MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Maret 2018 10:24
Miliki Tumor, Afrina Tetap Rajin Sekolah

Rahmatia Hidup Dalam Keterbatasan Biaya yang Mengharapkan Kesembuhan Buah Hati

BERSYUKUR: Rahmatia bersama Afrina yang menderita tumor pembuluh darah di rumahnya yang sangat sederhana. YUSTINA LUMBAA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Memiliki buah hati menjadi keinginan dan harapan dari semua orang tua di dunia ini, apalagi jika lahir sehat tanpa adanya gangguan penyakit. Rahmatia Ibrahim (37) perantau dari Flores yang baru satu tahun berada di Tarakan memiliki seorang anak yang divonis memiliki tumor pembuluh darah di kaki sebelah kanannya.

YUSTINA LUMBAA, TARAKAN

satu keluarga perantauan dari Flores tersebut tinggal digubuk kecil di daerah Bengawan, Kelurahan Juata Permai. Di rumah yang kecil itu, pewarta mendatangi Rahmatia. Saat itu, Rahma tengah duduk bersama Afrina Wati, anaknya yang menderita tumor pembuluh darah.

Tumor pembuluh darah yang dimiliki oleh Afrina merupakan tumor jinak yang tumbuh di tumit kaki kanan Afrina. Tumor ini seudah dideritanya sejak umur satu tahun, awalnya memang tumbuh sangat kecil dan semakin Afrina tumbuh dan berkembang, tumor ini juga semakin tumbuh dan menjadi cukup besar. Meski begitu, dia tetap rutin dan bersemangat sekolah dan tidak pernah mengeluhkan sakit yang dideritanya.

“Sejak umur satu tahun Afrina sudah menderita penyakit ini, awalnya saya tidak tahu, lalu dibawa ke dokter dan diketahui dia menderita tumor pembuluh darah,” kata Rahmatia.

Rahmatia memang termasuk warga tidak mampu, karena saat merantau ke Tarakan, dirinya hanya mengikuti sang suami saja yang lebih dahulu datang ke Tarakan. di Tarakan sendiri mereka hanya membangun rumah ala kadarnya dan juga di lahan milik orang lain

“Kami awalnya buat rumah di depan rumah baru kami ini, tetapi karena orangnya sudah larang maka kami bongkar dan pindah,” ujarnya.

Rumah baru miliknya saat ini juga bukan dibuat dilahan milik sendiri, melainkan lahan milik orang lain. Bahkan rumah ini terlalu sederhana karena terlihat seperti gubuk yang dibuat ala kadarnya. Dinding yang digunakan juga memakai triplek dan tidak menutupi semua rumah karena masih ada sisi yang berlubang.

“Yang penting bisa tidur dan  melindungi diri. Dari pada tidur dijalan,” ungkapnya.

Lahan yang ditempati juga hanya dipinjamnya saja, dan untungnya diperbolehkan untuk dibangun rumah serta berkebun. Rahmatia sendiri tinggal bersama suami dan dua anaknya, walaupun begitu dirinya tetap bersyukur karena memiliki tempat tinggal.

Keterbatasan ekonomi yang dihadapinya ditambah dengan cobaan sang anak yang mendapatkan tumor pembuluh darah tidak membuat semangatnya redup. Suaminya yang bekerja hanya sebagai pembuat batako ini memang tidak cukup jika harus mengeluarkan biaya untuk pengobatan anaknya.

“Suami saya hanya bekerja membuat batako di tempat kontruksi perumahan, karena rumah kami letaknya dekat dari perumahan Jokowi,” ujarnya.

Dia sendiri terkadang membantu juga sebisanya untuk membuat batako agar mendapatkan penghasilan tambahan, karena memang penghasilan yang didapatinya dan suami bisa menutupi kebutuhan hidup yang semakin besar. Sebulannya, ia dan suami bisa mengumpulkan uang hasil kerjanya sebesar Rp 500 ribu. Yang digunakan untuk kebutuhan sehari-harinya.

Afrina sendiri juga saat ini sudah mendapatkan bantuan pertolongan pengobatan dari rumah sakit dan saat ini tumor yang dimilikinya berangsur-angsur mengecil. Awalnya memang saat datang ke Tarakan, Rahmatia tidak memiliki uang maupun administrasi kependudukan domisili Tarakan sehingga tidak bisa mengobati anaknya.

Beruntung wali kelas Afrina iba dan meminta bantuan pendamping pasien yakni Yulianti untuk membantu mengurus segala keperluan yang dibutuhkan. Mendapatkan bantuan yang akan memulihkan kondisi anaknya, tentu membuatnya bahagia. Keterbatasan biaya memang membuat Rahmatia pasrah melihat kondisi kaki anaknya yang terus membengkak, sehingga mendapatkan bantuan membuatnya senang dan bersyukur.

“Saya senang anak saya dapat bantuan, sekarang walaupun masih terlihat bengkak tetapi sudah kempes sedikit demi sedikit,” tuturnya.

Rahmatia sendiri saat ini rutin mengontrol anaknya ke rumah sakit agar menjadi sembuh dan normal kembali seperti sedia kala. Karena meskipun tergolong tumor jinak, pengobatan tentu harus tetap dilakukan. Afrina kini masih terus menerus meminum obat yang diresepkan dokter untuk penyembuhannya.

“Minum obatnya rutin dan gratis dari rumah sakit, yang penting anak saya sembuh bisa normal lagi dan bisa seperti anak-anak lainnya,” pungkasnya. (***/udn)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 23:32

Anak Petani yang Mendambakan Pebisnis

Sebanyak 34 pelajar dari Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok dengan…

Senin, 24 September 2018 23:17

173 CDOB Serbu Istana dan DPR RI

NUNUKAN - Ratusan calon daerah otonomi baru (CDOB) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Nasional Percepatan…

Senin, 24 September 2018 14:15

Karena Jari, Badan Binasa

Penyebaran informasi hoaks dengan tindakan, ucapan, dan tulisan mudah ditemui, apalagi di tahun politik.…

Senin, 24 September 2018 14:13

Dipicu Pemahaman Linguistik dan Kejiwaan

PENGGUNAAN kata-kata kebencian atau ujaran kebencian sering kali tidak disadari karena pemahaman akan…

Senin, 24 September 2018 14:11

Tiga Laka, Seorang Menderita Patah Kaki

TARAKAN – Di tengah peringatan Hari Lalu Lintas, kecelakaan justru berentetan terjadi. Minggu…

Senin, 24 September 2018 14:09

Defisit Pengaruhi Pemasukan Baznas

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) Tarakan berupaya mencapai target pendapatan di tahun ini sebesar…

Senin, 24 September 2018 13:22

Akui Minim Personel dan Alat

TARAKAN – Pengamanan pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2019 mendatang diakui masih minim. Terlebih…

Senin, 24 September 2018 13:16

Sulap Embung Jadi Tempat Wisata

TARAKAN – Terkait rencana pengembangan pariwisata di lokasi Embung Persemaian oleh Dinas Pariwisata…

Senin, 24 September 2018 13:13

Kerusakan Semakin Parah dan Terancam Putus

TARAKAN – Tak ada habis-habisnya permasalahan kerusakan jalan di lingkungan masyarakat. Ada saja…

Senin, 24 September 2018 12:52

Pelajar Kaltara Terbanyak ke Tiongkok

SURABAYA - Menempuh pendidikan di Indonesia menjadi sulit karena dibatasi oleh besar biaya dan nilai.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .