MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 16 Maret 2018 10:16
245 Bal Rombengan Segera Dimusnahkan
BARANG BUKTI: 245 bal pakaian bekas yang diamankan Satreskrim Polres Bulungan ini rencananya akan dilimpahkan ke Bea Cukai untuk kemudian dimusnahkan. DOK/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Barang ilegal jenis rombengan atau pakaian bekas hasil sitaan Satreskrim Polres Bulungan pada akhir Desember 2016 lalu di wilayah perairan Kuala I, Kecamatan Tanjung Palas akan dilimpahkan ke Bea Cukai untuk dilakukan pemusnahan.

Kapolres Bulungan AKBP Muhammad Fachry melalui Kasatreskrim Polres Bulungan AKP Gede Prasetia Adi Sasmita mengatakan, dalam proses pemusnahan tersebut pihaknya saat ini tengah menyiapkan administrasi pelimpahan barang bukti yang diperkirakan mencapai 245 bal.

“Bulan ini pelimpahan ke Bea Cukai akan kami lakukan. Cuma sekarang masih mengurus administrasi pelimpahannya dulu,” ungkap Gede kepada Radar Kaltara melalui WhatsApp pribadinya, kemarin (15/3).

Dikatakan juga, dasar pelimpahan ini menurutnya menjadi salah satu prosedur pihak kepolisian dalam hal penanganan kasus. Mengingat, selama proses penyelidikan pihaknya telah secara bertahap melakukan upaya pengungkapan tentang pelaku utama dari pemilik rombengan itu. “Ini di samping upaya kami dalam mempercepat kasus agar segera selesai. Sebab, saat ini masih banyak kasus-kasus lain yang harus kami tangani,” ujarnya.

Lanjutnya, sejauh ini permasalahan rombengan yang berisi pakaian dan sepatu bekas itu memang menjadi perhatian serius pihaknya. Oleh karenanya, dalam kurun waktu sekira dua tahun ini pihaknya terus menggali secara dalam tentang penyelundupan barang itu.

“Kami sedari juga begitu besar dampak bilamana saat ini ratusan bal barang ilegal ini lolos. Bagaimana nasib perekonomian di Bulungan,” katanya.

Gede berharap, dengan langkah yang telah dilakukannya hingga kini, ke depan tak ada lagi kasus serupa yang terjadi. Tentunya, tindakan hukum bakal diberlakukan jika ada masyarakat yang terbukti melanggar.

“Di sini kami bertindak berdasarkan undang-undang. Untuk itu, jika kasus serupa terjadi. Maka, tak segan kami akan menindaknya,” tegasnya.

Hanya, tambahnya, mengaca dari kasus yang ada. Diharapkan masyarakat dapat dijadikan pelajaran. Sebab, ancaman masuk ke jeruji besi bisa saja diberlakukan. Tak hanya pada penyelundupan barang ilegal. Melainkan, kasus lain yang dianggap melanggar pasal dan undang-undang yang berlaku. “Ini negara hukum. Jadi, bilamana itu terbukti melanggar, ancaman bakal menanti,” jelasnya.

Di sisi lain, Gede berharap selama pelaksanaan proses administrasi tak ada kendala yang berarti. Sehingga secara bertahap kasus dapat terselesaikan. Untuk itu, pihaknya memastikan bakal serius dalam menyiapkan segala administrasinya. “Mudahan nanti setelah selesai tak ada masalah lagi. Andaipun ada yang belum lengkap mudahan tak cukup waktu lama untuk kami benahi,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan bal karung berisi ribuan pakaian bekas dan sepatu bekas asal Malaysia disita. Yang mana barang ilegal itu diangkut menggunakan kapal kayu dengan nama lambung Handayani 14 yang menurut awak kapal, berasal dari Sei Nyamuk, Sebatik, Nunukan. Dan kapal itu diamankan lantaran saat dimintai surat-surat dokumennya tak dapat menunjukkan.

Alhasil, keempat awak kapal berinisial LD (32), warga Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang juga bertindak nakhoda, KH (30), warga Sungai Pancang, Sebatik, Nunukan, LL (30) warga Sungai Nyamuk, Nunukan dan Bud (27), warga Sungai Nyamuk kala itu langsung diamankan di Reskrim Polres Bulungan sebagai saksi.

Sedangkan, mengenai modus penyelundupan barang bekas dari Malaysia itu, pelaku usaha atau importir memerintahkan orang lain dalam mengambil barang dari Tawau Malaysia ke Indonesia, melewati Sebatik. (omg/eza)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…

Rabu, 20 Maret 2019 11:01

Pemprov Akan Bersurat ke KKP

TANJUNG SELOR - Kehadiran Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

Rabu, 20 Maret 2019 11:00

Aktivitas Sabung Ayam Terhenti

TANJUNG SELOR – Aktivitas judi sabung ayam di komplek perkebunan…

Rabu, 20 Maret 2019 10:53

Beri Klarifikasi, BPKAD Kaltara Minta Maaf

TANJUNG SELOR - Kondisi tidak menyenangkan kembali dialami wartawan. Kali…

Selasa, 19 Maret 2019 14:54

ASTAGA..!! Di OPD Ini, Samakan Wartawan dengan Peminta Sumbangan

TANJUNG SELOR - Kondisi tidak menyenangkan kembali dialami wartawan. Kali…

Selasa, 19 Maret 2019 11:16

Investasi Industri Metanol 700 Juta USD

TANJUNG SELOR - Sejauh ini Kalimantan Utara (Kaltara) merupakan salah…

Selasa, 19 Maret 2019 11:15

BAKAL SURPLUS SETRUM..!! Sungai di Kaltara Mampu Hasilkan 10.060 MW

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr. H. Irianto…

Selasa, 19 Maret 2019 11:12

Miliki Mapolda, SPN hingga RS Bhayangkara

Tepat 14 Maret 2018, Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol Drs. Indrajit,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*