MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 19 Maret 2018 13:03
Penerapan E-Pas di Pelabuhan, Tuai Protes

Masyarakat Minta Fasilitas Diperbarui

PERDANA: Penerapan e-pas untuk masuk ke Pelabuhan Tunon Takan Nunukan menuai protes sejumlah masyarakat. Selain dinilai lambat, biaya yang diterapkan dinilai terlalu tinggi. Tampak, pintu masuk bagi pejalan kaki yang ingin masuk ke terminal Tunon Takan Nunukan kemarin. SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – PT Perlabuhan Indonesia (Pelindo) IV Cabang Nunukan mulai menerapkan aturan baru. Masyarakat yang masuk ke Pelabuhan Tunon Takan Nunukan dengan penggunaan karcis elektronik atau elektronik pas (e-as).

Wacana ini sudah sejak lama digaungkan. Hanya saja, penerapannya memang membutuhkan waktu. Pro dan kontra di kalangan pengguna pelabuhan, khususnya bagi mereka yang bekerja di wilayah Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, yang menjadi pertimbangan PT Pelindo IV Cabang Nunukan untuk memberlakukannya.

Setelah sempat dilakukan penundaaan, uji coba kembali berlangsung kemarin (17/3). Banyak masyarakat yang datang ke pelabuhan sengaja memarkirkan kendaraanya di pinggir jalan. Sehingga akses masuk menuju pelabuhan macet.Pemilik kendaraan memilih masuk pelabuhan dengan berjalan kaki.

“Kalau pakai motor biaya masuknya mahal. Belum lagi sewa parkir yang dihitung perjam. Jadi mendingan jalan kaki saja,” ungkap Basri, salah seorang pengunjung, kepada media ini.

Ia mengaku, sejak pemberlakuan e-pas ini, justru membuat proses pelayanan melambat.  Sebab, pengunjung harus antre lama untuk mendapatkan karcis. Setelah karcis dimiliki, palang pintu baru terbuka setelah barcode-nya ditempelkan di salah satu tempat yang telah disiapkan.

Untuk pengunjung yang berjalan kaki, dikenakan biaya karcis sebesar Rp 2 ribu. Lalu, pengendara bermotor roda dua sebesar Rp 3 ribu. Jika dua orang, ditambah Rp 2 ribu lagi. Sementara untuk kendaraan roda empat (R4) jenis angkutan kota sebesar Rp 5 ribu, lalu ditambah jumlah penumpang yang dimuatnya. Masing-masing penumpang dibebankan Rp 2 ribu kecuali sopirnya. “Yang Rp 2 ribu itu kalau hanya masuk saja. Tapi, kalau penumpang ingin ke Tawau, Malaysia, biayanya Rp 15 ribu,” sebut Basri.

Menurutnya, penerapan e-pas ini seharusnya dapat diterapkan ketika fasilitas di terminal telah memadai. Apa lagi, saat ini sedang dibangun terminal yang baru. Sehingga tidak tepat jika penarikan e-pas dilakukan sekarang.

“Siapkan dulu fasilitas yang memadai, baru bisa pungut bayaran. Ini, dibayar tapi tidak memuaskan pelayanannya. Apa lagi fasilitasnya. Seandainya ada pelabuhan lain, saya yakin Tunon Taka ini tidak dikunjungi orang kalau begini pelayanannya,” kesalnya.

Terpisah, General Manejer (GM) PT Pelindo (persero) IV Cabang Nunukan Muhammad Ilyas mengatakan, penerapan e-pas tersebut merupakan salah satu bentuk kemajuan dan perkembangan teknologi yang dilakukan pihaknya. Semuanya harus berubah dan mengikuti perkembangan zaman.

“Karena kalau bukan sekarang, kapan lagi mau berubah dari kompensional ke sistem elektronik,” kata Muhammad Ilyas kepada media ini, saat dikonfirmasi mengenai kondisi di pintu gerbang Pelabuhan Tunon Taka Nunukan kemarin.

Menurutnya, pro dan kontra masyarakat mengenai penerapan e-pas tersebut tentunya menjadi risiko yang harus dihadapi. Karena, setiap hal yang baru senantiasa diiringi dengan sikap masyarakat. Apa lagi yang berkaitan dengan pelayanan umum dan kebutuhan orang banyak. “Biasa itu karena lagi uji coba pelaksanaan e-pas. Namanya juga barang baru pasti ada sedikit kendalanya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, penerapan e-pas yang menjadi instruksi dari PT Pelindo IV ini hanya diberikan kepada enam kantor cabang saja. Yakni, Pelabuhan Nusantara Parepare, Tunon Taka Nunukan, Bitung, Ambon, Balikpapan dan Ternate. Karena, ke 6 pelabuhan ini merupakan backrgound pelabuhan yang paling banyak kegiatan penumpangnya.

Setiap kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Tunon Taka, harus mengambil sendiri barcode tiket di pintu masuk. Setelah masuk, tergantung bagi yang bersangkutan apakah ingin parkir lama di dalam atau hanya sebentar. “Dibayar dulu baru masuk. Karena, karcisnya itu ada kodenya untuk membuka palang pintu. Kalau tidak ditempelkan barcode-nya, palang tidak akan terbuka,” jelasnya.

Kendati demikian, penarikan pembayaran khusus untuk lama parkir kendaraan masih ada kebijakan diberikan. Tidak kaku dengan hitungan pasti yang menerapkan Rp 3 ribu per jam. Untuk hitungan sehari, selama 12 jam itu hanya dibebankan maksimal Rp 20 ribu. “Paling  maksimal pemilik kendaraan itu membayar Rp 20 ribu. Itu sudah hitungan 12 jam parkirnya di Tunon Taka,” pungkasnya. (oya/nri)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:18

KPK Tegur Syarat Pemberian TTP ASN

NUNUKAN – Pemberian Tunjangan Tambahan Penghasilan (TTP) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:04

Pastikan Normal Pertengahan Agustus

NUNUKAN – Masyarakat Nunukan khususnya warga daerah Nunukan Selatan serta Nunukan Timur mempertanyakan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:03

TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa

NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:01

Rutin Pemeliharaan, Listrik PLN Mulai Tahan Banting

NUNUKAN – Sedikit perubahan memang diperlihatkan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nunukan…

Rabu, 18 Juli 2018 23:32

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 23:02

Perpindahan Pelabuhan Perlu Kajian

NUNUKAN – Perpindahan pelabuhan speedboat dari Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Hie Djung ke…

Rabu, 18 Juli 2018 11:32

Kejari Kembali Tetapkan Tersangka Korupsi

NUNUKAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menetapkan satu orang tersangka atas dugaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:31

Caleg Bebas Kampanye di Media Sosial

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan telah menyampaikan larangan kampanye sebelum…

Rabu, 18 Juli 2018 11:30

Kembali Raih Juara di Event Internasional

NUNUKAN – Dua pembalap sepeda asal Kabupaten Nunukan yang membawa bendera Tunontaka Mountain Bike…

Selasa, 17 Juli 2018 10:34

Baru Dua Parpol Mendaftar

NUNUKAN – Masa pendaftaran calon legislatif (caleg) akan berakhir hari ini, Selasa (17/7). Namun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .