MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 15 Maret 2018 12:55
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Banding
DIVONIS : Muhammad Nur terdakwa kasus pembunuhan terhadap MI, saat mendengarkan putusan hakim di Pengadilan Negeri Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN -  Muhammad Nur, terdakwa kasus pembunuhan terhadap MI yang terjadi di Jalan Wijaya Kusuma pada Minggu 25 Juni tahun lalu, akhirnya divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Putusan ini, dinilai sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dianggap melakukan pembunuhan berencana.

Sidang pembacaan vonis perkara pembunuhan yang dimulai sejak pukul 10.15 Wita ini. Tampak terdakwa Muhammad Nur, dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Bahkan saat sidang dua personel petugas kepolisian, dikerahkan untuk mengawal khusus majelis hakim.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, kedua petugas kepolisian terlihat berdiri. Masing-masing, di sisi kanan belakang dan kiri belakang bangku majelis hakim. Selain itu, puluhan personel lainnya, juga tampak berjaga baik setiap sudut ruangan.

Sementara di lobi PN yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro, menuju pintu masuk ruang sidang, juga dijaga ketat oleh anggota polisi. Setiap orang yang akan masu, barang bawaan diperiksa.

Saat pembacaan vonis berlangsung. Muhammad Nur tampak duduk diam di kursi terdakwa. Ruang sidang yang penuh, terasa pengap karena puluhan aparat kepolisian, wartawan dan kerabat dari terdakwa maupun korban ikut memadati ruang sidang.

Muhammad Nur, tampak terlihat tegar. Menyimak satu persatu apa yang dibacakan majelis hakim. Terutama saat, majelis hakim membacakan perbuatan terdakwa.

Ketua Majelis, Christo EN Sitorus menyatakan, dalam perkara pembunuhan,  terdakwa tidak melakukan apapun termasuk pertolongan terhadap korban saat terjadi penikaman.  Malah sebaliknya, terdakwa melarikan diri.

“Melihat luka akibat luka tusuk yang merupakan luka di bagian vital dari tubuh manusia yang dapat menyebabkan kematian.   Sehingga, majelis hakim  berpendapat bahwa seluruh unsur pasal 340 KUHP telah terpenuhi. Dan selanjutnya majelis hakim tidak perlu mempertimbangkan baik dalam dakwaan subsider maupun lebih dari subsider,” ungkap Christo, saat membacakan surat dakwaan di depan terdakwa.

Adapun hal memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa menimbulkan luka mendalam bagi keluarga dari korban.  Sedangkan untuk hal yang meringankan, terdakwa masih terbilang muda.

“Memperhatikan pasal 340 KUHP dan UU Nomor 8 tahun 1981 tentang tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindakan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara seumur hidup,” ucap Christo, diiringi ketukan palu hingga tiga kali.

Muhammad Nur yang mendengarkan putusan hakim itu. langsung terlihat, gemetar hingga napasnya tak beraturan. Dengan putusan seumur hidup itu, majelis hakim pun memberikan waktu terdakwa untuk melakukan upaya banding. Jika merasa keberatan dan tidak menerima putusan hakim. Mendengarkan itu. Terdakwa pun berencana untuk melakukan upaya banding.

Usai dibacakan putusan, beberapa keluarga korban terlihat tidak terima akan putusan hakim ini. Mereka menanggap Muhammad Nur harus diganjar dengan hukuman yang lebih berat. “Banding... Banding...Kenapa tidak hukuman mati,” ucapan salah seorang keluarga korban.

Usai persidangan, terdakwa langsung digiring kembali ke ruang tahana PN. Sementara pihak keluarga terdakwa langsung mencoba menemui terdakwa yang dijaga ketat pihak kepolisian.

Dikonfirmasi ke pihak keluarga terdakwa, Rusdiana (33) mengatakan setelah mendengar putusan hakim. Pihak keluarga Muhammad Nur mencoba melakukan upaya hukum berupa banding, sesuai arahan dari majelis hakim.

“Kita belum bisa berbicara banyak. Namun, kami mencoba melakukan upaya banding. Dan saat ini masih dilakukan seperti apa prosedur dalam pengajuan,” kata Rusdiana. Sementara itu, di tempat yang sama, Ibu korban dari Muhammad Ilyas,  saat dimintai keterangan enggan diwawancarai oleh media.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Penasehat Hukum (PH) terdakwa, NunungTri Sulistyawati menuturkan alasan ketidak hadiran saat persidangan. Karena sedang berada di luar Tarakan. Namun, sebelum dia berangkat ia sudah mengkonfirmasi hal ini langsung kepada Ketua Majelis Hakim Christo.

“PH ini merupakan penetapan bukan kuasa khusus. Jadi sebelum saya berangkat sudah saya konfirmasi ke ketua majelis hakim. Dan sebenarnya tidak hadirnya PH juga tidak masalah. Dan majelis punya kewenangan untuk melanjutkan vonis tanpa PH,” ungkap Nunung, saat di hubungi Radar Tarakan.(eru/nri)


BACA JUGA

Kamis, 18 Oktober 2018 15:31

Mencari Bantuan, Malah Diminta Menunjukkan KTP

PALU - Warga Desa O’o, Kecamatan Kulawi Selatan, Kabupaten Sigi akhirnya dapat bernapas lega.…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:25

Pengajuan Izin Sempat ‘Dipimpong’

TARAKAN – Izin operasional transportasi online hingga kini masih bergulir. Padahal pengajuan tersebut…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:15

Santap Siang Bersama Dahlan Iskan, Nikmati Masakan Khas Banjar

Salah seorang di antara 35 pelajar Kaltara yang ikut program beasiswa  Indonesia Tionghoa Culture…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:10

Mulai Mahal, Bulog Jual Beras Murah

TARAKAN - Program penjualan beras murah yang digagas PT Bulog, membuat sebagian besar masyarakat cukup…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:39

Banyak SD Belum Sesuai Standar

TARAKAN – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:32

Kondisi Posyandu Memprihatinkan

TARAKAN – Ketua RT 3, Kelurahan Sebengkok, Syamsudin mengatakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:12

Bawaslu: Jangan Terjun ke Politik Tanpa Tahu Aturan

Tarakan — Tahapan kampanye pilpres dan Pileg 2019 yang rawan terhadap pelanggaran, membuat Badan…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:44

2018, Pencari Kerja 1.186 Jiwa

LEDAKAN penduduk semakin tinggi dan tidak diimbangi dengan pertumbuhan lapangan kerja menyebabkan meningkatnya…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:40

Wali Kota Harapkan Bantuan Pusat

TARAKAN – Masih adanya beberapa infrastruktur penunjang olahraga di Tarakan yang perlu mendapatkan…

Kamis, 18 Oktober 2018 11:38

ISU CDOB, KURANG MENDULANG SUARA

TARAKAN – Calon daerah otonomi baru (CDOB) kembali jadi bancakan sejumlah elit parpol yang akan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .