MANAGED BY:
SENIN
23 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 15 Maret 2018 12:55
Divonis Seumur Hidup, Terdakwa Banding
DIVONIS : Muhammad Nur terdakwa kasus pembunuhan terhadap MI, saat mendengarkan putusan hakim di Pengadilan Negeri Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN -  Muhammad Nur, terdakwa kasus pembunuhan terhadap MI yang terjadi di Jalan Wijaya Kusuma pada Minggu 25 Juni tahun lalu, akhirnya divonis seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tarakan. Putusan ini, dinilai sependapat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dianggap melakukan pembunuhan berencana.

Sidang pembacaan vonis perkara pembunuhan yang dimulai sejak pukul 10.15 Wita ini. Tampak terdakwa Muhammad Nur, dijaga ketat oleh petugas kepolisian. Bahkan saat sidang dua personel petugas kepolisian, dikerahkan untuk mengawal khusus majelis hakim.

Berdasarkan pantauan Radar Tarakan, kedua petugas kepolisian terlihat berdiri. Masing-masing, di sisi kanan belakang dan kiri belakang bangku majelis hakim. Selain itu, puluhan personel lainnya, juga tampak berjaga baik setiap sudut ruangan.

Sementara di lobi PN yang beralamat di Jalan Pangeran Diponegoro, menuju pintu masuk ruang sidang, juga dijaga ketat oleh anggota polisi. Setiap orang yang akan masu, barang bawaan diperiksa.

Saat pembacaan vonis berlangsung. Muhammad Nur tampak duduk diam di kursi terdakwa. Ruang sidang yang penuh, terasa pengap karena puluhan aparat kepolisian, wartawan dan kerabat dari terdakwa maupun korban ikut memadati ruang sidang.

Muhammad Nur, tampak terlihat tegar. Menyimak satu persatu apa yang dibacakan majelis hakim. Terutama saat, majelis hakim membacakan perbuatan terdakwa.

Ketua Majelis, Christo EN Sitorus menyatakan, dalam perkara pembunuhan,  terdakwa tidak melakukan apapun termasuk pertolongan terhadap korban saat terjadi penikaman.  Malah sebaliknya, terdakwa melarikan diri.

“Melihat luka akibat luka tusuk yang merupakan luka di bagian vital dari tubuh manusia yang dapat menyebabkan kematian.   Sehingga, majelis hakim  berpendapat bahwa seluruh unsur pasal 340 KUHP telah terpenuhi. Dan selanjutnya majelis hakim tidak perlu mempertimbangkan baik dalam dakwaan subsider maupun lebih dari subsider,” ungkap Christo, saat membacakan surat dakwaan di depan terdakwa.

Adapun hal memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa menimbulkan luka mendalam bagi keluarga dari korban.  Sedangkan untuk hal yang meringankan, terdakwa masih terbilang muda.

“Memperhatikan pasal 340 KUHP dan UU Nomor 8 tahun 1981 tentang tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Menyatakan terdakwa telah terbukti secara sah melakukan tindakan pembunuhan berencana. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara seumur hidup,” ucap Christo, diiringi ketukan palu hingga tiga kali.

Muhammad Nur yang mendengarkan putusan hakim itu. langsung terlihat, gemetar hingga napasnya tak beraturan. Dengan putusan seumur hidup itu, majelis hakim pun memberikan waktu terdakwa untuk melakukan upaya banding. Jika merasa keberatan dan tidak menerima putusan hakim. Mendengarkan itu. Terdakwa pun berencana untuk melakukan upaya banding.

Usai dibacakan putusan, beberapa keluarga korban terlihat tidak terima akan putusan hakim ini. Mereka menanggap Muhammad Nur harus diganjar dengan hukuman yang lebih berat. “Banding... Banding...Kenapa tidak hukuman mati,” ucapan salah seorang keluarga korban.

Usai persidangan, terdakwa langsung digiring kembali ke ruang tahana PN. Sementara pihak keluarga terdakwa langsung mencoba menemui terdakwa yang dijaga ketat pihak kepolisian.

Dikonfirmasi ke pihak keluarga terdakwa, Rusdiana (33) mengatakan setelah mendengar putusan hakim. Pihak keluarga Muhammad Nur mencoba melakukan upaya hukum berupa banding, sesuai arahan dari majelis hakim.

“Kita belum bisa berbicara banyak. Namun, kami mencoba melakukan upaya banding. Dan saat ini masih dilakukan seperti apa prosedur dalam pengajuan,” kata Rusdiana. Sementara itu, di tempat yang sama, Ibu korban dari Muhammad Ilyas,  saat dimintai keterangan enggan diwawancarai oleh media.

Sementara itu, saat dikonfirmasi Penasehat Hukum (PH) terdakwa, NunungTri Sulistyawati menuturkan alasan ketidak hadiran saat persidangan. Karena sedang berada di luar Tarakan. Namun, sebelum dia berangkat ia sudah mengkonfirmasi hal ini langsung kepada Ketua Majelis Hakim Christo.

“PH ini merupakan penetapan bukan kuasa khusus. Jadi sebelum saya berangkat sudah saya konfirmasi ke ketua majelis hakim. Dan sebenarnya tidak hadirnya PH juga tidak masalah. Dan majelis punya kewenangan untuk melanjutkan vonis tanpa PH,” ungkap Nunung, saat di hubungi Radar Tarakan.(eru/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 10:55

Tim Cuma Berharap Laporan

TARAKAN – Elpiji 3 kg langka. Itu sudah wajar di sejumlah wilayah di Kalimantan Utara (Kaltara).…

Sabtu, 21 April 2018 10:53

Misi Sosial dan Keberagaman Budaya Indonesia

Umumnya dunia otomotif begitu melekat dengan pria. Tapi saat ini anggapan itu perlahan hilang dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:52

Kerja Keras dan Tak Patah Semangat

KEMANDIRIAN seorang wanita tak dapat dilepaskan dari perannya sebagai ibu rumah tangga. Namun dengan…

Sabtu, 21 April 2018 10:50

Tak Ingin Anak Terseret Pengalaman yang Sama

MOMEN 21 April setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Kartini. Pelopor perjuangan kaum perempuan,…

Sabtu, 21 April 2018 10:49

Mengantar Anak Sampai Sukses

RADEN Ajeng Kartini, hari lahirnya selalu menjadi pengingat bagi setiap wanita Indonesia. Kartini lekat…

Sabtu, 21 April 2018 10:48

Tidak Ada Alasan Pakai Suket

MESKI penggunaan surat keterangan (suket) pada pelaksanaan Pemilihan Calon Wali Kota dan Wakil Wali…

Sabtu, 21 April 2018 10:46

Belum Terbentuk, FPI Sudah Dapat Penolakan

SPANDUK penolakan pembentukan Front Pembela Islam (FPI) itu, terpampang jelas  di sekitaran perempatan…

Sabtu, 21 April 2018 10:39

Anggaran Minim, Bukan Penghambat

TARAKAN — Kepala Kementerian Agama Kaltara, H. Suriansyah mengakui, minimnya dana pembinaan yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:38

Ramaikan Gowes Sore Ini

TARAKAN - Para goweser Bumi Paguntaka diharapakan kehadirannya dalam kegiatan gowes, Sabtu (21/4) yang…

Sabtu, 21 April 2018 10:37

Tidar dan Labobar Diusulkan Masuk Tarakan

TARAKAN - Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, PT Pelni kembali mengajukan tambahan armada untuk mengatasi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .