MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 15 Maret 2018 12:58
Hampir Lolos Diterbangkan ke Palu

Dicegat di Security Check Point II

KEMBALI DIGAGALKAN : Dua orang calon penumpang berinisial AM dan IQ kedapatan membawa sabu-sabu sebanyak 30 gram, saat akan berangkat dari Bandara Juwata Tarakan dengan tujuan Palu, Sulawesi Tengah kemarin. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Sehari setelah Andi Riski Amelia (26) yang diamankan karena membawa sabu-sabu seberat seberat 1,08 kilogram (kg), petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Juwata Tarakan kembali berhasil menggagalkan penyelundupan sabu-sabu lagi yang dilakukan oleh calon penumpang tujuan Palu, Sulawesi Tengah pada pukul 13.20 Wita kemarin.

Keduanya diketahui berinisial AM dan IQ yang kedapatan membawa sabu-sabu sebanyak 30 gram. Kepala Bandara Juwata Tarakan, Elfi Amir mengatakan sabu-sabu tersebut ditemukan di badan IQ saat petugas Avsec di Security Check Point (SCP) II melakukan pemeriksaan body search terhadap IQ.

“Ditemukan sebuah benda yang dibungkus dalam plastik seperti pembungkus obat, lalu diselipkan di pinggang celana dalam dan mendekati kemaluannya. Setelah diperiksa lebih lanjut di ruangan khusus ternyata ada butiran dan diduga sabu-sabu,” ungkap Elfi sapaan akrabnya.

Beberapa saat IQ diamankan, ternyata ada calon penumpang lain berinisial AM yang warga Tarakan, yang juga akan berangkat menggunakan kode booking yang sama dengan IQ, petugas Avsec langsung mengamankan AM.

“Saat dilakukan pemeriksaan, petugas tidak menemukan barang bukti berupa sabu-sabu pada tubuhnya AM. AM pun sempat berkilah jika dia tidak mengenal IQ meski sama-sama berangkat ke Palu,” jelas Elfi.

Namun, berdasarkan hasil rekaman CCTV yang ada di Bandara Juwata Tarakan, antara AM dan IQ memang ada komunikasi sebelumnya. Bahkan, di dalam handphone IQ juga, terdapat beberapa percakapan dengan seseorang yang menggunakan inisial nama seseorang.

“Di HP milik IQ ada nomor telpon yang diberi nama  inisial, misalnya Roni diinisialkan RN, inisial-inisial yang ada di hpnya diduga terkait dengan kasus ini,” tambahnya.

Dari pengakuan IQ, terungkap bahwa dirinya datang ke Tarakan pada Selasa (13/3) setelah dihubungi seseorang untuk mengambil sabu-sabu ke Tarakan.

“Tiba di Tarakan, dia (IQ) mengambil barang haram itu dari seseorang di area Pelabuhan Tengkayu I (SDF), setelah menerima barang itu, dia berencana membawanya ke Palu, namun gagal setelah petugas Avsec menangkapnya bersama barang bukti sabu-sabu,” ujarnya.

Selain mengamankan barang bukti sabu-sabu, petugas juga mengamankan uang berjumlah Rp 1 juta dari dompet IQ. “Diduga merupakan uang saku yang diberikan oleh seseorang kepada IQ untuk mengambil sabu-sabu di Tarakan,” tuturnya.

Disinggung soal beberapa kali penungkapan kasus sabu-sabu saat melewati pemeriksaan di SCP II Bandara Juwata Tarakan, menurutnya karena di SCP I barang cukup padat dan bersamaan sehingga pengawasan kurang maksimal.

“Dalam waktu dekat kami akan lakukan rolling petugas untuk penyegaran. Kami tidak ada dugaan internal yang terlibat, tapi kami persilakan aparat untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.

Sementara itu, di sisi lain  penyidikan kasus upaya penyeludupan sabu-sabu 1,08 kg di Bandara Juwata Tarakan yang melibat wanita asal Makassar yaitu Andi Riski Amelia, terus dilakukan penyidik dari BNNP Kaltara. Penyidik BNNP Kaltara berhasil mengamankan seseorang perempuan yang diduga kuat terkait di dalam kasus penyulundupan sabu-sabu tersebut.

Kepala BNNP Kaltara, Brigjen Pol Ery Nursatari mengatakan, usai Amelia diamankan pada Selasa lalu (13/3), pihaknya sudah melakukan pengembangan dan hasilnya satu terduga pelaku berhasil didapatkan oleh pihaknya.

“Sudah ada titik terang, jadi orang yang menjemput dan mengantarkan AM selama di Tarakan sudah kami amankan semalam, saat ini kami masih mendalami keterlibatannya dalam kasus ini,” ujarnya.

Dari informasi yang didapatkan media ini, perempuan  yang merupakan warga Tarakan itu, diamankan oleh BNNP Kaltara di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai.

“Identitas mulai nama, pekerjaan, status dan lain-lain belum bisa kami beberkan karena masih dalam pendalaman oleh penyidik,” bebernya.

Pria berpangkat bintang satu di pundaknya ini membeberkan, dari pemeriksaan sementara yang dilakukan oleh pihaknya, Amelia masih enggan mengakui bahwa sabu-sabu yang ditemukan petugas Avsec didalam kopernya adalah miliknya. Kendati begitu, Amelia membuka mulut terhadap keberadaan teman yang menjemput dan menghantarkannya ke bandara, hingga berhasil diamankan oleh petugas.

“Keduanya ini kalau saya lihat memang sangat profesional dan berpengalaman, hal ini terlihat dari saat dimintai keterangan oleh penyidik,” tuturnya.

Dari hasil tes urine terhadap Amelia yang dilakukan penyidik, hasilnya negatif, dari pengakuan Amelia juga dia baru pertama kali melakukan aksi tersebut.

“Dari mana asal barangnya masih terus kami dalami lagi, karena terduga pelaku kedua yang diamankan mengaku tidak tahu, jadi hingga saat ini keduanya masih mengelak,” bebernya.

Beredar informasi yang didapatkan media ini, bahwa Amelia merupakan anak dari seorang pejabat, menanggapi hal itu Ery mengatakan, hal tersebut tidak bisa dipastikan apalagi saat dimintai keterangan Amelia kerap kali memberikan keterangan yang berubah-ubah.

“Jadi semua dia sebutin dan besok berubah lagi keterangannya. Dia bilang juga sudah ceria, dia memang lancar memberikan keterangan tapi terbelit-belit,” ucapnya.

Kepada penyidik juga Amelia mengakui, sudah menikah dua kali dan sekarang berstatus janda kemudian baru pertama kali ke Tarakan.

“Jadi perlu pendalaman, apalagi dia belum mau mengakui barangnya,” pungkasnya.(jnr/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 21:02

Selumit Membara, Dua Rumah Warga Diamuk Si Jago Merah

 TARAKAN - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Selumit  perbatasan RT…

Jumat, 18 Januari 2019 12:23

Hasil Debat Pengaruhi Pilihan

TARAKAN – Aksi saling sindir mewarnai debat perdana pasangan calon…

Jumat, 18 Januari 2019 12:20

Lima Bulan Terakhir, Produksi Sampah Berkurang

TARAKAN - Meski Tempat Pembuangan Sampah (TPA) saat ini sangat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:17

Ditemukan Dompeng, Diduga Milik Rustan

TARAKAN - Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terhadap warga…

Jumat, 18 Januari 2019 12:15

Dahlan Iskan: Pers Itu Lembaga Perjuangan

SAMARINDA - Pers tak hanya sekadar pekerjaan yang dapat dijadikan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:13

Sembilan ASN Melanggar, Diberikan Pembinaan

TARAKAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan telah melakukan pengawasan dan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:12

Jadwal Ujian Nasional Dimajukan

TARAKAN - Pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) yang akan diselenggarakan pada…

Jumat, 18 Januari 2019 11:43

Terdakwa Mengaku Hanya Iseng Membuat Video

TARAKAN – Terdakwa terduga terorisme yaitu Agus Salim mengungkapkan alasan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:24

Beli Sabu, Petani Rumput Laut Diamankan Anggota Marinir

TARAKAN – Dua pria yang diketahui merupakan petani rumput laut…

Jumat, 18 Januari 2019 10:32

Ilmu Kepemimpinan Harus Dimiliki Kepala Sekolah

TARAKAN - Panggilan menjadi seorang pemimpin di sekolah bukanlah hal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*