MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Maret 2018 13:03
Penerapan E-Pas di Pelabuhan, Tuai Protes

Masyarakat Minta Fasilitas Diperbarui

PERDANA: Penerapan e-pas untuk masuk ke Pelabuhan Tunon Takan Nunukan menuai protes sejumlah masyarakat. Selain dinilai lambat, biaya yang diterapkan dinilai terlalu tinggi. Tampak, pintu masuk bagi pejalan kaki yang ingin masuk ke terminal Tunon Takan Nunukan kemarin. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – PT Perlabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan mulai menerapkan aturan baru. Masyarakat yang masuk ke Pelabuhan Tunon Takan Nunukan dengan penggunaan karcis elektronik atau elektronik pas (e-as).

Wacana ini sudah sejak lama digaungkan. Hanya saja, penerapannya memang membutuhkan waktu. Pro dan kontra di kalangan pengguna pelabuhan, khususnya bagi mereka yang bekerja di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, yang menjadi pertimbangan PT Pelindo IV Cabang Nunukan untuk memberlakukannya.

Setelah sempat dilakukan penundaaan, uji coba kembali berlangsung kemarin (17/3). Banyak masyarakat yang datang ke pelabuhan sengaja memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan. Sehingga akses masuk menuju pelabuhan macet.Pemilik kendaraan memilih masuk pelabuhan dengan berjalan kaki.

“Kalau pakai motor biaya masuknya mahal. Belum lagi sewa parkir yang dihitung perjam. Jadi mendingan jalan kaki saja,” ungkap Basri, salah seorang pengunjung, kepada media ini.

Ia mengaku, sejak pemberlakuan e-pas ini, justru membuat proses pelayanan melambat.  Sebab, pengunjung harus antre lama untuk mendapatkan karcis. Setelah karcis dimiliki, palang pintu baru terbuka setelah barcode-nya ditempelkan di salah satu tempat yang telah disiapkan.

Untuk pengunjung yang berjalan kaki, dikenakan biaya karcis sebesar Rp 2 ribu. Lalu, pengendara bermotor roda dua sebesar Rp 3 ribu. Jika dua orang, ditambah Rp 2 ribu lagi. Sementara untuk kendaraan roda empat (R4) jenis angkutan kota sebesar Rp 5 ribu, lalu ditambah jumlah penumpang yang dimuatnya. Masing-masing penumpang dibebankan Rp 2 ribu kecuali sopirnya. “Yang Rp 2 ribu itu kalau hanya masuk saja. Tapi, kalau penumpang ingin ke Tawau, Malaysia, biayanya Rp 15 ribu,” sebut Basri.

Menurutnya, penerapan e-pas ini seharusnya dapat diterapkan ketika fasilitas di terminal telah memadai. Apa lagi, saat ini sedang dibangun terminal yang baru. Sehingga tidak tepat jika penarikan e-pas dilakukan sekarang.

“Siapkan dulu fasilitas yang memadai, baru bisa pungut bayaran. Ini, dibayar tapi tidak memuaskan pelayanannya. Apa lagi fasilitasnya. Seandainya ada pelabuhan lain, saya yakin Tunon Taka ini tidak dikunjungi orang kalau begini pelayanannya,” kesalnya.

Terpisah, General Manejer (GM) PT Pelindo (persero) IV Cabang Nunukan Muhammad Ilyas mengatakan, penerapan e-pas tersebut merupakan salah satu bentuk kemajuan dan perkembangan teknologi yang dilakukan pihaknya. Semuanya harus berubah dan mengikuti perkembangan zaman.

“Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi mau berubah dari kompensional ke sistem elektronik,” kata Muhammad Ilyas kepada media ini, saat dikonfirmasi mengenai kondisi di pintu gerbang Pelabuhan Tunon Taka Nunukan kemarin.

Menurutnya, pro dan kontra masyarakat mengenai penerapan e-pas tersebut tentunya menjadi risiko yang harus dihadapi. Karena, setiap hal yang baru senantiasa diiringi dengan sikap masyarakat. Apa lagi yang berkaitan dengan pelayanan umum dan kebutuhan orang banyak. “Biasa itu karena lagi uji coba pelaksanaan e-pas. Namanya juga barang baru pasti ada sedikit kendalanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penerapan e-pas yang menjadi instruksi dari PT Pelindo IV ini hanya diberikan kepada enam kantor cabang saja. Yakni, Pelabuhan Nusantara Parepare, Tunon Taka Nunukan, Bitung, Ambon, Balikpapan dan Ternate. Karena, ke 6 pelabuhan ini merupakan backrgound pelabuhan yang paling banyak kegiatan penumpangnya.

Setiap kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Tunon Taka, harus mengambil sendiri barcode tiket di pintu masuk. Setelah masuk, tergantung bagi yang bersangkutan apakah ingin parkir lama di dalam atau hanya sebentar. “Dibayar dulu baru masuk. Karena, karcisnya itu ada kodenya untuk membuka palang pintu. Kalau tidak ditempelkan barcode-nya, palang tidak akan terbuka,” jelasnya.

Kendati demikian, penarikan pembayaran khusus untuk lama parkir kendaraan masih ada kebijakan diberikan. Tidak kaku dengan hitungan pasti yang menerapkan Rp 3 ribu per jam. Untuk hitungan sehari, selama 12 jam itu hanya dibebankan maksimal Rp 20 ribu. “Paling  maksimal pemilik kendaraan itu membayar Rp 20 ribu. Itu sudah hitungan 12 jam parkirnya di Tunon Taka,” pungkasnya. (oya/nri)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*