MANAGED BY:
JUMAT
18 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Maret 2018 14:20
Minim Fasilitas, Volume Sampah Dihitung Manual
ANGKUT SAMPAH: Salah satu unit kendaraan pengangkut sampah di Kabupaten Malinau yang mengangkut sampah masyarakat. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAUKepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malinau, Petrus Edang mengungkapkan, hingga saat ini pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) sampah di Sempayang diakui fasilitasnya masih belum maksimal. Seperti alat dacin untuk menimbang setiap truk pengangkut sampah sebelum akhirnya di buang ke TPA. Sementara yang dilakukan selama ini hanya dihitung secara manual saja.

“Satu hari itu, terkadang (sampahnya) sampai 100 meter kubik lebih, per bak damtruk itu kapasitas muatannya juga tidak sama. Tergantung besarnya bak truk itu. Ada yang bermuatan 5 kubik, ada 6 kubik  dan ada juga 8 kubik,” sebut Petrus Edang.

Diungkapkan Petrus Edang, dalam pelaksanaan pengambilan sampah setiap harinya, DLH Malinau mengerahkan 9 unit mobil sampah dengan jumlah personel 40 orang untuk 9 unit truk tersebut. Kesembilan unit truk sampah tersebut disebar untuk melayani 4 wilayah kecamatan yang ada di Ibu Kota Kabupaten Malinau yakni Kecamatan Malinau Kota, Malinau Utara, Malinau Barat dan Mentarang.

Semua truk pengangkut sampah ini disebutkan Petrus, sudah berjalan sejak pukul 04.30 subuh armada sampah ini sudah berjalan mengambil sampah sesuai dengan jalurnya. Namun dengan kondisi keuangan yang ada sekarang ini, dana operasional BBM yang terbatas sehingga hanya berjalan sekali setiap truknya. “Sekarang ini hanya satu kali jalan saja,” jelasnya.

Sementara, sambung Petrus Edang, jika melihat kondisi populasi masyarakat Malinau saat ini yang juga meningkat maka volume produksi sampah juga meningkat. Namun demikian, DLH juga mengaku sangat terbantu dalam mengatasi tingginya produksi sampah dengan adanya program RT-Bersih yang digalakkan Pemerintah Kabupaten Malinau. Sehingga  sampah juga sebagian menumpuk di tempat-tempat sampah dan memudahkan untuk pengambilannya. “Ini sangat membantu kita, khususnya bagi Dinas Lingkungan Hidup , karena tong-tong sampah sudah tersedia di pinggir jalan dan gang-gang,” tegasnya.

Di singgung soal besarnya peningkatan volume produksi sampah, Petrus Edang mengakui ada peningkatan. Namun masih belum bisa dipastikan berapa besar peningkatannya. Karena selama ini masih menggunakan perhitungan manual. Namun bagi daerah atau wilayah desa atau RT yang program RT Bersih-nya sudah berjalan, sampahnya juga agak berkurang. “Bisa Jadi, masyarakatnya juga sudah sadar akan pentingnya kebersihan, dengan cara dikelolanya sendiri. Tapi tak jarang juga ada masyarakat yang bersikap masa bodoh atau cuek dengan kondisi lingkungan di sekitarnya,” tuturnya.(ida/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*