmi Berbadan Hukum hingga Langganan Wakili Kaltara

Cara Sanggar Tari Tiga Tawai Lestarikan Budaya Lokal

LESTARIKAN BUDAYA: Anggota Sanggar Tari Tiga Tawai Bulungan mengabadikan momen setelah mengisi berbagai kegiatan belum lama ini. JONI KULEH UNTUK RADAR KALTARA

PROKAL.CO, Arus pengaruh globalisasi dan modernisasi cukup berdampak terhadap eksistensi kultur dan budaya daerah. Diperlukan upaya strategis atau wadah untuk mempertahankan dan penanaman nilai-nilai budaya tersebut.

ISMAIL ANSHORY

SALAH satu wadah atau ruang yang dirasa cukup efektif dalam memfilter generasi muda dan masyarakat guna mempertahankan nilai budaya itu adalah sanggar tari.

Sanggar tari Tiga Tawai Bulungan misalnya, walau resmi berbadan hukum atau tercatat di notaris pada 2014 lalu, namun sanggar tari yang diasuh Eta Esa S.Pdk dan Joni Kuleh ini sudah lama eksis dalam mempertahankan budaya nenek monyang suku Dayak ini.

Kepada Radar Kaltara, Joni Kuleh mengungkapkan, nama sanggar tari Tiga Tawai diambil dari dua suku kata, yaitu tiga berarti baik sedangkan tawai hati. “Sederhana saja artinya yang baik hati,” sebut Joni saat ditemui di kediaman sekaligus sanggar tari itu di Jalan Jalarai, Tanjung Selor.

Alasan lahirnya sanggar tari ini tidak hanya sebatas untuk mencurahkan hobi dan kecintaan pada budaya dan seni. Tetapi untuk menciptakan kecintaan terhadap pelestarian budaya, namun tidak alergi dengan budaya asing. Artinya budaya luar tatap diterima, akan tetapi melalui penyaringan yang tepat. “Tapi kultur kita tetap kita jaga,” imbuh Joni Kuleh.

Generasi muda menurut Joni, jangan sampai melupakan budayanya sendiri yang telah ada sejak zaman nenek moyang dan dilestarikan turun temurun. “Jangan sampai terpengaruh budaya asing lalu lupa budaya sendiri,” tegas Joni.

Anggota yang tergabung di sanggar tari Tiga Tawai Bulungan ini mulai dari anak usia SD, SMP dan SMA termasuk masyarakat umum khususnya kaum ibu-ibu. Tarian yang diajarkan di sanggar Tiga Tawai dan sering ditampilkan setiap kegiatan kenegaraan baik lingkup Pemkab Bulungan maupun Pemprov Kaltara adalah tarian gerak bersama, tarian tunggal atau tari perang, serta tarian bercerita legenda leluhur, misalnya tari Lamlai Suri dan Bungan Malon atau tarian yang menceritakan keyakinan nenek monyang. “Ditampilkan misalnya saat menyambut tamu,” katanya.

Tidak hanya itu, sanggar tari Tiga Tawai ini juga kerap mewakili provinsi di berbagai acara di luar Kaltara, baik sebatas festival maupun lomba. Seperti festival di Jakarta, di Kalimantan Tengah (Kalteng), Surabaya (Jatim), Ambon dan bahkan pernah tampil di Bali.

Serta lomba di Taman Mini Indonesia Indah (TMII). “Kita berhasil mengukir prestasi,” beber Joni namun tidak dapat menyebutkan detail spesifikasi juara yang diperoleh.

Selain sarana mempertahankan, sanggar ini juga sebagai media untuk memperkenalkan budaya yang ada di Bulungan dan Kaltara, umumnya ke masyarakat luas. “Kalau pun cuma festival tidak jarang orang banyak minta abadikan momen dan bertanya-tanya tentang Kalimantan,” sebutnya.

Saat ini, Joni bersama Eta Esa yang tidak lain adalah istrinya, telah melatih generasi penerus menguasai jenis-jenis tarian dan alat musik dengan harapan sanggar tari Tiga Tawai dapat terus berbuat. “Kami juga sibuk. Jadi ada sudah yang dilatih untuk melatih sekaligus membantu saat permintaan tampil,” ucap Joni.

Joni mengaku cukup berbangga, buka nama sanggar dan jangkauan wilayah yang telah didatangi, namun keinginan masyarakat ikut serta melestarikan budaya, khususnya suku Dayak cukup tinggi. “Terbukti di sini ada juga masyarakat asal daerah lain yang ikut berlatih,” pungkasnya. (***/eza)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 20:29

Polda Bidik Kasus Pidana Khusus

TANJUNG SELOR - Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)…

Jumat, 17 Agustus 2018 20:24

Bangunan SPN Masih Butuh Miliaran Rupiah

TANJUNG SELOR – Setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau menghibahkan lahan berikut gedung…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:31

Biaya BBNKB 15 Persen Dinilai Memberatkan

TANJUNG SELOR - Penerapan beban Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) sebesar 15 persen dirasa perlu…

Kamis, 16 Agustus 2018 21:30

BPSK Terima Laporan Dugaan Beredarnya Beras Plastik

TANJUNG SELOR – Laporan adanya dugaan beras plastik yang beredar di pasar tradisional di Ibu Kota…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:24

Setiap Rumah Wajib Kibarkan Bendera

TANJUNG SELOR - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun yang akan jatuh…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:20

Tak Terima Mutasi Sistem Transaksional

TANJUNG SELOR – Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalimantan Utara (Kaltara), Muhammad Ishak…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:18

Berkas Dikembalikan, Dianggap Tidak Lengkap

TANJUNG SELOR – Perkara  kecelakaan laut Speedboat (SB) Harapan Baru beberapa bulan lalu, …

Kamis, 16 Agustus 2018 12:16

Bupati: Disanksi Sesuai Bentuk Pelanggaran

TANJUNG SELOR -   Bupati Bulungan H. Sudjati berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada…

Rabu, 15 Agustus 2018 22:30

Optimistis Bebas Lokalisasi Tahun Ini

TANJUNG SELOR – Program penutupan lokalisasi di Kaltara khususnya Tarakan-Nunukan memang sempat…

Rabu, 15 Agustus 2018 20:39

Usulan CPNS Diminta Terperinci

TANJUNG SELOR – Penetapan waktu pelaksanaan seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) tahun 2018,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .